Agustus bukan sekadar milik Indonesia. Di belahan dunia lain, bendera biru-putih bukan
Berdasarkan data sejarah internasional, minimal 20 negara memperingati hari kemerdekaan, hari republik, atau hari nasional di sepanjang Agustus. Fenomena i
Berdasarkan data sejarah internasional, minimal 20 negara memperingati hari kemerdekaan, hari republik, atau hari nasional di sepanjang Agustus. Fenomena ini tak lepas dari gelombang dekolonisasi besar-besaran pada paruh pertama abad ke-20, terutama pasca Perang Dunia II, serta runtuhnya blok komunis di Eropa Timur pada 1991. Bagi Indonesia, tanggal 17 Agustus 1945 adalah puncak perjuangan bangsa. Namun ternyata, dalam jarak yang berdekatan, sejumlah negara lain turut menyalakan obor kemerdekaannya.
Awal Agustus: Dari Pegunungan Alpen hingga Gurun Sahara
Gelombang perayaan dimulai sejak detik pertama Agustus tiba. Di Eropa Tengah, Konfederasi Swiss memperingati Hari Nasional pada 1 Agustus untuk mengenang pembentukan aliansi semenanjung pada 1291. Meski bukan kemerdekaan dalam arti modern, Rütli Oath menjadi fondasi bagi negara netral yang kini menjadi pusat keuangan dunia itu.
- 1 Agustus 1291: Swiss memperingati pembentukan konfederasi awal yang menjadi cikal bakal negara modern.
- 3 Agustus 1960: Niger merdeka dari Perancis. Negara gurun di Afrika Barat ini menjadi salah satu dari deretan koloni Prancis yang lepas pada "Tahun Afrika" 1960.
- 5 Agustus 1960: Burkina Faso, yang saat itu bernama Republik Volta Hulu, menyusul Niger merdeka dari kekuasaan Prancis.
- 6 Agustus 1825: Bolivia secara resmi memproklamasikan kemerdekaannya dari Spanyol, dipimpin oleh Simon Bolivar, sang libertador Amerika Latin.
- 6 Agustus 1962: Jamaika, pulau di Karibia, mengibarkan bendera hitam-hijau-kuningnya untuk pertama kalinya setelah lepas dari Britania Raya.
Pertengahan Agustus: Kiprah Asia dan Afrika
Memasuki minggu kedua Agustus, fokus perayaan bergeser ke kawasan Asia Pasifik dan Afrika. Di sinilah Indonesia berbagi irama kemerdekaan dengan bangsa-bangsa besar lainnya yang juga baru saja melawan penjajahan setelahPD II berakhir.
- 9 Agustus 1965: Singapura secara tak terduga dipisahkan dari Federasi Malaysia dan memproklamasikan dirinya sebagai negara kota merdeka. Lee Kuan Yew menangis saat berbicara di depan umum, namun negeri mungil itu kemudian melambung menjadi kekuatan ekonomi.
- 15 Agustus 1947: India, "permata mahkota" imperium Britania, merdeka setelah perjuangan panjang dipimpin Mahatma Gandhi dan Jawaharlal Nehru. Pembagian menjadi India dan Pakistan menyertai proklamasi ini.
- 15 Agustus 1945: Korea Selatan merayakan Gwangbokjeol atau "Hari Pemulihan Cahaya" untuk memperingati berakhirnya penjajahan Jepang. Meski kemudian terpecah menjadi dua, tanggal ini tetap menjadi hari nasional di Seoul.
- 17 Agustus 1945: Indonesia, dengan latar belakang ruang Proklamasi di Jalan Pegangsaan Timur, Soekarno-Hatta membacakan tekst proklamasi yang menggetarkan dunia. Tahun ini, RI merayakan HUT ke-80.
- 17 Agustus 1960: Gabon, negara di Afrika Tengah, melepaskan diri dari Prancis dan menjadi anggota Organisation internationale de la Francophonie.
Akhir Agustus: Runtuhnya Tembok Besi dan Lahirnya Bangsa-Bangsa Baru
Menjelang akhir bulan, Agustus kembali menyimpan catatan monumental. Gelombang kemerdekaan dari runtuhnya Uni Soviet pada 1991 menyebabkan lahirnya beberapa negara yang kini memperingati hari jadinya di bulan ini.
- 19 Agustus 1919: Afghanistan merdeka dari pengaruh Britania setelah Perang Dunia I, meski kemudian mengalami turbulensi politik berkepanjangan.
- 20 Agustus: Hungaria memperingati Hari Santo Stefanus (Istvan) sebagai hari nasional, mengenang penobatan raja pertama pada tahun 1000 yang mendirikan negara kerajaan Hongaria.
- 24 Agustus 1991: Ukraina mengumumkan kemerdekaannya dari Uni Soviet melalui Deklarasi Kemerdekaan yang disahkan oleh Verkhovna Rada.
- 25 Agustus 1825: Uruguay, setelah konflik panjang antara Spanyol, Portugal, dan Brasil, akhirnya menjadi negara merdeka dengan nama Republik Oriental Uruguay.
- 27 Agustus 1991: Moldova menyusul Ukraina melepaskan diri dari Uni Soviet, memilih untuk berdiri sendiri sebagai negara berdaulat.
- 31 Agustus 1957: Malaya, yang kemudian menjadi Malaysia, mengibarkan bendera Persekutuan Tanah Melayu bebas dari Britania Raya. Tunku Abdul Rahman menjadi perdana menteri pertama.
- 31 Agustus 1991: Kyrgyzstan melengkapi deretan republik Soviet yang merdeka di Agustus, setelah menyatakan kemerdekaan penuh di tengah bubarnya USSR.
Mengapa Agustus Menjadi Bulan Kemerdekaan Dunia?
Sejarawan menyebut Agustus sebagai "bulan dekolonisasi" akibat bertumpuknya momentum politik global. Pasca Perang Dunia II, kekuatan imperialis Eropa seperti Britania, Prancis, dan Belanda mengalami kelelahan ekonomi dan militer. Situasi ini dimanfaatkan oleh gerakan nasionalis di Asia dan Afrika untuk mengklaim kedaulatan. Sementara itu, runtuhnya Uni Soviet empat dekade kemudian menciptakan domino efek kemerdekaan di Eurasia.
Bagi Indonesia, kenyataan bahwa India merdeka dua hari sebelumnya (15 Agustus) dan Singapura merdeka tujuh hari setelahnya (9 Agustus) menunjukkan bahwa gelombang emansipasi pada 1945-1965 tidak mengenal batas geografis. Setiap tanggal di Agustus adalah pengingat bahwa kemerdekaan adalah hak segala bangsa, bukan anugerah dari siapapun.