Karhutla Kalimantan Batalkan 24 Penerbangan, Ribuan Penumpang Terdampak
Berdasarkan data posko keselamatan penerbangan Kementerian Perhubungan per Rabu (19/8/2026), kabut asap pekat akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Tengah dan Kalimantan Selatan me...
Berdasarkan data posko keselamatan penerbangan Kementerian Perhubungan per Rabu (19/8/2026), kabut asap pekat akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Tengah dan Kalimantan Selatan memaksa sejumlah otoritas bandar udara mengubah jadwal operasional. Hingga pukul 12.00 WIB, tercatat 24 penerbangan dibatalkan dan 18 penerbangan lainnya mengalami penundaan di empat bandara utama, dengan jarak pandang turun hingga di bawah 500 meter pada jam-jam keberangkatan pertama.
Asap yang menyelimuti kawasan Pangkalan Bun, Kotawaringin Barat, sejak Selasa malam semakin pekat pada Rabu pagi. Kondisi serupa terpantau di Palangka Raya dan Banjarmasin. Otoritas bandara menetapkan status operasional terbatas dan membatasi pergerakan pesawat hingga jarak pandang pulih di atas ambang keselamatan. Sekitar 2.800 penumpang diperkirakan terdampak pembatalan maupun penundaan pada hari itu.
Empat Bandara Terdampak, Pangkalan Bun Paling Parah
Di Bandara Iskandar Pangkalan Bun, jarak pandang sempat tercatat hanya 400 meter pada pukul 06.00 WIB, jauh di bawah standar minimum pendaratan. Akibatnya, sembilan penerbangan dibatalkan dan dua lainnya dialihkan ke bandara terdekat. Bandara Tjilik Riwut Palangka Raya membatalkan delapan penerbangan setelah visibilitas menyentuh 450 meter, sementara Bandara Syamsudin Noor Banjarmasin mencatat empat pembatalan dan tujuh penundaan. Di Bandara Sultan Aji Muhammad Sulaiman Sepinggan Balikpapan, tiga penerbangan batal dan sebelas lainnya mengalami delay rata-rata dua jam.
Maskapai menyatakan penumpang yang terdampak dapat menjadwalkan ulang atau mengajukan pengembalian dana tanpa biaya tambahan. Petugas bandara juga menyiagakan layanan informasi dan pendampingan bagi penumpang yang terlantar. "Prioritas kami adalah keselamatan, bukan ketepatan jadwal," ujar seorang pejabat otoritas bandara yang enggan disebutkan namanya. Indeks standar pencemar udara (ISPU) di Pangkalan Bun sempat berada di level tidak sehat, memperkuat alasan pengetatan operasional.
Dua Sisi: Keselamatan Versus Roda Ekonomi Daerah
Di satu sisi, pembatalan dan penundaan adalah keputusan yang benar secara operasional. Standar keselamatan penerbangan mensyaratkan jarak pandang minimum tertentu untuk lepas landas dan mendarat; memaksakan operasi di bawah ambang itu hanya akan menaikkan risiko kecelakaan. Sikap hati-hati ini menjaga rekor keselamatan penerbangan nasional yang terus membaik dalam lima tahun terakhir.
Di sisi lain, gangguan ini menekan roda ekonomi daerah. Kalimantan Tengah mengandalkan penerbangan untuk mobilitas tenaga kerja, distribusi hasil perikanan dan perkebunan, serta arus wisatawan. Setiap hari operasional yang hilang berpotensi menahan pertumbuhan sektor jasa dan logistik. Para pengamat memperkirakan kerugian langsung dari pembatalan kali ini, termasuk kompensasi penumpang dan biaya operasional maskapai, dapat mencapai miliaran rupiah. Dalam jangka pendek, maskapai menanggung tambahan biaya bahan bakar untuk penerbangan pengalihan serta biaya akomodasi penumpang. Namun, permintaan perjalanan yang tertahan biasanya melonjak begitu operasional pulih, sehingga pendapatan maskapai berpeluang kembali normal dalam sepekan.
Mitigasi Pemerintah dan Proyeksi Pemulihan
Pemerintah telah mengerahkan helikopter water bombing dan melaksanakan teknologi modifikasi cuaca untuk mempercepat turunnya hujan di wilayah titik panas. Data pemantauan dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika menunjukkan jumlah titik panas (hotspot) di Kalimantan Tengah dan Barat mengalami kenaikan signifikan dibanding pekan sebelumnya, seiring musim kemarau yang lebih kering tahun ini. "Kunci pemulihan ada pada cuaca dan pengendalian sumber api di lapangan," kata peneliti kebakaran lahan dari lembaga riset lingkungan, yang mengingatkan bahwa sebagian besar titik api berasal dari pembukaan lahan.
Untuk jangka menengah, otoritas mendorong bandara menyiapkan prosedur operasi kabut asap, termasuk penyesuaian jam operasional dan koordinasi antarmaskapai. Tren karhutla tahun ini menjadi peringatan bagi pemerintah daerah untuk memperkuat patroli lahan gambut sebelum musim kering berikutnya. Fundamental permintaan perjalanan udara ke Kalimantan dinilai tetap kuat, ditopang proyeksi pertumbuhan ekonomi daerah dan sentimen positif sektor pariwisata, sehingga gangguan kali ini diproyeksikan bersifat sementara.
Yang jelas, pelajaran dari kejadian ini tidak hanya soal jadwal penerbangan. Kebakaran lahan gambut yang berulang setiap musim kemarau menuntut penanganan hulu-hilir yang konsisten, mulai dari pencegahan, penegakan hukum, hingga restorasi lahan basah. Selama sumber api belum bisa dikendalikan, risiko gangguan penerbangan akan terus menghantui setiap musim kemarau. Untuk hari ini, keselamatan tetap nomor satu, sementara pemulihan ekonomi daerah menunggu langit kembali cerah.
Comments (0)