Kebakaran Hutan Dekati Permukiman, Petugas Berpacu Jinakkan Kobaran Api

Thessaloniki, Yunani — Kebakaran hutan besar melanda wilayah dekat Desa Liti, pinggiran kota Thessaloniki, Yunani, memicu perlombaan sengit bagi para petugas pemadam kebakaran untuk melindungi perm

Jul 06, 2026 - 13:16
0 0
Kebakaran Hutan Dekati Permukiman, Petugas Berpacu Jinakkan Kobaran Api

Thessaloniki, Yunani — Kebakaran hutan besar melanda wilayah dekat Desa Liti, pinggiran kota Thessaloniki, Yunani, memicu perlombaan sengit bagi para petugas pemadam kebakaran untuk melindungi permukiman warga yang berada dalam bahaya langsung. Insiden ini terjadi pada saat negeri tersebut tengah dilanda gelombang panas ekstrem yang memperburuk situasi dan mempersulit upaya pengendalian api.

Menurut laporan dari otoritas pemadam kebakaran Yunani, kobaran api pertama kali terdeteksi pada dini hari dan dengan cepat menyebar karena tiupan angin kencang serta vegetasi kering yang mudah terbakar. Kondisi ini menyebabkan api merambat dengan kecepatan mengkhawatirkan ke arah permukiman warga di Desa Liti, yang dihuni oleh lebih dari 100 keluarga. Ratusan petugas pemadam kebakaran dikerahkan ke lokasi dengan dukungan puluhan unit mobil pemadam, helikopter pengebom air, dan pesawat amfibi khusus untuk membantu meredam titik api dari udara.

"Kami bekerja tanpa henti. Prioritas utama kami adalah menyelamatkan jiwa dan harta benda penduduk yang rumahnya hanya berjarak kurang dari 500 meter dari garis api saat ini," ujar juru bicara Dinas Pemadam Kebakaran Yunani dalam keterangan resmi yang dikutip oleh laporan media kami, Beritadua.com.

Cuaca Panas Ekstrem Jadi Pemicu Utama

Yunani saat ini tengah menghadapi suhu udara yang mencapai 40-43 derajat Celsius di beberapa wilayah, termasuk kawasan Thessaloniki. Gelombang panas yang berkepanjangan ini menciptakan kondisi ideal bagi kebakaran hutan — tanah yang gersang, kelembapan rendah, dan angin kering menjadi kombinasi yang mematikan. Pemerintah setempat telah mengeluarkan peringatan bahaya kebakaran level tertinggi (Merah) untuk sebagian besar wilayah utara dan tengah Yunani, meminta warga untuk tidak melakukan aktivitas yang dapat memicu percikan api di area terbuka.

Penduduk Desa Liti yang berada di zona paling rawan mulai dievakuasi secara bertahap meskipun belum ada perintah resmi dari pemerintah daerah. Banyak warga memilih untuk mengungsi lebih awal demi keselamatan, membawa serta barang-barang berharga dan hewan peliharaan mereka. "Asap sudah sangat tebal dan kami bisa mendengar suara helikopter di atas kepala. Ini sangat menakutkan," kata seorang warga Liti, seperti dilaporkan oleh kontributor Beritadua.com di lapangan.

Upaya Udara dan Darat Dikerahkan Maksimal

Untuk mempercepat pemadaman, tim darurat nasional Yunani mengerahkan empat helikopter yang melakukan penyiraman air secara bergiliran, serta dua pesawat amfibi jenis Canadair yang mampu menjatuhkan ribuan liter air dalam satu kali terbang. Petugas di darat membangun sekat bakar dan memotong jalur api (fire break) untuk mencegah perambatan lebih lanjut ke arah permukiman warga. Koordinasi antara tim udara dan darat menjadi kunci dalam upaya pengendalian kebakaran ini.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada laporan resmi mengenai korban jiwa atau kerusakan bangunan yang parah di Desa Liti. Namun, layanan darurat setempat mengimbau masyarakat untuk tetap waspada dan mengikuti setiap instruksi dari pihak berwenang. Dua rumah sakit terdekat di Thessaloniki telah disiagakan untuk menerima pasien dengan masalah pernapasan akibat paparan asap tebal yang menyelimuti kawasan tersebut.

Perdana Menteri Yunani menyampaikan simpatinya melalui akun media sosial resmi dan memastikan bahwa seluruh sumber daya negara dikerahkan untuk menangani bencana ini, seraya mengingatkan bahwa perubahan iklim semakin meningkatkan frekuensi dan intensitas kebakaran hutan di wilayah Mediterania setiap tahunnya.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
arif-budianto

Editor Ekonomi. Editor analisis pasar dan bisnis.

Comments (0)

User