MANILA — Dua peristiwa besar mewarnai pemberitaan Filipina pada Selasa, 25 Agustus 2026. Di satu sisi, hujan deras akibat monsun barat daya atau habagat memaksa sejumlah pemerintah daerah di Luzon Tengah dan Cordillera meliburkan kegiatan belajar-mengajar. Di sisi lain, kubu Wakil Presiden Sara Duterte membantah keras rumor pertemuan rahasia dengan Presiden Ferdinand Marcos Jr. yang beredar di tengah persidangan pemakzulan yang telah berjalan delapan pekan.
Berikut rangkuman lengkap kedua peristiwa tersebut beserta kronologi perkembangannya.
Hujan Habagat Melanda, Kelas Diliburkan di Sejumlah Daerah
Monsun barat daya atau habagat kembali memicu cuaca buruk di sebagian besar wilayah Filipina. Badan Meteorologi Filipina (PAGASA) sebelumnya memperingatkan potensi hujan lebat yang masih akan berlanjut, mendorong pemerintah daerah mengambil langkah antisipatif berupa penangguhan kelas tatap muka pada Selasa, 25 Agustus 2026.
Kebijakan ini diumumkan secara bertahap oleh pemerintah daerah melalui kanal resmi masing-masing. Berikut urutan pengumuman penangguhan kelas yang tercatat:
- Pemerintah Kabupaten Pampanga, Luzon Tengah, mengumumkan penangguhan kelas tatap muka untuk semua jenjang pendidikan di tiga wilayahnya, baik sekolah negeri maupun swasta.
- Wilayah Macabebe menetapkan penangguhan kelas untuk semua jenjang (publik dan swasta) hingga Rabu, 26 Agustus 2026.
- Wilayah San Simon menetapkan penangguhan hingga Jumat, 28 Agustus 2026, dengan pengecualian untuk Sekolah Terpadu Concepcion.
- Wilayah Santo Tomas juga menetapkan penangguhan kelas tatap muka hingga Jumat, 28 Agustus 2026.
- Di Wilayah Administratif Cordillera, Kabupaten Benguet mengumumkan penangguhan kelas di Atok untuk jenjang PAUD hingga SMA, baik negeri maupun swasta.
Daftar penangguhan kelas ini dipastikan masih akan diperbarui seiring pengumuman resmi terbaru dari otoritas lokal maupun nasional. Warga diimbau memantau kanal informasi resmi pemerintah dan menghindari aktivitas di luar rumah jika tidak mendesak, terutama di daerah rawan banjir dan tanah longsor.
Rumor Pertemuan Marcos-Duterte Mencuat
Di tengah cuaca buruk, panggung politik Filipina diramaikan kabar pertemuan pribadi antara Presiden Ferdinand Marcos Jr. dan Wakil Presiden Sara Duterte. Isu ini menjadi perbincangan hangat karena beredar di tengah persidangan pemakzulan terhadap Sara Duterte yang tengah berjalan di Senat.
Rumor tersebut langsung dibantah dengan nada tegas oleh kubu Duterte. Juru bicara sekaligus kuasa hukum pembela, Michael Poa, menyebut kabar itu sebagai fake news atau kabar bohong belaka.
"Fake news, fake news. Itu seperti kabar bohong yang menyebut saya dilempar laptop, atau semacamnya. Jadi semuanya palsu," ujar Poa kepada wartawan.
Menariknya, Poa mengaku telah mengonfirmasi langsung kepada Sara Duterte sebelum membantah kabar itu ke publik.
"Saya bertanya dan memastikannya kepadanya. 'Boleh saya sampaikan bahwa ini fake news?' Dan dia menjawab ya. Saya kira dia sudah mengetahuinya sebelum saya bertanya," kata Poa.
Malacañang: Tidak Dapat Mengonfirmasi
Di sisi lain, Istana Malacañang justru belum bisa memastikan kebenaran kabar tersebut. Pekan lalu, Malacañang menyatakan tidak dapat mengonfirmasi apakah pertemuan tersebut benar-benar terjadi. Juru bicara pers, Undersecretary Claire Castro, mengaku tidak mendapat informasi mengenai hal itu sehingga ia tidak bisa mengonfirmasi apa pun.
Ketika ditanya apakah Marcos bersedia bertemu dengan Duterte, Castro menegaskan bahwa sang presiden terbuka kepada seluruh warga negara.
"Kepada seluruh rekan senegara kita, kepada semua orang, presiden kami terbuka," ujar Castro.
Analisis: Siapa yang Diuntungkan dari Isu Rekonsiliasi?
Kemunculan rumor rekonsiliasi Marcos-Duterte di tengah persidangan pemakzulan memunculkan pertanyaan besar: siapa yang paling diuntungkan jika keduanya benar-benar berdamai? Pengamat menilai, bila pertemuan itu benar terjadi, hal ini dapat meredakan ketegangan politik tingkat tinggi dan berpotensi memengaruhi jalannya persidangan pemakzulan terhadap Sara Duterte.
Namun, dengan bantahan keras dari kubu Duterte dan sikap "tidak bisa konfirmasi" dari Malacañang, publik masih menanti kejelasan. Yang pasti, kedua isu ini — cuaca ekstrem yang melumpuhkan aktivitas sekolah dan dinamika politik tingkat tinggi — akan terus menjadi sorotan utama media Filipina dalam beberapa hari ke depan.
[SOCIAL_TWEET]: Hujan #habagat paksa sekolah di Pampanga & Benguet diliburkan hingga 28 Agustus. Sementara itu, kubu Duterte bantah keras isu pertemuan rahasia dengan Marcos: "Fake news!"[SOCIAL_TG]: ☔ Hujan #Habagat: sekolah di Pampanga & Benguet diliburkan sampai 28 Agustus. 🏛️ Kubu Duterte sebut isu pertemuan rahasia dengan Marcos sebagai #FakeNews. Malacañang: tidak bisa konfirmasi.
Comments (0)