Jakarta — Raksasa produsen chip asal Amerika Serikat, Nvidia, memproyeksikan pertumbuhan pendapatan sebesar 70 persen pada tahun fiskal 2028, sebuah sinyal kuat bahwa permintaan terhadap kecerdasan buatan (AI) masih meledak. Proyeksi ini langsung mendorong harga saham perusahaan naik pada perdagangan after-hours, sekaligus meredakan kekhawatiran investor tentang risiko gelembung AI yang sempat membayangi pasar teknologi global.
Saham Nvidia selama ini dianggap sebagai barometer utama kesehatan ekonomi AI global. Namun, belakangan kinerja sahamnya justru tertinggal dibandingkan sektor semikonduktor secara keseluruhan di tengah aksi ambil untung (profit taking) yang melanda saham-saham teknologi. Proyeksi pertumbuhan yang agresif ini diharapkan mampu memulihkan kepercayaan pasar terhadap perusahaan yang dipimpin oleh Jensen Huang.
Nvidia Lampaui Ekspektasi Pasar
Pada kuartal terbarunya, Nvidia berhasil melampaui perkiraan pendapatan dan laba para analis. Pendapatan perusahaan tercatat mencapai 96,2 miliar dolar AS, lebih dari dua kali lipat dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Sementara itu, laba bersih melonjak 126 persen menjadi 59,7 miliar dolar AS.
- Hasil tersebut melampaui ekspektasi S&P Capital IQ yang memperkirakan pendapatan 92,1 miliar dolar AS dan laba 51,2 miliar dolar AS untuk periode yang berakhir 26 Juli.
- Pendapatan dari pusat data (data center), sumber penjualan terbesar Nvidia, naik 117 persen menjadi 89 miliar dolar AS.
- Perusahaan memproyeksikan pendapatan 108 miliar dolar AS untuk periode pelaporan berikutnya, plus atau minus 2 persen. Jika terealisasi, ini menjadi kali pertama Nvidia menembus 100 miliar dolar AS dalam satu kuartal.
Saham Nvidia sempat turun tipis pada perdagangan setelah jam bursa usai laporan keuangan dirilis. Kondisi itu terjadi karena investor mempertahankan ekspektasi yang sangat tinggi terhadap perusahaan idola pasar AI tersebut. Namun, saham langsung berbalik melonjak setelah Colette Kress, direktur keuangan (CFO) Nvidia, menyampaikan proyeksi pertumbuhan pendapatan pada earnings call.
"Kami masih terkendala pasokan. Jika tidak, kami bisa menggandakan pendapatan tahun depan," ujar Kress dalam earnings call.
Proyeksi pertumbuhan sebesar 70 persen itu jauh lebih tinggi dibandingkan konsensus analis Wall Street yang memperkirakan Nvidia tumbuh sekitar 50 persen. Kress menjelaskan bahwa permintaan chip AI, terutama GPU generasi terbaru untuk pelatihan model AI, masih jauh melampaui kemampuan produksi perusahaan. Kondisi ini membuat Nvidia terpaksa mengalokasikan pasokan secara selektif kepada pelanggan prioritas, termasuk perusahaan cloud besar dan pengembang model AI terkemuka.
Nvidia Bela Keputusan Beri Solusi Modal ke Pelanggan
Di tengah proyeksi pertumbuhan yang cemerlang, Nvidia juga membela keputusannya menyediakan solusi permodalan (capital solutions) kepada para pelanggannya. Langkah ini sebelumnya menuai sorotan sejumlah analis yang mempertanyakan risiko keuangan yang mungkin timbul dari skema pembiayaan tersebut.
Perusahaan menegaskan bahwa pemberian solusi modal merupakan bagian dari strategi mempercepat adopsi infrastruktur AI di kalangan pelanggan, terutama perusahaan teknologi dan penyedia layanan cloud yang membutuhkan investasi besar untuk membangun pusat data. Dengan skema ini, Nvidia berharap dapat menghilangkan hambatan pendanaan bagi pelanggan yang ingin memperluas kapasitas komputasi AI mereka.
Di sisi lain, langkah Nvidia memberikan solusi modal kepada pelanggan dinilai sebagai strategi untuk mengamankan permintaan jangka panjang. Sejumlah perusahaan rintisan AI dan penyedia komputasi awan kerap kesulitan mendapatkan pendanaan untuk membeli chip dalam jumlah besar. Dengan dukungan pembiayaan dari Nvidia, mereka diharapkan dapat segera membangun kapasitas komputasi dan memacu adopsi AI secara lebih luas.
Dampak bagi Ekonomi AI Global
Pencapaian Nvidia memiliki dampak besar bagi ekosistem AI global. Sebagai pemasok utama chip GPU yang digunakan untuk melatih dan menjalankan model AI, kinerja keuangan Nvidia menjadi indikator utama seberapa cepat industri AI tumbuh. Proyeksi pertumbuhan pendapatan 70 persen menjadi sinyal bahwa belanja infrastruktur AI dari perusahaan-perusahaan teknologi besar masih berlanjut.
- Permintaan chip AI diprediksi tetap tinggi seiring gencarnya investasi perusahaan teknologi besar dalam infrastruktur AI.
- Keterbatasan pasokan menjadi tantangan utama yang berpotensi membatasi pertumbuhan pendapatan Nvidia meski permintaan melonjak.
- Harga saham Nvidia diperkirakan tetap volatil karena ekspektasi investor yang sangat tinggi terhadap kinerja perusahaan.
Dengan proyeksi pendapatan yang melampaui ekspektasi pasar, Nvidia kembali menegaskan posisinya sebagai pemimpin pasar chip AI dunia. Namun, tantangan pasokan dan tekanan ekspektasi pasar akan terus menjadi ujian bagi perusahaan dalam mempertahankan momentum pertumbuhan hingga 2028. Investor pun akan mencermati langkah Nvidia dalam mengelola keterbatasan pasokan di tengah permintaan yang terus melonjak, dengan harapan momentum pertumbuhan ini tidak hanya bertahan, tetapi semakin menguat.
[SOCIAL_TWEET]: 🚀 Nvidia proyeksikan pertumbuhan pendapatan 70% pada 2028! Saham melonjak setelah CFO Colette Kress umumkan proyeksi di earnings call. Pendapatan kuartal terbaru tembus 96,2 miliar dolar AS. #Nvidia #AI #Saham #Beritadua[SOCIAL_TG]: 📊 Nvidia proyeksikan pertumbuhan pendapatan 70% pada 2028. Pendapatan kuartal terbaru tembus 96,2 miliar dolar AS, data center naik 117%. Saham melonjak di after-hours usai pengumuman CFO Colette Kress. Baca selengkapnya 👉 Beritadua.com
Comments (0)