Sep 22, 2026
Bisnis

Pelatihan Sertifikasi Halal Dorong Lonjakan Omzet Usaha Keju Stik

Pandemi yang melanda Indonesia pada tahun 2020 membawa gelombang ketidakpastian, namun juga memunculkan semangat baru di sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Salah satunya adalah BUNCY, mer...

Pelatihan Sertifikasi Halal Dorong Lonjakan Omzet Usaha Keju Stik

Pandemi yang melanda Indonesia pada tahun 2020 membawa gelombang ketidakpastian, namun juga memunculkan semangat baru di sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Salah satunya adalah BUNCY, merek camilan keju stik yang dirintis oleh Lucy Emilda di tengah keterbatasan. Berawal dari dapur rumah, Lucy kini menyaksikan usahanya melesat setelah memperoleh suntikan kepercayaan lewat sertifikasi halal.

Dari Krisis ke Peluang: Lahirnya Camilan Kekinian

Tahun 2020 menjadi titik balik bagi banyak pekerja yang terdampak pemutusan hubungan kerja atau pengurangan pendapatan. Lucy Emilda, seorang ibu rumah tangga di Jawa Barat, melihat celah untuk mengisi waktu luang sekaligus menambah pundi-pundi keluarga. Berbekal resep turun-temurun dan eksperimen di dapur, ia menciptakan cheese stick renyah dengan varian rasa yang unik. Respons awal dari tetangga dan teman-teman lewat media sosial begitu menggembirakan, mendorongnya untuk serius mengembangkan BUNCY. Namun, satu tantangan besar muncul: untuk menembus pasar yang lebih luas, khususnya ritel modern dan platform e-commerce besar, label halal menjadi prasyarat mutlak.

BRI Peduli Jembatani Literasi Sertifikasi Halal

Kesadaran akan pentingnya sertifikasi halal di kalangan UMKM terus meningkat, sejalan dengan tren konsumen Muslim yang semakin kritis terhadap kehalalan produk. Lembaga keuangan seperti BRI melalui program tanggung jawab sosialnya, BRI Peduli, turun tangan untuk mempercepat proses ini. Mereka menggelar pelatihan sertifikasi halal yang menyasar ribuan pelaku UMKM di seluruh Indonesia, termasuk Lucy. Program ini tidak hanya membekali peserta dengan pemahaman teknis tentang prosedur dan syarat sertifikasi, tetapi juga memberikan pendampingan intensif mulai dari penyusunan dokumen hingga audit kebersihan fasilitas produksi. BRI Peduli mencatat, lebih dari 5.000 UMKM telah difasilitasi mendapatkan sertifikasi halal sepanjang tahun lalu, menjadikan program ini salah satu pilar pemberdayaan ekonomi syariah.

Pelatihan yang diikuti Lucy berlangsung selama tiga hari, mencakup modul tentang sistem jaminan produk halal, manajemen bahan baku, hingga strategi branding berlabel halal. "Saya awalnya ragu, rumit dan biayanya besar. Tapi ternyata banyak kemudahan setelah ikut pelatihan ini," ungkap Lucy dalam bincang-bincang bersama media, Rabu (4/6). Setelah melalui serangkaian verifikasi, BUNCY resmi mengantongi sertifikat halal dari Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) pada akhir 2023.

Kepercayaan Konsumen Melejit, Omzet Meroket

Pasca-sertifikasi, dampaknya terasa signifikan. Lucy mampu menembus berbagai kanal distribusi yang sebelumnya tertutup, termasuk supermarket besar, pusat oleh-oleh, dan platform daring seperti Tokopedia dan Shopee. Label halal yang tertera di kemasan menjadi magnet tersendiri. "Konsumen sekarang lebih percaya diri saat membeli, terutama yang memesan untuk acara keluarga atau hampers. Mereka merasa aman," tambah Lucy. Dari sisi penjualan, angka berbicara keras. Omzet BUNCY melonjak hingga 250 persen dalam enam bulan pertama setelah sertifikasi halal diterbitkan, dari rata-rata Rp8 juta per bulan menjadi lebih dari Rp20 juta. Kapasitas produksi pun naik dari 50 kilogram keju stik per bulan menjadi 150 kilogram, dengan bantuan dua asisten produksi.

Peningkatan omzet ini juga mendorong Lucy untuk berinovasi pada kemasan dan varian produk. Ia meluncurkan kemasan lebih kecil untuk pasar ritel dan kemasan eksklusif untuk segmen korporat. Beberapa produk baru seperti cheese stick pedas dan rasa barbeque mendapatkan respons positif. Lucy kini juga menjajaki peluang ekspor ke Malaysia dan Singapura, setelah mendapat informasi bahwa sertifikat halal Indonesia diakui di beberapa negara ASEAN melalui skema saling pengakuan.

Sinergi Inklusif untuk Ekosistem Halal

Keberhasilan BUNCY merepresentasikan potensi besar yang bisa dipetik dari sinergi antara perbankan, pemerintah, dan pelaku UMKM. Program pelatihan semacam ini tidak sekadar membantu memenuhi kewajiban administratif, tetapi turut memperkuat fondasi bisnis jangka panjang. Sebagai negara dengan populasi Muslim terbesar di dunia, Indonesia memiliki pasar halal yang sangat luas. Data Global Islamic Economy Report menempatkan Indonesia di peringkat ketiga negara dengan pengeluaran produk halal terbesar, nilainya mencapai USD 157 miliar pada tahun 2023. Namun, penetrasi UMKM bersertifikat halal masih rendah, baru sekitar 10 persen dari total UMKM. Kesenjangan ini yang coba diisi oleh inisiatif seperti BRI Peduli.

Lucy sendiri berharap ceritanya bisa menginspirasi pelaku UMKM lain untuk tidak takut mengurus sertifikasi halal. "Banyak teman yang masih mikir birokrasinya ribet, padahal dengan pendampingan semua jadi gampang. Manfaatnya jauh lebih besar dari usaha yang dikeluarkan," ujarnya. Ia pun kini aktif menjadi relawan pendamping UMKM di komunitasnya, membagikan pengalaman tentang transformasi bisnis pasca-sertifikasi halal.

Kehadiran program CSR perbankan yang menyasar literasi halal juga menggarisbawahi pergeseran strategi pemberdayaan yang lebih tepat sasaran. Alih-alih hanya memberikan bantuan modal, pengembangan kapasitas dan akses pasar menjadi fokus yang berdampak berkelanjutan. Bagi BUNCY, perjalanan dari dapur kecil di masa pandemi ke rak supermarket modern adalah bukti bahwa modal sosial berupa kepercayaan dan legalitas bisa menjadi katalis pertumbuhan yang sesungguhnya. Kini, Lucy tidak lagi sekadar bertahan, tetapi mulai memetik hasil dari mimpi yang ia tanam tiga tahun lalu.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS admin

Comments (0)

User