DPRD Cianjur Resmi Sahkan Perda Keolahragaan, Dorong Pembentukan OPD Olahraga

Suasana di ruang sidang paripurna DPRD Kabupaten Cianjur pada Kamis 16 Juli 2026 berlangsung penuh semangat. Panitia Khusus (Pansus) 4 bersama Bupati Cianj

DPRD Cianjur Resmi Sahkan Perda Keolahragaan, Dorong Pembentukan OPD Olahraga

Suasana di ruang sidang paripurna DPRD Kabupaten Cianjur pada Kamis 16 Juli 2026 berlangsung penuh semangat. Panitia Khusus (Pansus) 4 bersama Bupati Cianjur menuntaskan perjalanan panjang pembahasan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Keolahragaan. Ketukan palu pengesahan menandai titik balik penting: olahraga di bumi Cianjur kini memiliki landasan hukum yang lebih kokoh dan ambisius. Perda ini bukan sekadar formalitas administratif, melainkan sebuah roadmap strategis yang akan mengubah tata kelola dan ekosistem olahraga daerah secara fundamental.

Mengapa Perda Keolahragaan Ini Begitu Krusial?

Ketua Pansus 4, Lukmanul Hakim, dengan nada penuh keyakinan menegaskan bahwa produk hukum ini adalah langkah penyempurnaan amanat Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2022 tentang Keolahragaan. Namun, lebih dari itu, Perda ini dipandang sebagai instrumen pembangunan multiaspek. “Perda olahraga ini bukan sekadar penyempurnaan aturan, tetapi juga memiliki arti penting karena olahraga bisa dipandang dari berbagai aspek, mulai dari sosial budaya, ekonomi, hingga potensi daerah,” ujar Lukmanul. Pernyataan itu menegaskan bahwa Raperda ini lahir dari kesadaran kolektif: olahraga adalah katalis kemajuan masyarakat, bukan cuma ajang kompetisi.

Desain Olahraga Daerah dan Keharusan OPD Khusus

Salah satu butir paling progresif dalam Perda Keolahragaan adalah kewajiban pemerintah daerah untuk menyusun desain olahraga daerah. Dokumen ini akan menjadi cetak biru pengembangan olahraga terpadu, mulai dari pembinaan atlet muda, pengelolaan fasilitas, hingga ajang promosi. Lukmanul menekankan bahwa desain itulah yang nantinya menjadi dasar pembentukan organisasi perangkat daerah (OPD) khusus olahraga. "Jika ada organisasi khusus yang mengurus olahraga, kami yakin pembinaan akan lebih maksimal," tegasnya. Selama ini, urusan olahraga di Cianjur masih berinduk pada dinas yang menangani kepemudaan atau pendidikan secara umum, sehingga fokus dan anggarannya kerap terpecah. Dengan OPD mandiri, Cianjur akan mengikuti jejak sejumlah daerah yang sudah memiliki Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) dan merasakan lompatan prestasi serta pembinaan yang lebih sistematis.

Olahraga sebagai Pengungkit Ekonomi dan Magnet Wisata

Pansus 4 tidak berhenti pada aspek kelembagaan. Mereka mendorong agar olahraga dikembangkan sebagai daya tarik wisata dan pemicu ekonomi lokal. Bayangkan turnamen olahraga tradisional atau maraton alam yang digelar di kawasan wisata Cianjur; dampaknya bisa merembes ke hotel, kuliner, kerajinan, dan transportasi. Hal ini sejalan dengan semangat sport tourism yang kini menjadi tren nasional dan global. "Olahraga harus menjadi bagian dari potensi daerah yang bisa dijual," tambah Lukmanul, mengisyaratkan bahwa event olahraga bisa menjadi pintu masuk wisatawan sekaligus membanggakan identitas lokal. Perda memberikan dasar hukum bagi kolaborasi antara sektor olahraga, pariwisata, dan ekonomi kreatif, membuka peluang investasi dan sponsor yang selama ini sulit didapatkan karena ketiadaan payung regulasi yang jelas.

Anggaran yang Lebih Serius dan Komitmen Jangka Panjang

Salah satu pesan paling tegas dari Pansus 4 adalah permintaan agar pemerintah daerah lebih besar memberikan dukungan anggaran. Selama ini, keterbatasan dana menjadi alasan klasik mandeknya pembinaan, minimnya fasilitas, dan kurangnya kompetisi yang bisa diikuti atlet. "Pemerintah daerah harus lebih serius membina dan memperkuat sektor olahraga, salah satunya melalui peningkatan anggaran," kata Lukmanul. Perda yang baru disahkan ini membuka jalan bagi porsi anggaran olahraga yang lebih terukur dan pasti dalam APBD, tidak lagi sekadar sisasisa pos lain. Dengan demikian, potensi atlet lokal yang selama ini terpendam dapat diasah lebih optimal. Sekolah olahraga, peningkatan kualitas pelatih, serta perbaikan sarana seperti stadion dan lapangan latihan menjadi agenda yang kini diharapkan segera terwujud.

Langkah Selanjutnya dan Harapan Kolektif

Pengesahan Perda Keolahragaan adalah awal, bukan akhir. Eksekutif kini dituntut untuk segera menyusun peraturan pelaksana dan desain olahraga daerah, lalu merealisasikan pembentukan OPD khusus olahraga paling lambat sesuai tahapan rancangan pembangunan daerah. DPRD akan terus memantau jalannya implementasi agar tidak sekadar menjadi dokumen di atas kertas. Bagi para atlet, pelatih, komunitas, dan pencinta olahraga di Cianjur, Perda ini menyulut api harapan. Mereka menanti institusi yang benar-benar hadir untuk membina, mendukung, dan membawa nama Cianjur bersinar di kancah regional hingga nasional. Lukmanul menutup dengan optimisme, "Dengan perda ini, kita ingin olahraga bukan hanya sekadar hiburan, tapi menjadi karakter dan kebanggaan masyarakat Cianjur." Semangat itulah yang kini menjiwai setiap babak baru pengelolaan olahraga di Cianjur—sebuah lompatan yang ditunggu-tunggu sekian lama.

[SOCIAL_TWEET]: DPRD Cianjur resmi sahkan Perda Keolahragaan! Ini langkah penting untuk bangun OPD khusus olahraga, tingkatkan pembinaan, dan jadikan olahraga sebagai motor ekonomi daerah. #Cianjur #Olahraga #PerdaKeolahragaan[SOCIAL_TG]: 🏆 DPRD Cianjur sahkan Perda Keolahragaan! Olahraga bakal punya OPD khusus, anggaran naik, dan jadi daya tarik wisata. Selengkapnya baca di sini!

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User