Jakarta — IHSG Ditutup Menguat pada Akhir Pekan

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengakhiri sesi perdagangan akhir pekan, Jumat (22/9/2023), di zona hijau setelah bergerak fluktuatif sepanjang hari. Pe

Jul 09, 2026 - 14:21
0 0
Jakarta — IHSG Ditutup Menguat pada Akhir Pekan

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengakhiri sesi perdagangan akhir pekan, Jumat (22/9/2023), di zona hijau setelah bergerak fluktuatif sepanjang hari. Pelaku pasar merespons kombinasi sentimen domestik yang kondusif dan dinamika global yang mulai mereda. Penguatan terjadi di tengah aksi beli selektif investor institusi dan ritel menjelang rilis data ekonomi domestik.

Sesi Pembukaan: Optimisme Pembukaan Pasar

  1. Pukul 08.45 WIB — Pra-pembukaan: IHSG diproyeksikan menguat terbatas mengikuti penguatan bursa Asia. Indikasi order beli lebih dominan di pasar negosiasi.
  2. Pukul 09.00 WIB — Pembukaan resmi: IHSG dibuka naik 15,2 poin (0,22%) ke level 6.951,6. Sebanyak 215 saham menguat, 128 melemah, dan 201 stagnan.
  3. Pukul 10.30 WIB — Indeks sempat terkoreksi tipis ke level 6.940,1 akibat aksi ambil untung sektor energi, namun kembali pulih dalam 15 menit.

Sesi I: Konsolidasi di Kisaran Sempit

  1. Pukul 11.00 WIB — IHSG bergerak di rentang sempit 6.945–6.970. Sektor keuangan (+0,8%) dan properti (+0,6%) menjadi penopang utama, sementara sektor teknologi melemah 0,4%.
  2. Pukul 11.30 WIB — Penutupan sesi I: IHSG bertengger di 6.960,5, naik 0,34% dari penutupan kemarin. Volume transaksi mencapai 8,2 miliar lembar saham.
  3. Pukul 12.00–13.00 WIB — Istirahat siang. Investor mencermati pernyataan pejabat Bank Indonesia yang mengisyaratkan suku bunga acuan akan ditahan hingga akhir tahun.

Sesi II: Aksi Beli Meningkat Jelang Penutupan

  1. Pukul 13.30 WIB — Sesi II dibuka dengan momentum positif. Indeks langsung melesat ke 6.975 didorong oleh saham-saham big cap perbankan.
  2. Pukul 14.45 WIB — IHSG menyentuh level tertinggi harian di 6.985,4. Investor asing mencatat net buy Rp 458 miliar, terutama di saham BBCA, BBRI, dan ASII.
  3. Pukul 15.00 WIB — Penutupan: IHSG bertahan di 6.977,45, menguat 41,03 poin atau setara 0,59% dibanding penutupan sebelumnya. Total nilai transaksi mencapai Rp 11,7 triliun dengan frekuensi 1,2 juta kali perdagangan.

Penguatan hari ini memutus tren koreksi tiga hari berturut-turut sebelumnya. Indeks sektor keuangan memimpin dengan kenaikan 1,2%, diikuti sektor infrastruktur (+0,9%) dan properti (+0,7%). Sembilan dari sebelas indeks sektoral ditutup di teritori positif.

Analisis Pro dan Kontra Penguatan IHSG

Pro:

  • Sinyal Bank Indonesia yang akan menahan suku bunga acuan pada September 2023 meredakan kekhawatiran kenaikan biaya pinjaman korporasi.
  • Net buy investor asing senilai Rp 458 miliar memperlihatkan kepercayaan terhadap fundamental pasar modal Indonesia.
  • Mendekati akhir kuartal III, aksi window dressing mulai terlihat di saham-saham unggulan.
  • Data inflasi domestik yang terkendali memberi ruang bagi konsumsi dan laba emiten.

Kontra:

  • Ketidakpastian global masih tinggi, terutama potensi kenaikan lanjutan suku bunga The Fed pada November 2023 yang dapat memicu arus keluar modal dari pasar negara berkembang.
  • Harga komoditas energi yang melemah menekan prospek emiten tambang dan turut membatasi penguatan indeks sektor energi.
  • Koreksi di sektor teknologi (-0,4%) mengindikasikan kehati-hatian investor terhadap saham dengan valuasi tinggi.
  • Volume transaksi meskipun besar namun masih didominasi oleh transaksi jangka pendek, menandakan sentimen spekulatif masih kental.

Dengan penutupan di 6.977, IHSG kini hanya terpaut sekitar 0,5% dari level psikologis 7.000 yang menjadi resisten kuat. Pasar akan mengamati rilis data neraca perdagangan dan rapat dewan gubernur Bank Indonesia pekan depan sebagai katalis lanjutan.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User