Sep 18, 2026
Hukum

COTABATO CITY — Warga BARMM Gelar Pemilu Parlemen di Tengah Bayang Ketakutan

Suasana tegang menyelimuti jalanan Cotabato City saat ribuan warga melangkah menuju tempat pemungutan suara di seluruh kawasan Bangsamoro Autonomous Region

COTABATO CITY — Warga BARMM Gelar Pemilu Parlemen di Tengah Bayang Ketakutan

Suasana tegang menyelimuti jalanan Cotabato City saat ribuan warga melangkah menuju tempat pemungutan suara di seluruh kawasan Bangsamoro Autonomous Region in Muslim Mindanao (BARMM). Dalam pesta demokrasi yang telah berkali-kali mengalami penundaan ini, para pemilih datang membawa dua hal yang bertolak belakang: memori trauma atas rentetan kekerasan di pemilu masa lalu, serta harapan rapuh bahwa masa depan politik mereka kini bisa berubah menjadi lebih damai dan bermartabat.

Bayang-Bayang Kekerasan di Cotabato City

Bagi masyarakat di kawasan otonom Muslim Mindanao, bilik suara kerap kali menjadi arena yang mematikan. Ketakutan tersebut terbukti bukan sekadar kecemasan berlebih ketika letusan senjata api kembali mengguncang proses pemungutan suara. Insiden penembakan brutal pecah di Sekolah Dasar Central Pilot, Cotabato City, yang mengakibatkan satu orang tewas dan tiga lainnya mengalami luka-luka. Peristiwa tragis ini menjadi pengingat kelam bahwa demokrasi di wilayah ini masih diselimuti intimidasi dan ancaman nyawa.

Kabar penembakan tersebut dengan cepat menyebar dan memperketat kewaspadaan warga yang sedang mengantre di TPS lain. Keluarga-keluarga saling menelepon, mendesak kerabat mereka untuk segera pulang begitu surat suara selesai dicoblos demi menghindari bentrokan antar-faksi yang sering meletus tanpa peringatan.

Kesaksian Pemilih: Antara Trauma dan Harapan

Seorang pengamat pemilu lokal sekaligus pemilih asal Maguindanao del Norte yang menggunakan nama samaran "Nanding" mengungkapkan bagaimana trauma masa lalu terus membayangi langkah masyarakat menuju TPS. Kendati demikian, ia menolak untuk menyerah pada rasa takut.

“Rasa takut dan kebutuhan untuk sangat berhati-hati tidak pernah benar-benar hilang karena berdasarkan pengalaman saya pada pemilu-pemilu sebelumnya, situasi selalu sangat kacau dan diwarnai banyak kekerasan. Namun, saya bersyukur pemilu ini akhirnya dapat terlaksana,” ujar Nanding.

Kondisi kontras dirasakan oleh "Cindy", warga di Barangay Rosary Heights IV, Cotabato City. Datang ke TPS dengan kecemasan tinggi akibat atmosfer kota yang sangat tegang, Cindy bersiap menghadapi kekacauan. Namun, ia justru mendapati proses pemungutan suara di TPS-nya berjalan dengan sangat cepat dan teratur.

“Jujur saja, sangat mengejutkan bahwa semuanya berjalan lancar di dalam tempat pemungutan suara,” ungkap Cindy. Meskipun proses pencoblosan hanya memakan waktu beberapa menit, Cindy mengaku tetap cemas dan langsung menuruti nasihat keluarganya untuk segera kembali ke rumah usai mendengar kabar insiden penembakan di lokasi lain.

Dinamika Pemilu BARMM: Perbandingan Peralihan Kekuatan

Peralihan dari sistem politik tradisional yang dikuasai klan-klan lokal menuju sistem parlemen otonom di BARMM membawa pergeseran mendasar dalam peta dinamika pemilu kawasan. Tabel di bawah menggambarkan perbandingan antara kondisi pemilu masa lalu dengan proses pemilu parlemen saat ini:

Indikator Analisis Pemilu Era Lama (Tradisional) Pemilu Parlemen BARMM
Struktur Politik Dominasi klan politik lokal & patronase suku Representasi partai berbasis daerah otonom
Esktremitas Risiko Kekerasan masif, manipulasi massal suara Pengawasan ketat; insiden sporadis namun fatal
Respon Masyarakat Apatisme tinggi akibat ancaman fisik Partisipasi aktif yang dibentengi kewaspadaan

Ujian Panjang Otonomi dan Perdamaian Bangsamoro

Pemilihan parlemen ini merupakan tonggak sejarah penting dalam proses perdamaian yang panjang antara pemerintah Filipina dan kelompok perlawanan Muslim di Mindanao. Keberhasilan penyelenggaraan pemilu ini dipandang sebagai kunci utama untuk meletakkan fondasi pemerintahan mandiri yang akuntabel, memutus rantai kemiskinan, serta mengakhiri konflik bersenjata yang telah berlangsung selama puluhan tahun.

Kendati diwarnai insiden berdarah, keberanian warga untuk tetap menyalurkan hak suaranya menegaskan keinginan kuat masyarakat Bangsamoro akan perubahan. Penyelenggaraan pemilu ini membuktikan bahwa masyarakat Mindanao menaruh harapan besar pada mekanisme demokratis, meski jalan menuju stabilitas sejati masih panjang dan penuh tantangan.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS nadia-rahmawati

Reporter Nasional. Reporter isu nasional dan kebijakan publik.

Comments (0)

User