Warga Sukorahayu Hibahkan Tanah demi Percepatan Tanggul Gajah

LAMPUNG TIMUR — Pemerintah desa dan masyarakat Desa Sukorahayu, Kecamatan Labuhan Maringgai, Kabupaten Lampung Timur, menyatakan dukungan penuh terhadap pe

Warga Sukorahayu Hibahkan Tanah demi Percepatan Tanggul Gajah

LAMPUNG TIMUR — Pemerintah desa dan masyarakat Desa Sukorahayu, Kecamatan Labuhan Maringgai, Kabupaten Lampung Timur, menyatakan dukungan penuh terhadap pembangunan tanggul pembatas yang dirancang untuk meredam konflik antara manusia dan gajah Sumatra di wilayah itu. Tak hanya mendukung, warga bahkan siap menghibahkan sebagian tanahnya tanpa kompensasi demi mempercepat realisasi proyek.

Kepala Desa Sukorahayu, Afria Syahdi, membenarkan bahwa pembangunan tanggul telah mengantongi izin dan menjadi kesepakatan bersama antara petani dan perangkat desa. Pihaknya justru mendorong agar progres pembangunan segera berjalan dan dituntaskan dalam waktu dekat.

"Kalau dari kami, desa dan para petani sudah sepakat. Kami malah minta supaya progres pembangunannya segera jalan dan cepat diselesaikan," kata Afria.

Isu Hambatan Akses Warga Diluruskan

Dalam kesempatan itu, Afria juga meluruskan pemberitaan sebelumnya yang menyebut akses warga menuju sawah atau kebun terhambat akibat pembangunan tanggul. Ia menegaskan informasi tersebut tidak benar dan keliru besar.

"Kalau yang diberitakan akses warga terhambat ke sawah atau kebun itu tidak benar. Salah besar kalau dibilang begitu," ujarnya.

Menurut Afria, kenyataan di lapangan justru sebaliknya. Masyarakat menunjukkan antusiasme dan memberikan dukungan agar pembangunan tanggul segera direalisasikan. Bahkan, warga disebut bersedia menghibahkan sebagian tanahnya untuk kebutuhan pembangunan.

"Justru masyarakat mendukung. Warga siap menghibahkan tanahnya untuk tanggul ini," katanya.

Warga Rela Hibahkan Tanah Tanpa Kompensasi

Kesediaan warga menghibahkan lahan tanpa kompensasi menjadi sinyal kuat bahwa urgensi pembangunan tanggul benar-benar dirasakan langsung oleh masyarakat. Lahan yang disiapkan warga tersebut diharapkan mempercepat proses pembangunan tanggul sebagai salah satu upaya mengurangi konflik manusia dan gajah Sumatra di wilayah Sukorahayu.

Wilayah pesisir timur Lampung, termasuk Labuhan Maringgai, dikenal sebagai salah satu kantong konflik gajah Sumatra (Elephas maximus sumatranus). Gajah liar kerap keluar dari habitatnya dan memasuki lahan pertanian untuk mencari makan, terutama ketika sumber pakan alami di hutan menipis. Akibatnya, petani sering mengalami kerusakan tanaman hingga gagal panen.

Analisis: Mendesaknya Tanggul di Tengah Konflik Manusia-Gajah

Tanggul pembatas diharapkan menjadi garis pemisah permanen antara habitat gajah dan kawasan pertanian maupun permukiman. Selama ini konflik berlangsung dua arah: warga dirugikan secara ekonomi, sementara gajah Sumatra yang merupakan satwa dilindungi juga terancam keselamatannya saat terdesak masuk ke pemukiman warga.

"Pembangunan tanggul yang melibatkan partisipasi masyarakat seperti di Sukorahayu merupakan langkah yang tepat. Namun, efektivitasnya perlu didukung pengelolaan koridor satwa dan pemantauan rutin agar gajah tidak mencari jalur alternatif masuk ke permukiman warga," ujar seorang pengamat konservasi satwa liar yang mengikuti persoalan konflik manusia-gajah di Lampung.

Kesediaan warga menghibahkan tanah tanpa kompensasi menunjukkan tingginya kepercayaan masyarakat terhadap program ini. Meski demikian, keberlanjutan proyek tetap bergantung pada konsistensi pemerintah daerah dalam membiayai, menyelesaikan, dan merawat tanggul pascapembangunan.

AspekSebelum Ada TanggulTarget Setelah Tanggul
Perlintasan gajah ke lahan wargaSering terjadiBerkurang signifikan
Kerugian petaniGagal panen berkalaMinimal
Peran wargaTerkena dampak konflikHibah tanah tanpa kompensasi

Dengan dukungan yang telah bulat dari desa, petani, dan warga, kini tinggal menunggu realisasi pembangunan di lapangan. Kecepatan penyelesaian tanggul menjadi kunci agar konflik manusia dan gajah di Sukorahayu tidak berlarut-larut dan mengancam keselamatan serta mata pencaharian warga setempat.

[SOCIAL_TWEET]: Warga Sukorahayu siap hibahkan tanah tanpa kompensasi demi percepatan pembangunan tanggul gajah. Desa dan petani sepakat wujudkan solusi konflik manusia-gajah di Lampung Timur. #TanggulGajah #LampungTimur[SOCIAL_TG]: Warga Sukorahayu dukung penuh tanggul gajah, siap hibahkan tanah tanpa kompensasi. Kades minta progres pembangunan dipercepat agar konflik manusia-gajah di Lampung Timur segera teratasi.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
yudi-kurniawan

Analis Keuangan. Fokus pada pasar saham, obligasi, dan reksa dana. Pemegang sertifikasi CSA level 1.

Comments (0)

User