Sep 17, 2026
Nasional

Kemenkes Imbau Warga Cermat Memilih Depot Air Minum Isi Ulang

Di balik gemerincing koin dan deru mesin pompa di sudut-sudut pemukiman padat, depot air minum isi ulang (DAMIU) telah lama menjadi penyelamat ekonomi ruma

Kemenkes Imbau Warga Cermat Memilih Depot Air Minum Isi Ulang

Di balik gemerincing koin dan deru mesin pompa di sudut-sudut pemukiman padat, depot air minum isi ulang (DAMIU) telah lama menjadi penyelamat ekonomi rumah tangga. Dengan selisih harga mencapai sepertiga dari produk bermerek, ribuan galon air mengalir setiap hari ke meja makan masyarakat. Namun, di balik kemudahan dan harga murah tersebut, tersimpan ancaman biologis tak kasat mata jika depot pengolahan abai terhadap standar sanitasi yang ketat.

Investigasi lapangan menunjukkan bahwa tidak semua depot air minum memiliki komitmen yang sama dalam menjaga sterilisasi. Sebagian unit usaha kerap mengabaikan pemeliharaan filter mikro dan lampu ultraviolet (UV), padahal komponen tersebut merupakan benteng utama dalam membunuh mikroorganisme berbahaya seperti Escherichia coli dan bakteri coliform fecal.

Anatomi Depot Air yang Higienis dan Legal

Kementerian Kesehatan menegaskan bahwa depot air minum yang layak konsumsi wajib mengantongi Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS) yang diterbitkan oleh Dinas Kesehatan setempat. Sertifikat ini menjadi bukti bahwa tempat, peralatan, serta operator telah memenuhi uji kelayakan berkala.

"Masyarakat tidak boleh hanya tergiur harga murah. Konsumen berhak menanyakan dan melihat langsung hasil uji laboratorium berkala yang seharusnya dipajang terbuka di dinding depot," ujar seorang pengawas sanitasi lingkungan.

Secara visual, tempat pengisian air yang bersih harus memiliki ruangan tertutup dan bebas dari paparan debu jalanan, asap kendaraan, serta serangga. Tandon penampungan air baku semestinya terbuat dari bahan tara pangan (food grade) seperti baja tahan karat (stainless steel) atau polietilena berstandar tinggi yang terlindung dari sinar matahari langsung untuk mencegah pertumbuhan lumut.

Parameter Kualitas Air Layak Minum

Untuk memastikan keamanan konsumsi, masyarakat perlu mengenali perbedaan mendasar antara depot yang terawat dan yang berisiko tinggi:

Parameter Depot Layak Konsumsi Depot Berisiko
Kondisi Fisik Air Jernih, tidak berbau, tidak berasa, dan tidak meninggalkan endapan. Keruh, berbau klorin menyengat atau apek, terasa pahit/kesat.
Sistem Sterilisasi Lampu UV menyala aktif saat pengisian, filter mikro diganti berkala. Lampu UV padam atau tabung filter kotor dan berlumut.
Kebersihan Galon Dicuci dengan air bersih bertekanan dan disanitasi sebelum diisi. Hanya dibilas sekilas tanpa proses pembersihan leher galon.

Langkah Konsumen Mengantisipasi Bahaya Kontaminasi

Kelalaian dalam memilih air minum dapat berujung fatal pada kesehatan pencernaan, mulai dari diare akut, tifus, hingga infeksi usus jangka panjang. Konsumen disarankan untuk melakukan pengawasan mandiri:

  • Periksa sertifikasi: Pastikan depot memasang hasil uji lab bakteriologis yang diperbarui setidaknya 1 kali setiap bulan.
  • Perhatikan higienitas operator: Operator harus mengenakan pakaian bersih, mencuci tangan secara teratur, dan tidak merokok saat menangani galon.
  • Kondisi galon pribadi: Bersihkan galon secara rutin di rumah dan hindari penggunaan galon yang sudah tergores parah atau retak di bagian dalam.

Kewaspadaan publik menjadi kunci utama dalam mendorong para pelaku usaha depot air minum untuk terus menjaga integritas kualitas air yang mereka distribusikan kepada masyarakat.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS sarah-anjani

Reporter Perbankan. Meliput OJK, LPS, dan industri jasa keuangan.

Comments (0)

User