Polisi Tembak Mati Buronan Kasus Mamasapano di Maguindanao Selatan

KOTA COTABATO — Seorang pria yang diduga penembak bayaran dan pelaku kejahatan narkoba, sekaligus buronan yang dicari terkait peristiwa baku tembak "Mamasa

Polisi Tembak Mati Buronan Kasus Mamasapano di Maguindanao Selatan

KOTA COTABATO — Seorang pria yang diduga penembak bayaran dan pelaku kejahatan narkoba, sekaligus buronan yang dicari terkait peristiwa baku tembak "Mamasapano SAF 44" pada 2015, tewas dalam baku tembak dengan aparat kepolisian di Maguindanao del Sur, Minggu (23/8/2026) pagi.

Penembakan terjadi saat petugas melaksanakan surat perintah penangkapan terhadap tersangka. Menurut keterangan awal kepolisian, tersangka menolak menyerahkan diri dan justru melepaskan tembakan ke arah aparat, sehingga petugas mengambil tindakan tegas dan terukur. Tersangka ditemukan tewas di lokasi dengan sejumlah luka tembak.

Kapten Steffi Salanguit, juru bicara Kepolisian Daerah Otonomi Bangsamoro (PRO-BAR), membenarkan peristiwa tersebut. Ia menyebut tersangka selama ini masuk dalam daftar pencarian orang (DPO) terkait keterlibatannya dalam peristiwa Mamasapano yang menewaskan 44 anggota kepolisian elite pada Januari 2015.

"Tersangka merupakan orang yang masuk daftar buronan terkait peristiwa bentrokan Mamasapano. Saat eksekusi surat perintah penangkapan, ia melawan dan menembaki petugas," kata Salanguit kepada wartawan.

Kronologi Baku Tembak di Maguindanao del Sur

Operasi penangkapan itu berlangsung di Maguindanao del Sur, salah satu wilayah hukum PRO-BAR. Tim gabungan dikerahkan sejak dini hari dan baru mendapati keberadaan tersangka pada Minggu pagi. Saat tim mendekat, tersangka yang sempat mencoba melarikan diri diduga melepaskan tembakan lebih dulu, memicu baku tembak singkat di kawasan pemukiman penduduk.

Polisi menyebut tersangka memiliki catatan kriminal panjang sebagai penembak bayaran sekaligus terlibat dalam peredaran narkoba. Kombinasi dua aktivitas ilegal itu menjadikannya target prioritas penegakan hukum di kawasan Mindanao. "Penegakan hukum di wilayah ini memang menghadapi tantangan besar, tetapi kasus-kasus lama tidak pernah ditutup begitu saja," ujar seorang analis keamanan di Cotabato yang enggan disebutkan namanya.

Jejak Peristiwa Mamasapano 2015

Peristiwa Mamasapano menjadi salah satu babak paling kelam dalam sejarah kepolisian Filipina. Pada 25 Januari 2015, sebanyak 44 anggota Pasukan Aksi Khusus (SAF) Kepolisian Nasional Filipina (PNP) tewas dalam operasi pengejaran teroris Zulkifli bin Hir alias Marwan dan Abdul Basit Usman di wilayah Mamasapano, Maguindanao. Operasi yang dikenal dengan nama Oplan Exodus itu berakhir dengan baku tembak sengit melawan kelompok bersenjata dan memicu gelombang kritik terhadap koordinasi intelijen saat itu.

Hingga kini, proses hukum terhadap sejumlah pihak yang terlibat dalam baku tembak tersebut masih terus bergulir. Penangkapan dan penembakan terhadap buronan terkait kasus ini menjadi sinyal bahwa kepolisian tidak akan berhenti mengejar para pelaku, meski kasus telah berusia lebih dari satu dekade.

Komitmen Penegakan Hukum di Bangsamoro

Kepolisian menegaskan operasi semacam ini bagian dari upaya menekan angka kejahatan di kawasan Otonomi Bangsamoro, khususnya praktik penembakan bayaran dan peredaran narkoba yang kerap mengganggu stabilitas keamanan. PRO-BAR menyatakan akan terus mengintensifkan operasi terhadap DPO lain yang masih berstatus buron.

Salanguit menambahkan, penyelidikan atas kematian tersangka tetap dilakukan sesuai prosedur, termasuk olah tempat kejadian perkara dan pengumpulan barang bukti. Ia mengimbau masyarakat tidak terprovokasi dan menyerahkan seluruh proses hukum kepada aparat.

Penembakan bayaran dan sindikat narkoba memang menjadi dua kejahatan yang kerap saling terkait di sejumlah wilayah Mindanao. Para pelaku biasanya berpindah-pindah lokasi dan bersembunyi di balik jaringan keluarga, sehingga penangkapan semacam ini menuntut kerja intelijen yang panjang dan berlapis.

Berikut fakta kunci peristiwa tersebut:

AspekKeterangan
LokasiMaguindanao del Sur
WaktuMinggu pagi
Status tersangkaDPO terkait peristiwa Mamasapano 2015
ProfilPenembak bayaran dan pelaku narkoba
Akhir kejadianTersangka tewas di lokasi

Kematian tersangka ini menutup satu lagi babak panjang dalam pengejaran para pelaku di balik tragedi yang merenggut nyawa puluhan polisi elite itu. Bagi keluarga korban SAF 44, keadilan memang tidak pernah datang sekaligus, tetapi setiap langkah aparat di lapangan adalah pengingat bahwa perjuangan itu belum usai.

[SOCIAL_TWEET]: Buronan terkait tragedi Mamasapano SAF 44 tewas dalam baku tembak dengan polisi di Maguindanao del Sur. Pelaku juga penembak bayaran dan pengedar narkoba. #SAF44 #Mamasapano #Filipina[SOCIAL_TG]: 🚨 BREAKING: Polisi tembak mati buronan kasus Mamasapano SAF 44 di Maguindanao del Sur. Tersangka melawan saat dieksekusi surat perintah penangkapan. — Beritadua.com

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
nadia-rahmawati

Reporter Nasional. Reporter isu nasional dan kebijakan publik.

Comments (0)

User