JAKARTA — Budi Kurniawan Resmi Pimpin PT Bach Multi Global Tbk

PT Bach Multi Global Tbk (BACH) menandai babak baru dalam struktur kepemimpinannya. Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPS-LB) yang digelar pada 12 Jun

Jul 09, 2026 - 14:08
0 0
JAKARTA — Budi Kurniawan Resmi Pimpin PT Bach Multi Global Tbk

PT Bach Multi Global Tbk (BACH) menandai babak baru dalam struktur kepemimpinannya. Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPS-LB) yang digelar pada 12 Juni 2025 secara resmi mengangkat Budi Kurniawan sebagai Direktur Utama baru, menggantikan posisi yang sebelumnya dijabat oleh pelaksana tugas. Keputusan ini langsung berlaku efektif sejak tanggal penutupan rapat dan disambut beragam reaksi dari pelaku pasar serta analis industri.

Kronologi Pengangkatan

Proses transisi kepemimpinan di tubuh BACH berlangsung selama tiga bulan terakhir, dimulai dari pengunduran diri direktur utama sebelumnya pada Maret 2025 akibat alasan kesehatan. Berikut urutan peristiwanya:

  1. 10 Maret 2025 — Direktur Utama sebelumnya, Hasanudin Prasetyo, mengajukan pengunduran diri. Dewan Komisaris menunjuk Direktur Keuangan sebagai pelaksana tugas sementara.
  2. 20 April 2025 — Komite Nominasi dan Remunerasi mengumumkan tiga kandidat internal dan eksternal, termasuk Budi Kurniawan yang saat itu menjabat Direktur Operasional BACH sejak 2022.
  3. 12 Juni 2025 — RUPS-LB menyetujui pengangkatan Budi Kurniawan dengan perolehan suara 87,3% dari total pemegang saham yang hadir.
  4. 13 Juni 2025 — Keterbukaan informasi disampaikan ke Bursa Efek Indonesia dan OJK, lengkap dengan rencana strategis 100 hari pertama.

BACH, emiten berkode saham BACH yang bergerak di sektor perdagangan dan distribusi peralatan energi terbarukan, tengah berada dalam fase ekspansi. Perusahaan menargetkan peningkatan kapitalisasi pasar hingga Rp1,2 triliun pada akhir 2026 serta memperluas jaringan distribusi ke 15 provinsi baru. Budi Kurniawan, 48 tahun, membawa pengalaman lebih dari dua dekade di industri energi, termasuk peran senior di perusahaan pembangkit listrik swasta sebelum bergabung dengan BACH.

Perspektif Pasar dan Industri

Pengangkatan Budi Kurniawan memantik proyeksi beragam. Secara fundamental, BACH mencatatkan pertumbuhan pendapatan tahunan rata-rata 14% dalam tiga tahun terakhir, tetapi margin laba bersihnya tertekan di kisaran 6–8% karena beban investasi ekspansi. Analis memperhatikan bahwa latar belakang operasional sang dirut baru bisa menjadi pedang bermata dua: di satu sisi memperkuat efisiensi rantai pasok, di sisi lain berpotensi memperlambat diversifikasi bisnis ke segmen distribusi digital yang sebelumnya dicanangkan jajaran direksi periode lalu.

Dalam pemaparan publik virtual usai RUPS, Budi Kurniawan menekankan tiga pilar utama: optimalisasi aset logistik, peningkatan investasi pada panel surya residensial, dan kemitraan strategis dengan penyedia teknologi pemantauan energi berbasis AI. "Kami tidak akan meninggalkan cetak biru yang sudah ada, tetapi prioritas akan diarahkan pada strategi yang memberikan arus kas jangka pendek sambil memperkuat fondasi jangka panjang," ujarnya.

Analisis Dua Sisi

Pergantian nahkoda di tengah masa transisi energi nasional membawa peluang sekaligus risiko yang perlu dicermati pemegang saham minoritas. Berikut rincian perspektifnya:

Pro:
  • Pengalaman langsung Budi di operasional dan rantai pasok dapat memangkas biaya logistik yang selama ini menjadi komponen beban terbesar, mencapai 34% dari total biaya operasional.
  • Pengangkatan kandidat internal menjaga kesinambungan budaya perusahaan dan mempercepat eksekusi program yang sedang berjalan.
  • Komitmen memperkuat segmen panel surya sejalan dengan insentif pemerintah untuk energi terbarukan, membuka potensi pendapatan baru yang berkelanjutan.
Kontra:
  • Fokus pada efisiensi operasional berisiko menunda rencana diversifikasi ke platform penjualan daring yang telah dianggarkan sebesar Rp80 miliar dalam rencana belanja modal 2025.
  • Perubahan prioritas di tengah jalan dapat menimbulkan friksi internal, khususnya dari tim yang telah menyusun peta jalan digitalisasi di bawah direksi sebelumnya.
  • Rekam jejak Budi di sektor energi memang solid, namun portofolionya di distribusi multikanal masih terbatas — menjadi faktor ketidakpastian di tengah persaingan industri yang kian terintegrasi secara vertikal.

Harga saham BACH bergerak fluktuatif pada sesi perdagangan pasca-pengumuman, ditutup naik tipis 0,8% ke level Rp462 per lembar. Volume transaksi meningkat 27% di atas rata-rata harian, mengindikasikan minat investor yang mencermati langkah awal manajemen baru.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User