Manila — Sorotan publik Filipina tertuju ke Gedung Senat ketika persidangan impeachment Wakil Presiden Sara Duterte resmi digelar, Senin (6/7) pukul 14.00 waktu setempat. Momen ini menjadi ujian besar bagi tata kelola politik negeri itu, sekaligus menorehkan sejarah: Sara tercatat sebagai pejabat publik pertama di Filipina yang dimakzulkan dua kali oleh Dewan Perwakilan Rakyat (House of Representatives).
Ketua Senat Chiz Escudero memimpin jalannya sidang sebagai presiding officer. Di hadapan majelis senator yang bertindak sebagai hakim, tim penuntut membacakan empat pasal dakwaan yang memberatkan putri mantan Presiden Rodrigo Duterte tersebut.
Empat Pasal Dakwaan yang Menjerat Sara
Dalam sidang perdana itu, jaksa penuntut menguraikan empat artikel impeachment yang menjadi dasar persidangan:
- Penyalahgunaan dana rahasia (confidential funds) yang diduga dilakukan Sara selama menjabat;
- Harta kekayaan yang tidak dapat dijelaskan asal-usulnya (unexplained wealth);
- Penyuapan terhadap pejabat Kementerian Pendidikan (DepEd), kementerian yang sempat dipimpinnya; dan
- Ancaman serius terhadap Presiden Ferdinand Marcos Jr. beserta keluarganya.
Dakwaan-dakwaan tersebut, jika terbukti, dapat berujung pada pemakzulan permanen serta larangan menduduki jabatan publik bagi Sara. Para pengamat menilai beban pembuktian kini berada di pundak penuntut, mengingat dukungan politik terhadap keluarga Duterte di Filipina masih sangat kuat, terutama di wilayah selatan negara itu.
Hanya 21 dari 24 Senator Hakim yang Hadir
Sidang berjalan dengan kekuatan majelis yang tidak penuh. Dari 24 senator yang seharusnya bertindak sebagai hakim, hanya 21 senator yang hadir secara fisik. Tiga kursi kosong karena alasan hukum yang rumit dan berlapis.
Senator Ronald "Bato" dela Rosa, misalnya, memilih bersembunyi karena menghadapi surat perintah penangkapan dari Mahkamah Pidana Internasional (ICC) terkait perang melawan narkoba era pemerintahan Rodrigo Duterte. Sementara itu, Senator Jinggoy Estrada telah ditahan dan diskors menyusul kasus penjarahan yang menjeratnya, dan Senator Rodante Marcoleta baru saja menyerahkan diri karena kasus serupa.
| Senator | Alasan Absen dari Sidang |
|---|---|
| Bato dela Rosa | Bersembunyi dari surat perintah penangkapan ICC terkait perang narkoba Rodrigo Duterte |
| Jinggoy Estrada | Ditahan dan diskors dalam kasus penjarahan (plunder) |
| Rodante Marcoleta | Menyerahkan diri kepada aparat, menghadapi kasus penjarahan |
Absennya tiga senator ini mengurangi kuorum sekaligus menambah lapisan drama politik pada persidangan yang diperkirakan berlangsung berbulan-bulan.
Saksi Kunci: Kolonel Raymund Lachica
Di tengah ketegangan sidang, nama Kolonel Raymund Lachica tiba-tiba mencuri perhatian. Mantan petugas pembayaran khusus (special disbursing officer) Kantor Wakil Presiden, Gina Acosta, berulang kali menyebut nama perwira tersebut sebagai penerima dana rahasia yang ditariknya pada 2022 dan 2023.
"Saya menyalurkan dana tersebut kepada Kolonel Raymund Lachica," ucap Acosta berulang kali kepada majelis.
Lachica bukan sosok sembarangan. Ia pernah menjadi petugas keamanan pribadi Wakil Presiden, sekaligus orang yang disebut-sebut menjalankan aktivitas rahasia di lapangan. Bahkan Acosta mengaku mengandalkan dokumen dari Lachica untuk memverifikasi pengeluaran rahasia Kantor Wakil Presiden.
Ketidakhadiran Lachica di kursi saksi memicu pertanyaan besar. Bahkan Escudero, sang ketua sidang, tak kuasa menahan diri untuk bertanya kepada tim penuntut.
"Saya pikir Anda tidak bisa mengabaikan fakta bahwa saksi telah menyebut nama satu kolonel tertentu," kata Escudero.
Pengakuan Acosta bahwa ia menyerahkan dana rahasia kepada pihak lain — yang melanggar aturan pemerintah — memang signifikan. Namun isu penyalahgunaan dana Kantor Wakil Presiden sejatinya bukan kabar baru bagi publik Filipina. Yang dibutuhkan penuntut kini adalah kesaksian yang menjadi "bom waktu" untuk menggerakkan opini publik, dan kesaksian Lachica dinilai bisa menjadi jawabannya.
Menanti Arah Persidangan
Pertanyaan terbesar kini menggantung: akankah penuntut benar-benar memanggil Lachica ke kursi saksi? Jika ya, persidangan bisa berubah menjadi panggung duel kesaksian paling dramatis dalam sejarah politik Filipina. Jika tidak, dakwaan penyalahgunaan dana rahasia berisiko kehilangan daya ungkitnya di mata publik.
Publik Filipina pun menanti dengan napas tertahan. Persidangan ini bukan sekadar soal nasib Sara Duterte, melainkan juga uji atas ketahanan demokrasi dan supremasi hukum Filipina di tengah pertarungan dua dinasti politik terbesar negeri itu.
[SOCIAL_TWEET]: Sidang impeachment Sara Duterte resmi dibuka di Senat Filipina: 21 senator hakim hadir, tiga absen karena kasus hukum. Nama Kolonel Raymund Lachica mencuat sebagai saksi kunci. #SaraDuterte #Impeachment[SOCIAL_TG]: UPDATE: Persidangan impeachment Wakil Presiden Filipina Sara Duterte resmi dimulai. Empat pasal dakwaan dibacakan, hanya 21 dari 24 senator hakim yang hadir. Ikuti terus perkembangannya hanya di Beritadua.com.
Comments (0)