Kebakaran TPA Jatiwaringin Baru 40 Persen Padam, Heli Water Bombing Ditambah

Beritadua.com, Tangerang — Upaya pemadaman kebakaran di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Jatiwaringin, Kabupaten Tangerang, terus menunjukkan perkembangan. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNP

Jul 08, 2026 - 04:51
0 0
Kebakaran TPA Jatiwaringin Baru 40 Persen Padam, Heli Water Bombing Ditambah

Beritadua.com, Tangerang — Upaya pemadaman kebakaran di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Jatiwaringin, Kabupaten Tangerang, terus menunjukkan perkembangan. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan bahwa hingga hari ini, sekitar 40 persen area yang terbakar telah berhasil dipadamkan, sementara operasi pendinginan dan pemadaman di 60 persen wilayah sisanya masih terus digencarkan melalui jalur darat dan udara.

Kebakaran yang telah berlangsung selama enam hari ini memaksa ratusan warga sekitar untuk mengungsi. Data yang dihimpun oleh media kami menunjukkan sedikitnya 232 jiwa terpaksa meninggalkan rumah mereka demi menghindari dampak asap tebal yang menyelimuti permukiman di sekitar TPA.

"Saat ini 40% dari daerah terbakar sudah padam dan dilakukan pendinginan, upaya pemadaman melalui jalur darat maupun jalur udara masih dilakukan untuk 60% daerah terbakar yang masih belum padam meski sudah bisa dikendalikan," ungkap Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, dalam keterangannya, Minggu (5/7/2026).

Guna mempercepat proses pemadaman dan pendinginan, jumlah armada helikopter water bombing terus ditambah. Penambahan ini diharapkan mampu menjangkau titik-titik api yang sulit diakses oleh tim darat, mengingat kondisi medan di area TPA yang dipenuhi tumpukan sampah yang tidak stabil dan berpotensi longsor. Selain water bombing, petugas di lapangan juga terus melakukan penyekatan agar api tidak merembet ke area pemukiman warga.

Abdul Muhari menambahkan bahwa meskipun situasi masih dalam status darurat, pihaknya bersama pemerintah daerah dan instansi terkait terus berkoordinasi untuk memastikan keselamatan warga terdampak. Posko pengungsian dan pelayanan kesehatan juga telah disiagakan untuk mengantisipasi gangguan pernapasan akibat paparan asap.

Kebakaran di TPA Jatiwaringin ini menjadi salah satu insiden lingkungan yang mendapat perhatian serius. Selain mengganggu aktivitas warga, asap yang dihasilkan dari pembakaran sampah mengandung zat berbahaya yang dapat memicu ISPA dan penyakit lainnya. Tim medis dari Dinas Kesehatan setempat terus memantau kondisi para pengungsi, terutama kelompok rentan seperti anak-anak dan lansia.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada laporan korban jiwa dalam peristiwa ini. Namun demikian, kerugian material dan dampak ekologis dari kebakaran diperkirakan cukup signifikan. BNPB mengimbau agar masyarakat tetap waspada dan mengikuti arahan petugas di lapangan. Rencananya, operasi pemadaman besar-besaran akan terus berlangsung hingga seluruh titik api benar-benar padam dan area dinyatakan aman.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
lukman-hakim

Editor Analisis. Editor analisis mendalam isu publik.

Comments (0)

User