Luis Figo — Desak Presiden FIFA Infantino Mundur dari Jabatannya
Mantan megabintang tim nasional Portugal, Luis Figo, kembali menorehkan namanya di percaturan politik sepak bola global dengan serangan tajam terhadap fede
Mantan megabintang tim nasional Portugal, Luis Figo, kembali menorehkan namanya di percaturan politik sepak bola global dengan serangan tajam terhadap federasi tertinggi olahraga ini. Melalui pernyataan yang menggemparkan, legenda berusia 51 tahun tersebut secara terbuka mendesak Presiden FIFA Gianni Infantino untuk mundur dari kursi kepemimpinannya. Desakan tersebut dianggap sebagai bentuk kekecewaan mendalam terhadap arah pemerintahan FIFA di bawah pria asal Swiss tersebut, yang dinilai telah menyimpang jauh dari semangat sportivitas dan transparansi.
Sejarah Panas Figo dengan FIFA
Hubungan Figo dengan FIFA memang bukan tanpa sejarah. Pada tahun 2015, gelandang legendaris yang pernah membela Barcelona, Real Madrid, dan Inter Milan itu sempat mencalonkan diri sebagai Presiden FIFA. Namun, ia akhirnya memutuskan untuk mundur dari perlombaan tersebut, menyusul dinamika politik yang dinilainya tidak sehat dan tidak demokratis. Sejak saat itu, Figo kerap kali menyuarakan kritik pedas terhadap sistem birokrasi, kurangnya transparansi, serta praktik-praktik di tubuh federasi dunia yang dianggap masih mengusung budaya lama pasca-era Sepp Blatter.
Kronologi Kritik Figo terhadap Infantino
- 2015 – Kandidatur dan Pengunduran Diri: Figo maju sebagai calon Presiden FIFA dalam pemilihan yang akhirnya dimenangkan oleh Gianni Infantino. Dalam perjalanannya, Figo menarik diri dan mengungkapkan bahwa proses demokrasi dalam federasi tersebut hanyalah ilusi belaka, di mana dukungan nyata sangat sulit didapat tanpa perguliran kekuasaan yang mapan.
- 2016–2023 – Kritik Periodik: Sepanjang masa jabatan Infantino, Figo beberapa kali menyoroti kebijakan yang dianggap kontroversial, termasuk format Piala Dunia yang diperluas menjadi 48 negara mulai edisi 2026, dinamika pengelolaan keuangan FIFA pasca-skandal korupsi, serta dinamika politik dalam penunjukan tuan rumah berbagai turnamen besar.
- 2024 – Desakan Mundur: Dalam pernyataan terbarunya, Figo menegaskan bahwa Infantino telah gagal membawa reformasi substantif. Ia menilai kepemimpinan Infantino justru membawa FIFA kembali ke era kegelapan dengan kebijakan-kebijakan yang mengabaikan esensi sportivitas dan demokrasi sepak bola dunia.
Isu Utama di Balik Desakan Mundur
Figo mengemukakan sejumlah alasan mendasar di balik desakannya tersebut. Menurutnya, Infantino telah memimpin FIFA selama dua periode penuh tanpa mewujudkan janji-janji besar terkait transparansi dan akuntabilitas yang selama ini digaungkan. Selain itu, keputusan-keputusan strategis seperti perluasan partisipan Piala Dunia 2026 menjadi 48 tim dinilai lebih didorong oleh motif komersial dan keuntungan finansial semata ketimbang semangat pengembangan sepak bola di negara-negara berkembang.
Tidak berhenti di situ, Figo juga menyoroti relasi FIFA dengan pihak-pihak yang terlibat dalam kontroversi hak asasi manusia, terutama terkait penyelenggaraan turnamen-turnamen besar di negara-negara dengan rekam jejak demokrasi dan ketenagakerjaan yang buruk. Bagi Figo, mundurnya Infantino merupakan prasyarat mutlak agar sepak bola dunia bisa kembali pada jalur moral yang benar dan bebas dari tekanan kepentingan politik serta ekonomi yang berlebihan.
Dampak Pernyataan dan Tanggapan
Pernyataan Figo ini langsung mengundang perhatian luas dari komunitas sepak bola global. Sebagai salah satu pemain terbaik generasinya yang pernah meraih Ballon d'Or tahun 2000, memenangkan Piala Champions Eropa, serta mencatatkan lebih dari 100 penampilan bersama tim nasional Portugal, suara Figo dianggap memiliki bobot yang signifikan. Beberapa pihak dari komunitas pemain legendaris Eropa dilaporkan menyambut positif desakan tersebut, meskipun belum ada respons resmi dari kantor pusat FIFA di Zurich, Swiss.
Analis sepak bola global menyebut bahwa serangan frontal dari figur sekelas Figo bisa menjadi preseden buruk bagi Infantino, terutama menjelang berbagai agenda penting FIFA dalam beberapa tahun ke depan. FIFA saat ini mengelola pendapatan mencapai miliaran dolar AS dari berbagai sumber, termasuk hak siar dan sponsor, sehingga kritik dari internal legenda sepak bola dinilai bisa mempengaruhi opini publikinternasional. Figo menegaskan bahwa tanpa pergantian kepemimpinan yang tulus, sepak bola akan terus menjadi alat politik dan bisnis yang kehilangan jiwanya sebagai olahraga rakyat.
[SOCIAL_TWEET]: Legenda Portugal Luis Figo desak Presiden FIFA Gianni Infantino mundur. Apa dampaknya bagi dunia sepak bola? 🧵⚽ [SOCIAL_TG]: 🔴 Legenda Portugal Luis Figo desak Infantino mundur dari FIFA. Baca kronologi kritiknya sejak 2015 hingga desakan terbaru.
Comments (0)