Momen Haru di Balik Pemulihan: Wanita Bandung Korban Sekap yang Kini Rindu Mi Ayam

BANDUNG – Secercah cahaya harapan mulai menyelimuti proses pemulihan YTR (29), seorang perempuan asal Kecamatan Rancaekek, Kabupaten Bandung, yang menjadi korban penyekapan dan penganiayaan oleh ke

Jul 07, 2026 - 23:49
0 0
Momen Haru di Balik Pemulihan: Wanita Bandung Korban Sekap yang Kini Rindu Mi Ayam

BANDUNG – Secercah cahaya harapan mulai menyelimuti proses pemulihan YTR (29), seorang perempuan asal Kecamatan Rancaekek, Kabupaten Bandung, yang menjadi korban penyekapan dan penganiayaan oleh kekasihnya sendiri. Setelah menjalani perawatan intensif, kondisi kesehatan fisik dan mental sang korban dilaporkan terus menunjukkan perkembangan yang signifikan. Di tengah upayanya untuk kembali merajut kehidupan normal, sebuah permintaan sederhana dari bibir YTR justru sukses membuat pihak keluarga terenyuh.

Rindu Rasa yang Hilang Selama Tiga Tahun

Setelah terbebas dari jeratan sekapan yang berlangsung selama kurang lebih tiga tahun, hal pertama yang paling diinginkan YTR bukanlah barang mewah atau kompensasi material. Ia hanya menginginkan semangkuk mi ayam, makanan rakyat yang selama ini terasa begitu jauh dari hidupnya. Permintaan tersebut sontak langsung dikabulkan oleh keluarga tanpa berpikir panjang. Sang bibi, Erni Heryadi (39), menceritakan momen mengharukan ketika menyuapi keponakannya yang tengah terbaring lemah. Bagi Erni, permintaan mi ayam itu bukan sekadar soal selera, melainkan simbol bahwa YTR akhirnya bebas dan bisa menikmati hak-hak dasarnya sebagai manusia.

"Kondisi dia semakin bagus. Yang pertama dia minta cuma mi ayam. Mi ayam itu kan bukan hal mewah, mungkin selama ini dia nggak pernah bisa merasakan itu saat disekap. Saya sampai menyuapi dia dan rasanya campur aduk, sedih sekaligus lega melihat dia mau makan," ungkap Erni Heryadi, kepada media kami, Kamis (25/6/2026).

Berdasarkan laporan yang dihimpun, YTR diketahui mengalami kekerasan fisik dan mental yang ekstrem selama disekap oleh pelaku, seorang pria bernama Taufik Hidayat. Selama tiga tahun tersebut, korban tidak hanya kehilangan kebebasannya, tetapi juga haknya untuk mengakses makanan bergizi sesuai keinginannya. Pihak keluarga menduga, selama masa kelam itu, pelaku hanya memberikan makanan seadanya yang jauh dari kata layak, sehingga begitu korban merasa lebih baik, ingatan akan cita rasa mi ayam langsung meledak menjadi sebuah kerinduan yang mendalam.

Erni menambahkan bahwa hingga saat ini ia dan anggota keluarga lainnya terus berusaha membersamai YTR untuk memulihkan trauma berat yang dialaminya. Selain trauma psikologis, tubuh YTR juga memerlukan pemulihan fisik akibat luka-luka yang diderita selama dalam cengkeraman pelaku. Meski begitu, semangat YTR untuk sembuh dan kembali berkumpul bersama keluarga dinilai sangat tinggi. Keinginan sederhana seperti makan mi ayam dinilai sebagai langkah awal yang positif bagi korban untuk kembali mencintai dirinya sendiri dan lingkungannya.

Proses hukum terhadap Taufik Hidayat sendiri kini tengah ditangani oleh pihak berwajib. Aparat kepolisian terus mendalami motif serta kronologi lengkap kasus penyekapan sadis yang menggegerkan warga Rancaekek ini. Sementara itu, keluarga besar YTR kini lebih fokus pada pemulihan korban dan berharap kejadian serupa tidak lagi menimpa siapapun.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
mega-lestari

Reporter Internasional. Reporter isu internasional dan geopolitik.

Comments (0)

User