Lampung Siapkan Generasi Sehat dan Cerdas di Ajang Nasional

BANDARLAMPUNG — Hiruk-pikuk khas pameran pembangunan mewarnai sudut-sudut Kota Tapis Berseri. Di tengah gegap gempita Bandar Lampung Expo, dua cerita penti

Jul 28, 2026 - 07:59
0 0
Lampung Siapkan Generasi Sehat dan Cerdas di Ajang Nasional

BANDARLAMPUNG — Hiruk-pikuk khas pameran pembangunan mewarnai sudut-sudut Kota Tapis Berseri. Di tengah gegap gempita Bandar Lampung Expo, dua cerita penting tentang masa depan daerah ini bergulir nyaris bersamaan: puluhan siswa terbaik bersiap mengukir prestasi di kancah nasional, sementara ribuan warga memanfaatkan layanan kesehatan cuma-cuma yang digelar oleh Dinas Kesehatan setempat. Kedua peristiwa ini menjadi potret bagaimana Lampung berinvestasi pada dua pilar utama pembangunan manusia: akal yang cemerlang dan raga yang prima.

Ajang Grand Final Olimpiade Festival Anak Berprestasi Indonesia (FABI) XV Tingkat Nasional 2026 tinggal menghitung hari. Sebanyak 56 siswa jenjang SD dan SMP asal Lampung dipastikan melaju ke babak pamungkas yang akan digelar di Malang, Jawa Timur, pada 25–26 Juli 2026. Mereka bukan sekadar perwakilan; mereka adalah hasil seleksi ketat dari sekitar 300 peserta se-Lampung yang sebelumnya bertarung di tingkat provinsi di SD Muhammadiyah 1 Bandar Lampung. Di Malang nanti, para duta akademik ini akan mengasah nalar kritis dan kreativitas dalam tiga mata lomba: Mathematics, Science, dan English.

Prestasi Akademik: Dari Ruang Kelas ke Panggung Nasional

Koordinator FABI Provinsi Lampung, Taufik Ikbal, M.Pd., menuturkan bahwa keberangkatan 56 finalis ini tidak lepas dari dukungan berbagai pihak, termasuk orang tua dan sekolah. “Kami memfasilitasi seluruh kebutuhan perjalanan agar para peserta bisa fokus bertanding. Mereka adalah aset Lampung yang harus kita jaga sekaligus kita dorong untuk terus berprestasi,” ujarnya. Kompetisi akan dipusatkan di dua lokasi bergengsi: Universitas Negeri Malang pada hari pertama dan Grand Mercure Malang Mirama di hari berikutnya, menambah bobot serta kemeriahan acara yang dikawal oleh Ketua Forum Pembinaan dan Pengembangan Potensi Peserta Didik Lampung (Fp3L), Ahmad Thohamudin.

Prestasi yang diukir para siswa ini sejalan dengan semangat yang juga terpancar di stan Dinas Kesehatan Kota Bandar Lampung. Stan itu, yang berdiri di tengah keramaian Expo, menawarkan lebih dari sekadar souvenir. Masyarakat bisa menjalani pemeriksaan tinggi dan berat badan, tekanan darah, serta cek kadar gula darah dan kolesterol—semuanya tanpa dipungut biaya sepeser pun. Antusiasme warga terlihat dari panjangnya antrean yang mengular sejak pagi.

Wajah Baru Layanan Kesehatan: Dari Skrining hingga Konsultasi Kecantikan

Kepala Dinas Kesehatan Kota Bandar Lampung, Muhtadi A. Temenggung, menyatakan bahwa kehadiran stan tersebut merupakan upaya jemput bola untuk mendekatkan layanan primer kepada publik. “Cek kesehatan gratis ini kami berikan untuk melihat kondisi kesehatan masyarakat yang berkunjung. Kami ingin warga sadar bahwa memantau kesehatan itu mudah dan bisa dimulai dari langkah kecil,” katanya di sela kegiatan.

“Cek kesehatan gratis ini kami berikan untuk melihat kondisi kesehatan masyarakat yang berkunjung. Pemeriksaan meliputi pengukuran tinggi badan, berat badan, tekanan darah, hingga cek kadar gula darah dan kolesterol. Ini bagian dari upaya kami mencapai target 46 persen penduduk yang terlayani skrining Tuberkulosis dan penyakit tidak menular,” papar Muhtadi.

Tak hanya skrining medis dasar, Dinkes juga menerjunkan tenaga gizi dari dinas dan puskesmas untuk memberikan konsultasi gizi dan kesehatan umum. Kejutan lain yang menyedot perhatian pengunjung adalah program Pojok Cantik, kolaborasi Dinkes dengan sejumlah klinik kecantikan di Bandar Lampung. Di pojok ini, warga bisa berkonsultasi tentang perawatan kulit dan estetika secara cuma-cuma. Langkah ini menunjukkan bahwa definisi “sehat” kini meluas: bukan hanya bebas dari penyakit, tetapi juga mencakup rasa percaya diri dan kesejahteraan psikologis.

Benang Merah: Investasi untuk Masa Depan

Jika ditarik benang merah, baik FABI maupun maraknya skrining kesehatan di Expo adalah wajah lain dari sense of urgency yang sama: Lampung ingin generasinya tumbuh sebagai pemenang. Di satu sisi, penguasaan matematika, sains, dan bahasa Inggris menjadi bekal bersaing di era global. Di sisi lain, target skrining 46 persen penduduk—terutama untuk Tuberkulosis—adalah wujud nyata pencegahan yang akan menyelamatkan ribuan nyawa dan menjaga produktivitas warga.

Koordinator FABI Taufik Ikbal menambahkan bahwa keberhasilan para siswa Lampung di ajang nasional bukan hanya soal medali. “Ini tentang membentuk mental juara sejak dini. Mereka akan bertemu teman-teman dari seluruh Indonesia, bertukar pengalaman, dan pulang dengan perspektif baru. Sama seperti warga yang kita layani di stan kesehatan: mereka pulang bukan hanya dengan hasil lab, tapi dengan pengetahuan untuk hidup lebih sehat,” ujarnya penuh optimisme.

Sementara itu, Muhtadi berharap momentum Expo mampu mengerek capaian program Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas) yang selama ini digaungkan. “Ke depan, kami akan gencar melakukan skrining TB door to door dan memanfaatkan momen keramaian seperti ini agar tidak ada warga yang luput dari deteksi dini,” tegasnya.

Bandar Lampung Expo yang semula hanya panggung hiburan dan dagang, kini menjelma menjadi katalisator perubahan sosial. Di balik hingar-bingar panggung dan gemerlap lampu stan, ada cerita tentang anak-anak yang mengepakkan sayap ke Malang, dan tentang orang dewasa yang memilih peduli pada tekanan darahnya. Dua narasi yang berbeda, namun sama-sama membisikkan pesan yang serupa: Lampung sedang membangun peradabannya, satu skrining dan satu medali sekaligus.

[SOCIAL_TWEET]: 56 siswa terbaik Lampung siap berlaga di Grand Final FABI XV nasional di Malang. Di saat yang sama, Dinkes Bandar Lampung gencarkan skrining kesehatan gratis di Expo untuk capai target 46% penduduk. Generasi sehat dan cerdas adalah investasi masa depan. #LampungBerjaya #FABI2026 #KesehatanGratis[SOCIAL_TG]: 🌟 56 siswa terbaik Lampung bersiap ke Malang untuk Grand Final FABI XV! Di sisi lain, Dinkes Bandar Lampung gelar skrining kesehatan gratis di Expo, lengkap dengan konsultasi gizi dan Pojok Cantik. Target: 46% penduduk terlayani skrining TB. Dua langkah satu tujuan: generasi unggul!

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User