Sep 09, 2026
Hukum

LONDON — Mahkamah Agung Inggris Akui Guaido Terkait Emas Venezuela

Di balik dinginnya ruang sidang Mahkamah Agung Inggris di London, sebuah babak baru pertarungan geopolitik dan kekayaan negara resmi bergulir. Panel lima h

LONDON — Mahkamah Agung Inggris Akui Guaido Terkait Emas Venezuela

Di balik dinginnya ruang sidang Mahkamah Agung Inggris di London, sebuah babak baru pertarungan geopolitik dan kekayaan negara resmi bergulir. Panel lima hakim agung membatalkan putusan pengadilan banding sebelumnya, menegaskan pengakuan resmi pemerintah Inggris terhadap tokoh oposisi Juan Guaido sebagai kepala negara interim Venezuela. Keputusan ini membuka jalan lebar bagi kubu oposisi untuk menguasai cadangan emas batangan senilai hampir US$ 2 miliar (setara Rp28 triliun) yang kini tersimpan rapat di brankas bawah tanah Bank of England.

Perebutan Kendali Atas Cadangan Emas Bank of England

Sengketa hukum berskala internasional ini berakar dari tarik-menarik legitimasi kekuasaan di Caracas. Di satu sisi, Presiden Nicolas Maduro yang terpilih secara de facto memegang kendali penuh atas institusi militer dan birokrasi pemerintahan Venezuela. Di sisi lain, Juan Guaido memproklamasikan dirinya sebagai presiden sementara dengan dukungan kuat dari Amerika Serikat, Inggris, dan puluhan negara Barat sejak 2019.

Persoalan memuncak ketika Bank Sentral Venezuela (BCV) di bawah arahan Maduro mencoba mencairkan 31 ton emas tersebut dengan dalih mendanai pasokan medis serta mengatasi krisis ekonomi akut di dalam negeri. Namun, otoritas moneter Inggris menolak instruksi tersebut menyusul adanya klaim kepemilikan tandingan yang diajukan oleh dewan moneter ad-hoc bentukan Guaido.

"Pemerintah Inggris secara tegas dan tidak ambigu telah mengakui Juan Guaido sebagai presiden konstitusional Venezuela, sehingga pengadilan harus menghormati doktrin satu suara (one voice doctrine) dalam urusan luar negeri," tulis putusan panel hakim Mahkamah Agung.

Dilema Yuridis: De Jure Melawan De Facto

Pengadilan banding sebelumnya sempat memenangkan kubu Maduro dengan pertimbangan realitas lapangan: pemerintahan Maduro-lah yang secara nyata menjalankan roda pemerintahan di Venezuela setiap hari. Namun, Mahkamah Agung membatalkan logika tersebut. Para hakim agung menilai pengakuan diplomatik resmi oleh Kantor Luar Negeri Inggris bersifat mutlak dan tidak dapat digugurkan oleh fakta administratif di lapangan.

Pihak yang Bersengketa Status Klaim Tujuan Penggunaan Dana
Kubu Nicolas Maduro Penguasa de facto di Caracas Program bantuan kemanusiaan dan penanganan krisis ekonomi via PBB
Kubu Juan Guaido Diakui secara de jure oleh London Menjaga aset nasional agar tidak disalahgunakan rezim Maduro

Implikasi Geopolitik dan Kedaulatan Finansial

Putusan ini menciptakan preseden hukum yang sangat signifikan bagi perlindungan aset kedaulatan di yurisdiksi keuangan internasional. Pengacara yang mewakili Bank Sentral Venezuela kubu Maduro menegaskan bahwa langkah ini berisiko merusak reputasi London sebagai pusat penyimpanan aset global yang netral dan aman. Bagi kubu Maduro, penguasaan emas oleh entitas tanpa otoritas riil di Caracas merupakan perampasan kedaulatan.

Kasus ini kini dikembalikan ke Pengadilan Komersial London untuk menilai keabsahan putusan Mahkamah Agung Venezuela yang sebelumnya membatalkan seluruh penunjukan dewan ad-hoc Guaido. Selama proses peradilan tersebut berlangsung, cadangan emas puluhan triliun rupiah itu dipastikan tetap membeku di jantung sistem keuangan Inggris, jauh dari jangkauan rakyat Venezuela yang tengah didera krisis berkepanjangan.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS sarah-anjani

Reporter Perbankan. Meliput OJK, LPS, dan industri jasa keuangan.

Comments (0)

User