KONI Cianjur Apresiasi Perda Keolahragaan, Harapkan Dampak Positif Multisektor
Ruangan rapat paripurna DPRD Kabupaten Cianjur masih terasa hening ketika palu pimpinan sidang diketuk pada Kamis, 16 Juli 2026. Namun, ketukan itu justru
Ruangan rapat paripurna DPRD Kabupaten Cianjur masih terasa hening ketika palu pimpinan sidang diketuk pada Kamis, 16 Juli 2026. Namun, ketukan itu justru menjadi awal dari hiruk-pikuk baru di dunia olahraga Cianjur. Hari itu, Panitia Khusus (Pansus) 4 DPRD bersama Bupati Cianjur secara resmi mengesahkan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Keolahragaan menjadi Peraturan Daerah. Momen bersejarah yang ditunggu-tunggu oleh para pelaku olahraga, akhirnya tiba.
Sehari setelahnya, Jumat (17/7), Ketua Umum KONI Kabupaten Cianjur, Beny Rustandi, menyampaikan rasa syukur dan apresiasinya. Baginya, Perda ini adalah sebuah titik balik. "Pertama kami mengucapkan terima kasih kepada pemerintah daerah dan tentunya DPRD yang sudah mengesahkan Perda Keolahragaan," ujar Beny dengan nada lega. Kelegaan itu bukan sekadar formalitas—ini adalah jawaban atas bertahun-tahun kegelisahan tentang arah pembinaan atlet di Cianjur.
Perda Keolahragaan ini lahir sebagai turunan dari Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2022 tentang Keolahragaan. Namun, implementasinya di tingkat daerah seringkali tersendat. Tanpa regulasi lokal yang kuat, program pembinaan olahraga kerap berjalan tanpa arah, anggaran minim, dan sarana tidak memadai. Kini, Cianjur menjadi salah satu daerah yang mengambil langkah progresif.
Landasan Hukum yang Dinanti
Perda ini bukan hanya lembaran kertas bertuliskan aturan. Ia adalah fondasi hukum yang akan menopang seluruh ekosistem olahraga di Cianjur. Setelah disahkan, Pemerintah Daerah memiliki kewajiban untuk menyusun desain olahraga daerah, meningkatkan anggaran, serta membentuk organisasi perangkat daerah yang khusus menangani keolahragaan.
Ketua Pansus 4, Lukmanul Hakim, menegaskan urgensi perda ini. “Perda olahraga ini bukan sekadar penyempurnaan aturan, tetapi juga memiliki arti penting karena olahraga bisa dipandang dari berbagai aspek, mulai dari sosial budaya, ekonomi, hingga potensi daerah,” jelasnya. Ia menambahkan bahwa pemerintah daerah harus lebih serius membina dan memperkuat sektor olahraga. Tanpa keseriusan itu, prestasi hanya akan menjadi mimpi indah yang tak pernah terwujud.
Lebih dari Sekadar Prestasi
Beny Rustandi memahami bahwa olahraga tak hanya bicara medali. Visinya lebih luas. Ia melihat olahraga sebagai motor penggerak sektor lain. “Olahraga ini juga tidak hanya berbicara prestasi, tapi olahraga ini juga bisa mendorong sektor-sektor yang lain, misalkan sektor ekonomi dan pariwisata,” tuturnya. Bayangkan, sebuah event olahraga besar bisa mendatangkan ribuan penonton, memutar roda ekonomi lokal, dan memperkenalkan keindahan Cianjur ke mata dunia.
Pernyataan itu bukan tanpa dasar. Cianjur memiliki potensi wisata alam yang luar biasa—dari kebun teh hingga pantai. Dengan desain olahraga berbasis wisata (sport tourism), daerah ini bisa menggelar lomba lari lintas alam, sepeda gunung, hingga paralayang yang memadukan olahraga dan panorama alam. Perda ini membuka pintu bagi kolaborasi semacam itu.
Membangun Ekosistem Olahraga Berkelanjutan
Salah satu poin krusial dalam Perda Keolahragaan Cianjur adalah penekanan pada pembinaan berkelanjutan. Beny Rustandi menyebutkan, "Selanjutnya, Perda ini juga bisa menjadi landasan hukum dalam pengelolaan pembinaan dan pengembangan olahraga di Kabupaten Cianjur secara lebih terarah dan berkelanjutan tentunya." Artinya, program pelatihan tidak lagi sporadis—dari usia dini hingga senior, semua akan terintegrasi.
Lukmanul Hakim menambahkan, “Olahraga ke depan harus terus dibina dan diperkuat oleh pemerintah daerah, salah satunya melalui peningkatan anggaran. Selain itu, dengan diberlakukannya perda ini, pemerintah wajib membuat desain olahraga daerah sebagai amanat undang-undang.” Kata kuncinya adalah wajib. Dengan kewajiban itu, tidak ada lagi alasan untuk menelantarkan atlet.
Kini, bola berada di tangan Pemerintah Daerah Cianjur. Desain olahraga daerah harus segera disusun, dan perangkat organisasi dibentuk. KONI berharap prosesnya berjalan cepat karena persiapan menuju Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) dan event nasional lainnya terus bergulir. Tanpa struktur yang jelas, potensi atlet lokal hanya akan terbuang.
Di balik euforia pengesahan, ada harapan besar yang menggantung. Harapan bahwa Cianjur tak hanya dikenal dengan beras pandan wanginya, tetapi juga dengan atlet-atlet tangguh dan event olahraga yang mendunia. Perda Keolahragaan menjadi langkah pertama menuju mimpi itu. Palu sudah diketuk, saatnya berlari.
Pertanyaan yang Sering Diajukan
Tags: KONI Cianjur, Perda Keolahragaan, Beny Rustandi, DPRD Cianjur, Olahraga Daerah
Sosial Media:
[SOCIAL_FB]: KONI Cianjur menyambut gembira pengesahan Perda Keolahragaan sebagai tonggak baru pembinaan atlet dan pengembangan sport tourism. Bagaimana dampaknya bagi ekonomi dan pariwisata? Simak wawancara eksklusif kami.
[SOCIAL_THREADS]: Palu sidang paripurna diketuk. Cianjur resmi punya Perda Keolahragaan. 🏅✨ Ketua KONI Beny Rustandi: "Ini bukan cuma soal prestasi, tapi juga ekonomi dan pariwisata." Angin segar buat atlet muda Cianjur. #Olahraga #Cianjur
Comments (0)