Sep 09, 2026
Nasional

LAMPUNG — Hoaks Video Erupsi Gunung Anak Krakatau Gegerkan Warga

Sebuah unggahan video yang mengklaim memperlihatkan erupsi dahsyat Gunung Anak Krakatau mendadak viral di berbagai platform media sosial dalam beberapa har

LAMPUNG — Hoaks Video Erupsi Gunung Anak Krakatau Gegerkan Warga

Sebuah unggahan video yang mengklaim memperlihatkan erupsi dahsyat Gunung Anak Krakatau mendadak viral di berbagai platform media sosial dalam beberapa hari terakhir. Rekaman berdurasi pendek tersebut menampilkan lontaran material pijar dan kolom abu tebal yang membumbung tinggi, memicu kepanikan di kalangan warga pesisir Selat Sunda. Namun, penelusuran mendalam yang dilakukan tim verifikasi fakta membuktikan bahwa klaim tersebut sepenuhnya tidak benar atau hoaks.

Penyebaran disinformasi berbasis narasi bencana alam ini dengan cepat menyedot perhatian publik, terutama masyarakat di kawasan Banten dan Lampung yang memiliki trauma sejarah terhadap aktivitas vulkanik Krakatau. Beritadua.com melakukan penelusuran terhadap asal-usul video tersebut untuk membongkar bagaimana rekayasa informasi ini beredar luas di tengah masyarakat.

Bongkar Rekaman Lama dan Disinformasi Digital

Berdasarkan penelusuran digital menggunakan metode reverse image search dan pencocokan data arsip visual, video yang diklaim sebagai eruption terkini Gunung Anak Krakatau tersebut ternyata merupakan rekaman kejadian masa lalu yang diunggah ulang tanpa konteks waktu yang benar. Pembuat narasi sengaja memanfaatkan momentum peningkatan aktivitas minor gunung api untuk menciptakan sensasi dan clickbait demi meraih interaksi digital.

Hasil investigasi digital menemukan beberapa indikasi manipulasi konteks berikut:

  • Ketidakcocokan Visual: Rincian morfologi kawah dan arah hempasan material pijar dalam video tidak sesuai dengan kondisi riil morfologi Gunung Anak Krakatau saat ini setelah erupsi besar 2018.
  • Daur Ulang Dokumen: Video identik telah diunggah oleh beberapa akun YouTube pada tahun-tahun sebelumnya dengan peristiwa erupsi yang berbeda.
  • Eksploitasi Audio: Efek suara gemuruh dalam rekaman diduga kuat telah disunting untuk menambah kesan dramatis dan menakutkan bagi penonton.

Kondisi Riil Menurut Otoritas Vulkanologi

Menanggapi kesimpangsiuran informasi tersebut, pihak Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) meminta masyarakat untuk tidak langsung menelan mentah-mentah setiap video bencana yang beredar di linimasa. Monitoring ketat melalui stasiun pemantau di Pasauran, Banten, dan Hargopulis, Lampung, mengonfirmasi bahwa aktivitas gunung api tersebut berada dalam parameter yang tercatat resmi.

"Masyarakat diimbau untuk selalu memeriksa keabsahan informasi melalui saluran resmi MAGMA Indonesia atau rilis berkala PVMBG. Video viral yang beredar tersebut adalah informasi menyesatkan yang sengaja diembuskan oleh pihak tidak bertanggung jawab," tegas perwakilan tim tanggap darurat dalam keterangan resminya.

Pengamatan secara visual maupun kegempaan yang dilakukan oleh petugas pemantau menunjukkan bahwa Gunung Anak Krakatau tidak mengalami lonjakan aktivitas ekstrem sebagaimana yang digambarkan dalam video hoaks tersebut. Status gunung api dipastikan tetap berada dalam tingkatan yang terus dipantau secara real-time oleh para ahli.

Dampak Psikologis dan Pentingnya Literasi Digital

Penyebaran hoaks bencana alam bukan sekadar masalah salah informasi, melainkan ancaman nyata bagi keselamatan psikologis warga. Masyarakat pesisir yang berada di zona rawan tsunami kerap kali mengalami stres sekunder akibat maraknya rumor tak berdasar. Rasa cemas berlebihan dapat memicu tindakan panik yang tidak terarah, seperti evakuasi mandiri tanpa koordinasi yang justru membahayakan keselamatan jiwa.

Investigasi ini mempertegas pentingnya peningkatan literasi digital bagi pengguna media sosial di Indonesia. Sebelum membagikan (share) sebuah konten visual berunsur bencana, publik diharapkan menerapkan prinsip saring sebelum saring. Verifikasi tanggal pembuatan video, sumber pertama yang mengunggah, serta konfirmasi resmi dari lembaga berwenang seperti BMKG dan PVMBG menjadi benteng utama dalam menangkal gelombang disinformasi bencana di era digital.

Hasil verifikasi menunjukkan rekaman yang beredar merupakan konten lama yang diunggah ulang tanpa konteks. PVMBG meminta warga tidak panik dan hanya merujuk pada data resmi MAGMA Indonesia. Simak laporan mendalamnya di Beritadua.com.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS yudi-kurniawan

Analis Keuangan. Fokus pada pasar saham, obligasi, dan reksa dana. Pemegang sertifikasi CSA level 1.

Comments (0)

User