Kemenag Sesalkan Insiden Saat Misa Penghiburan di Depok: Utamakan Dialog

**Beritadua.com, Jakarta** – Kementerian Agama (Kemenag) menyatakan keprihatinan mendalam terkait insiden yang terjadi saat pelaksanaan misa penghiburan di sebuah rumah warga di wilayah Cipayung, Ko

Jul 06, 2026 - 13:19
0 0
Kemenag Sesalkan Insiden Saat Misa Penghiburan di Depok: Utamakan Dialog
**Beritadua.com, Jakarta** – Kementerian Agama (Kemenag) menyatakan keprihatinan mendalam terkait insiden yang terjadi saat pelaksanaan misa penghiburan di sebuah rumah warga di wilayah Cipayung, Kota Depok. Pihak kementerian menilai peristiwa tersebut mencoreng semangat kerukunan yang selama ini dijaga bersama, sekaligus menegaskan pentingnya jalur dialog guna menyelesaikan perselisihan yang berkaitan dengan aktivitas keagamaan. Kepala Biro Hubungan Masyarakat (Humas) dan Komunikasi Publik Kementerian Agama, Thobib Al Asyhar, menyampaikan secara resmi keprihatinan tersebut dalam keterangannya pada Rabu (1/6/2026). Ia menekankan bahwa segala bentuk tindakan yang mengganggu peribadatan tidak mencerminkan nilai-nilai toleransi yang telah menjadi fondasi kehidupan berbangsa. Dalam laporan yang diterima media kami, Thobib mengajak seluruh warga untuk tidak membiarkan ketidakpahaman berujung pada aksi pembubaran atau intimidasi. Menurutnya, potensi konflik horizontal semacam ini hanya dapat diredam jika setiap pihak bersedia duduk bersama dan membangun komunikasi yang konstruktif. > “Kami menyesalkan terjadinya peristiwa tersebut. Tentu kami berharap kejadian serupa tidak terulang lagi,” kata Thobib kepada awak media.

Tekankan Pendekatan Persuasif dan Peran Tokoh Masyarakat

Lebih lanjut, Kemenag dalam laporan ini mendorong agar pendekatan persuasif menjadi rujukan utama. Thobib menjelaskan bahwa dialog antarwarga, khususnya yang melibatkan tokoh agama setempat, harus selalu dikedepankan sebelum opini publik berkembang ke arah yang tidak sehat. Kemenag berkomitmen memperkuat peran Kantor Urusan Agama (KUA) serta Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) di tingkat daerah untuk memediasi perbedaan yang muncul di tengah masyarakat. Insiden di Cipayung menjadi pengingat bahwa kebebasan beragama yang dijamin konstitusi memerlukan pengawalan bersama. Thobib menambahkan, sikap saling menghormati antarumat beragama bukan sekadar slogan, melainkan praktik nyata yang harus dirawat dalam keseharian. Ia meminta seluruh elemen masyarakat tidak gampang terprovokasi oleh informasi sepihak yang berpotensi memecah belah persaudaraan. Pihak Kemenag melalui keterangan resminya mengimbau agar kejadian ini diproses secara proporsional dan mengutamakan musyawarah. Jika ditemukan pelanggaran hukum, penyelesaian diharapkan tetap mempertimbangkan harmoni sosial jangka panjang. Langkah ini sekaligus menjadi bagian dari upaya merawat citra Indonesia sebagai negara yang menjunjung tinggi kebinekaan di tengah perbedaan keyakinan.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
arif-budianto

Editor Ekonomi. Editor analisis pasar dan bisnis.

Comments (0)

User