Marc Marquez Ungkap Keunggulan Rival Masa Lalunya, Sebut Jorge Lorenzo hingga Valentino Rossi

Marc Marquez baru-baru ini membagikan kenangannya tentang para rival yang pernah ia hadapi di lintasan balap selama masa mudanya. Pembalap yang dijuluki The Baby Alien itu mengaku banyak belajar dari

Jul 08, 2026 - 08:18
0 0
Marc Marquez Ungkap Keunggulan Rival Masa Lalunya, Sebut Jorge Lorenzo hingga Valentino Rossi
Marc Marquez baru-baru ini membagikan kenangannya tentang para rival yang pernah ia hadapi di lintasan balap selama masa mudanya. Pembalap yang dijuluki The Baby Alien itu mengaku banyak belajar dari sejumlah nama besar MotoGP, termasuk Jorge Lorenzo, Dani Pedrosa, Casey Stoner, hingga Valentino Rossi. Setiap rival, menurut Marquez, memiliki kelebihan unik yang membuatnya terkesan dan turut membentuk gaya balapnya sendiri. Marquez secara khusus menyoroti Jorge Lorenzo sebagai pembalap dengan konsistensi luar biasa. Dalam sebuah obrolan, ia mengungkapkan kekagumannya pada kemampuan Lorenzo menjaga ritme balapan. "Sepanjang satu balapan, catatan waktu putaran Lorenzo nyaris tidak pernah berubah drastis dari lap ke lap. Dia bisa mempertahankan kecepatan yang rata dari awal sampai finis," ujar Marquez. Tipe pembalap seperti itu, lanjutnya, tidak gampang ditemukan karena membutuhkan fokus dan kontrol motor yang sangat tinggi. Lorenzo tidak mengandalkan kecepatan eksplosif di awal, melainkan strategi menjaga momentum konstan yang sering kali merepotkan lawan-lawannya. Sementara itu, nama Dani Pedrosa juga meninggalkan kesan mendalam bagi Marquez. Kendati tidak banyak meraih gelar juara dunia, Pedrosa dikenal punya gaya balap yang halus dan teknis. Postur tubuhnya yang kecil memungkinkannya membawa motor lebih lincah di tikungan. Marquez mengakui, sejak naik ke kelas MotoGP, ia banyak mengamati bagaimana Pedrosa mengatur pengereman dan titik masuk tikungan. Ketelitian Pedrosa dalam membaca lintasan menjadi salah satu pelajaran berharga yang memengaruhi performa Marquez, terutama di sirkuit-sirkuit yang menuntut presisi tinggi. Adapun Casey Stoner, juara dunia dua kali, dikenang Marquez sebagai tipe pembalap penuh talenta alami. Stoner memiliki feeling luar biasa pada motor dan bisa melaju cepat bahkan dalam kondisi lintasan yang kurang ideal. Kecepatannya di tikungan kanan pada masa itu sulit ditandingi, dan Marquez menyebutnya sebagai salah satu lawan paling sulit diprediksi. Sayangnya, karier Stoner yang relatif singkat membuat duel langsung antara keduanya jarang terjadi, tetapi pengaruh gaya agresif Stoner tetap terlihat di generasi Marquez. Tak lengkap rasanya membahas rival masa lalu tanpa menyebut Valentino Rossi. Legenda asal Italia itu menjadi ikon dan sosok yang paling banyak dihadapi Marquez di masa awal karier kelas utamanya. Marquez menilai Rossi bukan sekadar pembalap cepat, melainkan juga ahli strategi dan psikologi di lintasan. Kemampuan Rossi membaca situasi balapan, memancing lawan melakukan kesalahan, hingga menentukan momen terbaik untuk menyalip merupakan keunggulan yang jarang dimiliki pembalap lain. Meski hubungan keduanya sempat memanas, Marquez tak menampik bahwa duel-duel melawan Rossi merupakan pengalaman paling berharga dalam perjalanan kariernya. Mengenang rival-rival tersebut, Marquez tampak menyadari bahwa setiap pembalap besar punya ciri khasnya masing-masing. Keberagaman kelebihan inilah yang membuat persaingan di era tersebut begitu sengit dan menarik untuk dikenang, sekaligus menjadi pelajaran berharga bagi dirinya hingga saat ini, seperti dilaporkan oleh tim jurnalis Beritadua.com.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
sarah-anjani

Fact Checker. Memverifikasi klaim politik dan narasi publik.

Comments (0)

User