Sep 09, 2026
Hukum

PBB Sahkan Peta Dunia Baru Tampilkan Ukuran Asli Afrika

NEW YORK — Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di New York mengesahkan keputusan bersejarah dalam bidang kartografi global. Melalui pemungutan su

PBB Sahkan Peta Dunia Baru Tampilkan Ukuran Asli Afrika

NEW YORK — Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di New York mengesahkan keputusan bersejarah dalam bidang kartografi global. Melalui pemungutan suara resmi, lembaga multinasional tersebut menyetujui resolusi yang diprakarsai oleh Togo untuk secara bertahap menghapus peta proyeksi Mercator dari abad ke-16 dan menggantikannya dengan proyeksi Equal Earth rilis 2018. Langkah ini diambil untuk mengakhiri distorsi geografis yang selama ratusan tahun mengecilkan skala benua Afrika secara signifikan.

Peta Mercator yang diciptakan pada tahun 1569 semula dirancang khusus untuk mempermudah navigasi pelayaran samudra. Namun, kelemahan mendasar dari proyeksi silindris ini adalah pembiasan area daratan yang semakin membesar ketika mendekati wilayah kutub. Akibatnya, benua Afrika digambarkan hampir seukuran dengan Greenland. Padahal, luas riil benua Afrika mencapai 30,37 juta kilometer persegi, atau hampir 14 kali lipat lebih besar dibanding Greenland yang hanya memiliki luas 2,16 juta kilometer persegi.

"Kartografi tidak pernah sepenuhnya netral; visualisasi ruang adalah representasi kekuasaan dan persepsi geopolitik. Penggunaan peta Mercator selama berabad-abad dalam sistem pendidikan global secara tidak langsung melanggengkan pandangan eurosentris yang tidak adil," tegas Dr. Jean-Luc Amewou, pakar studi geopolitik dan analisis geospasial dari Afrika Barat.

Analisis Geopolitik: Implikasi Distorsi Visual dan Bias Eurosentrisme

Investigasi tim Beritadua.com menunjukkan bahwa persoalan skema peta bukan sekadar perdebatan matematis di meja kartografer, melainkan memiliki dampak psikologis dan geopolitik yang mendalam. Penilaian publik terhadap signifikansi ekonomi, demografi, dan kontribusi ekologis suatu negara sering kali dipengaruhi oleh seberapa besar kawasan tersebut tampak di peta dunia. Pengecilan skala kawasan Global South—termasuk Afrika dan Amerika Selatan—selama bertahun-tahun dianggap memperkuat marginalisasi kawasan berkembang dalam diskursus internasional.

Wilayah / Benua Luas Daratan Asli (Km²) Visualisasi Peta Mercator Visualisasi Equal Earth
Afrika 30.370.000 Tampak seukuran Greenland Proporsional (14x Greenland)
Greenland 2.166.000 Tampak setara benua raksasa Sesuai proporsi riil
Eropa 10.180.000 Tampak jauh lebih dominan Satu pertiga luas Afrika
Amerika Selatan 17.840.000 Tampak lebih kecil dari Eropa Hampir dua kali luas Eropa

Proyeksi Equal Earth yang dirancang pada 2018 oleh tim kartografer internasional—Bojan Šavrič, Tom Patterson, dan Bernhard Jenny—berhasil mempertahankan keindahan kurvatur bumi tanpa mengorbankan ketepatan rasio luas daratan. Proyeksi ini dinilai paling akurat untuk menggambarkan ukuran riil tiap benua secara adil.

Kronologi Pergeseran Standar Kartografi Dunia

  1. Tahun 1569: Gerardus Mercator memperkenalkan proyeksi Mercator yang menguntungkan navigasi garis lurus (rhumb line), namun mendistorsi skala daratan di kutub secara ekstrem.
  2. Tahun 1974: Arno Peters mempublikasikan proyeksi Gall-Peters untuk mengkritik bias kolonial Mercator, meski bentuk daratannya dikritik terlalu memanjang dan kaku.
  3. Tahun 2018: Diumumkannya proyeksi Equal Earth sebagai solusi modern yang menggabungkan estetika visual yang alami dengan keakuratan area luasan daratan secara akurat.
  4. Sidang Majelis Umum PBB: Pengesahan resolusi yang diusulkan negara Togo untuk memprakarsai penggantian peta di seluruh badan PBB dan lembaga pendidikan global.

Dengan disahkannya resolusi ini, PBB menginstruksikan seluruh badan di bawah naungannya, termasuk UNESCO dan UNICEF, untuk segera memperbarui peta cetak maupun digital mereka. Negara-negara anggota diimbau melakukan penyesuaian serupa pada kurikulum nasional guna memastikan generasi mendatang menerima pemahaman geografis bumi yang akurat dan objektif.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS lukman-hakim

Editor Ekonomi. Mantan analis pasar modal. Spesialisasi: makroekonomi, kebijakan moneter, dan perdagangan internasional.

Comments (0)

User