Irjen Pol. Armed Wijaya: Profil dan Kinerja Kapolda Bengkulu

Irjen Pol. Armed Wijaya: Profil dan Kinerja Kapolda Bengkulu

Irjen Pol. Armed Wijaya: Profil dan Kinerja Kapolda Bengkulu

Profil Singkat

Irjen Pol. Armed Wijaya, S.I.K., M.Si. lahir di Palembang, Sumatera Selatan pada 3 Maret 1969. Ia merupakan lulusan Akademi Kepolisian (Akpol) tahun 1991. Sejak dilantik sebagai Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Bengkulu pada 27 Maret 2025 menggantikan Irjen Agus Salim, perwira tinggi bintang dua ini langsung mencuri perhatian publik. Sosoknya dikenal tegas namun humanis, dengan pembawaannya yang rendah hati. Armed merupakan polisi pertama di keluarganya dan memiliki hobi fotografi serta olahraga menembak. Pengalaman panjang di reserse kriminal menjadi bekal utama kepemimpinannya di provinsi berjuluk Bumi Rafflesia ini.

Karier dan Riwayat Jabatan

Karier Armed Wijaya di institusi Polri terbilang cemerlang dan berliku. Mengawali karier sebagai Pamapta Polres OKU Polda Sumsel, ia kemudian banyak menghabiskan masa dinas di Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum). Jabatan strategis pertama diembannya sebagai Kapolres Salatiga (2010), lalu Kapolres Sukoharjo (2012). Namanya mulai dikenal saat menjabat Kasubdit V Ditreskrimum Polda Metro Jaya pada 2014, dilanjutkan sebagai Kapolres Metro Jakarta Barat (2015) di mana ia sukses mengungkap berbagai kasus narkotika berskala besar. Puncak karier di reserse adalah saat ia dipercaya sebagai Wadirtipidum Bareskrim Polri (2018) dan Dirtipidum Bareskrim Polri (2020). Sebelum menjabat Kapolda Bengkulu, Armed adalah Wakapolda Sumatera Selatan (2023-2025). Pengalaman panjang di reserse ini membuat banyak pihak menaruh harapan besar pada gebrakannya di Bengkulu.

Kinerja dan Program Unggulan

Sejak menjabat Kapolda Bengkulu, Irjen Armed Wijaya meluncurkan sejumlah program inovatif. Program "Polisi Sahabat Petani" menjadi unggulan, di mana Bhabinkamtibmas aktif mendampingi petani dari masa tanam hingga panen, sekaligus memediasi konflik lahan yang kerap terjadi di Bengkulu. Selain itu, ia menginisiasi sistem patroli cyber untuk menekan angka kejahatan digital yang meningkat di kalangan generasi muda. Di bidang penegakan hukum, pada semester pertama 2025, Polda Bengkulu berhasil mengungkap jaringan narkoba internasional dengan barang bukti 12 kilogram sabu dan menangkap 18 tersangka. Angka kejahatan jalanan (street crime) juga dilaporkan turun signifikan sebesar 22 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya. Armed juga gencar melakukan pendekatan keagamaan dengan program "Jumat Curhat" bersama tokoh agama dan masyarakat untuk menyerap aspirasi langsung dari akar rumput.

Tantangan dan Harapan

Provinsi Bengkulu memiliki karakteristik geografis unik dengan garis pantai panjang dan kawasan pegunungan yang rawan bencana. Kapolda diharapkan mampu mengoptimalkan peran kepolisian dalam mitigasi bencana dan pengamanan wilayah perbatasan antar-provinsi. Tantangan lainnya adalah maraknya tambang ilegal di sejumlah kabupaten yang memerlukan koordinasi lintas sektor secara intensif. Harapan masyarakat Bengkulu cukup tinggi agar Polda Bengkulu di bawah komandonya mampu menciptakan situasi kamtibmas yang kondusif menjelang Pilkada Serentak 2026. Reformasi birokrasi internal dan peningkatan kesejahteraan personel juga menjadi pekerjaan rumah yang harus dituntaskan.

Pro dan Kontra

  • Pro: Rekam jejak panjang di reserse dengan puluhan kasus besar yang berhasil diungkap, termasuk kasus pembunuhan berantai dan narkoba jaringan internasional di era kepemimpinannya di Bareskrim. Program "Polisi Sahabat Petani" dinilai inovatif dan menyentuh langsung kebutuhan masyarakat Bengkulu yang mayoritas agraris. Gaya kepemimpinan yang tegas terhadap anggota bermasalah terbukti dengan dicopotnya tiga personel yang terlibat pelanggaran etik pada bulan pertama masa jabatannya. Pendekatan humanis melalui "Jumat Curhat" mendapatkan respons positif dari tokoh masyarakat dan pemuka agama setempat.
  • Kontra: Belum genap setahun bertugas di Bengkulu, sehingga program-program besarnya masih memerlukan evaluasi jangka panjang untuk mengukur efektivitas riil. Kritik muncul dari LSM lokal mengenai lambatnya penanganan beberapa kasus tambang ilegal yang sudah berlangsung bertahun-tahun. Beberapa kalangan menilai latar belakang reserse yang kental membuatnya kurang peka terhadap isu-isu pembinaan sumber daya manusia dan kesejahteraan personel di tingkat polres jajaran. Tingginya ekspektasi publik juga menjadi beban tersendiri di tengah keterbatasan anggaran dan personel yang dihadapi Polda Bengkulu.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User