Massa Forum Rembug Kampung Kota Gelar Aksi di Balai Kota Jakarta, Suarakan Tiga Tuntutan Utama
Jakarta - Suara lantang dari warga kampung kota kembali menggema di pusat pemerintahan Ibu Kota. Massa yang tergabung dalam Forum Rembug Kampung Kota menggelar aksi di depan Balai Kota Jakarta, menya
Jakarta - Suara lantang dari warga kampung kota kembali menggema di pusat pemerintahan Ibu Kota. Massa yang tergabung dalam Forum Rembug Kampung Kota menggelar aksi di depan Balai Kota Jakarta, menyampaikan serangkaian tuntutan krusial yang dinilai mendesak untuk diwujudkan demi Jakarta yang lebih adil dan setara bagi seluruh warganya, terutama menjelang momentum Jakarta 5 Abad.
Dalam aksi tersebut, Forum Rembug Kampung Kota menyoroti tiga isu fundamental yang selama ini menjadi perjuangan utama mereka, yaitu pendidikan gratis, hunian layak, dan jaminan sosial. Massa menilai, akses terhadap ketiga hal ini merupakan hak dasar setiap warga negara yang seharusnya tidak terhalang oleh keterbatasan ekonomi atau status sosial, terutama di kota metropolitan sebesar Jakarta yang telah berusia hampir lima abad.
Pendidikan Gratis, Hunian Layak, dan Jaminan Sosial Jadi Sorotan
Tuntutan pendidikan gratis menjadi poin pertama yang disuarakan. Para peserta aksi menegaskan bahwa biaya pendidikan yang semakin tinggi menjadi penghalang utama bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu untuk meraih masa depan yang lebih baik. Mereka mendesak pemerintah untuk memperluas akses dan menghapus berbagai pungutan yang masih membebani orang tua murid, memastikan bahwa setiap anak di Jakarta mendapatkan kesempatan belajar yang setara hingga jenjang menengah atas, bahkan pendidikan tinggi.
Selain itu, isu hunian layak menjadi perhatian serius. Massa Forum Rembug Kampung Kota menggambarkan realitas pahit yang dihadapi banyak warga kampung kota, mulai dari ancaman penggusuran hingga kondisi tempat tinggal yang jauh dari standar kelayakan. Mereka menyerukan kebijakan yang berpihak pada warga, bukan malah mengusir mereka dari tanah tempat mereka berpuluh-puluh tahun tinggal. Solusi seperti perbaikan kampung (kampung susun) dan jaminan keamanan bermukim menjadi tuntutan yang konsisten mereka gaungkan.
Tak ketinggalan, jaminan sosial juga menjadi tuntutan yang tak kalah penting. Para peserta aksi menyampaikan bahwa banyak warga kampung kota yang bekerja di sektor informal tanpa memiliki jaring pengaman sosial, seperti BPJS Ketenagakerjaan maupun jaminan kesehatan yang memadai. Ketidakpastian ekonomi membuat mereka rentan jatuh ke dalam jurang kemiskinan saat menghadapi musibah, sakit, atau memasuki usia renta.
"Kami tidak sekadar meminta, kami menagih janji agar Jakarta yang telah berumur 5 abad bisa menjadi kota yang benar-benar inklusif dan adil bagi seluruh warga, tanpa terkecuali. Momentum ini harus menjadi refleksi, bukan sekadar seremoni," tegas salah satu perwakilan Forum dalam orasinya di hadapan massa.
Dengan membawa berbagai spanduk dan poster berisi pesan keadilan sosial, aksi yang berlangsung tertib ini menjadi pengingat bagi pemangku kebijakan bahwa masih banyak pekerjaan rumah yang harus diselesaikan. Mereka berharap suara-suara dari kampung kota dapat menjadi landasan pembangunan Jakarta yang lebih manusiawi dan berkeadilan di masa mendatang. Peringatan Jakarta 5 Abad dinilai sebagai momen tepat bagi pemerintah untuk membuktikan keberpihakan secara nyata, bukan hanya dalam bentuk pembangunan fisik, melainkan juga pembangunan kesejahteraan yang merata hingga ke lapisan masyarakat paling bawah.
Hingga berita ini diturunkan, massa Forum Rembug Kampung Kota masih terus menyuarakan aspirasinya, menunggu respons dan dialog konkret dari Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk menindaklanjuti ketiga tuntutan utama mereka tersebut.
Comments (0)