Jalan di Pulogadung Amblas Selama 5 Bulan, Retakan Kini Capai 100 Meter
Kondisi Jalan Cinta di kawasan Pulogadung, Jakarta Timur, semakin mengkhawatirkan setelah beton jalan pecah dan terbelah akibat pergerakan tanah yang terus terjadi. Warga setempat melaporkan bahwa ke
Kondisi Jalan Cinta di kawasan Pulogadung, Jakarta Timur, semakin mengkhawatirkan setelah beton jalan pecah dan terbelah akibat pergerakan tanah yang terus terjadi. Warga setempat melaporkan bahwa kerusakan ini telah berlangsung selama lima bulan tanpa adanya penanganan berarti dari pihak terkait.
Ketua RT 11 RW 03 Pulo Gadung, Warjono, mengungkapkan keprihatinannya atas situasi yang semakin memburuk dari hari ke hari.
Awalnya amblas hanya sedikit, namun setiap hari terus bergeser dan semakin melebar. Jalan ini sudah rusak selama lima bulan, tetapi belum ada penanganan.
Menurut keterangan yang dihimpun, titik kerusakan yang semula hanya terjadi di sebagian kecil permukaan jalan kini telah meluas secara signifikan. Retakan dan penurunan permukaan tanah dilaporkan telah mencapai hampir sepanjang 100 meter, menciptakan pemandangan yang meresahkan bagi siapa pun yang melintas.
Warga semakin waswas lantaran kondisi ini tidak hanya mengganggu kenyamanan berkendara, tetapi juga berpotensi memicu kecelakaan lalu lintas yang serius. Kekhawatiran terbesar adalah kemungkinan adanya korban jiwa, terutama jika amblas terjadi secara tiba-tiba saat kendaraan melintas di atas permukaan jalan yang sudah rapuh tersebut.
Warjono menekankan bahwa warga telah berulang kali menyampaikan keluhan mengenai kondisi jalan ini, namun hingga saat ini respons yang diharapkan belum juga terlihat di lapangan. Minimnya penerangan di sekitar lokasi pada malam hari menambah risiko bagi pengendara yang tidak mengenal medan jalan dengan baik.
Beberapa warga terpaksa mengambil inisiatif sendiri dengan memasang tanda peringatan seadanya agar pengguna jalan lebih waspada. Namun, langkah tersebut dirasa belum cukup untuk mengatasi bahaya yang mengintai, terutama saat hujan turun dan membuat retakan tidak terlihat jelas.
Kondisi tanah yang terus bergeser juga menimbulkan pertanyaan mengenai stabilitas fondasi di sekitar area tersebut. Warga berharap agar pihak berwenang segera melakukan inspeksi menyeluruh dan tidak hanya melakukan penambalan sementara, melainkan perbaikan permanen yang bisa menghentikan pergerakan tanah.
Desakan agar pemerintah kota segera turun tangan semakin kuat, mengingat jalan ini merupakan akses penting bagi aktivitas harian warga. Keterlambatan penanganan dinilai akan memperbesar risiko dan biaya perbaikan di kemudian hari. Hingga berita ini diturunkan, tim liputan Beritadua.com masih menunggu konfirmasi resmi dari instansi terkait soal rencana perbaikan di lokasi tersebut.
Comments (0)