Istri Wiranto Wafat, Ini Profil Lengkap Rugaiya Usman
Kabar duka menyelimuti keluarga besar Jenderal (Purn) TNI Wiranto. Sang istri tercinta, Hj. Rugaiya Usman, meninggal dunia pada Senin (17/11/2025) di Rumah
Kabar duka menyelimuti keluarga besar Jenderal (Purn) TNI Wiranto. Sang istri tercinta, Hj. Rugaiya Usman, meninggal dunia pada Senin (17/11/2025) di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat Gatot Soebroto, Jakarta, setelah menjalani perawatan intensif akibat penyakit kronis yang dideritanya. Kepergian perempuan sederhana yang selama lebih dari setengah abad mendampingi salah satu tokoh militer dan politik paling berpengaruh di Indonesia ini menyisakan duka mendalam serta jejak keteladanan yang langka.
Masa Kecil dan Pertemuan dengan Wiranto Muda
Rugaiya Usman lahir di Yogyakarta pada 14 Agustus 1948 sebagai putri pertama pasangan H. Usman dan Hj. Syamsiah. Ayahnya adalah seorang pedagang batik terpandang di Pasar Beringharjo yang mendidik anak-anaknya dengan nilai kesederhanaan dan kemandirian. Ia menempuh pendidikan di Sekolah Kepandaian Putri (SKP) Muhammadiyah, lalu melanjutkan ke Sekolah Guru Agama (SGA) Negeri Yogyakarta, mencerminkan latar belakangnya yang religius sekaligus berorientasi pada pengabdian.
"Ibunda adalah sosok yang tak pernah lelah mengingatkan kami untuk tetap membumi. Bahkan ketika ayah menjabat posisi tertinggi di militer, kehidupan rumah tangga kami biasa saja—tidak ada kemewahan yang mencolok," kenang salah seorang anaknya dalam doa pelepasan jenazah.
Pertemuan dengan Wiranto terjadi di Yogyakarta pada awal 1970-an ketika perwira muda itu baru saja lulus dari Akademi Militer Nasional (AMN) dan bertugas di Korem 072/Pamungkas. Keduanya dijodohkan oleh keluarga besar yang telah lama saling mengenal. Pernikahan dilangsungkan pada 27 November 1973 di Masjid Kepatihan, Yogyakarta, mengawali babak kehidupan yang penuh dinamika, dari penugasan di berbagai daerah operasi hingga mendampingi sang suami menjadi Panglima ABRI (1998-1999) dan kemudian Menteri Pertahanan, Menteri Koordinator, bahkan calon wakil presiden.
Ibu Negara Tanpa Mahkota
Meski berstatus istri tokoh nasional, Rugaiya Usman memilih tetap berada di belakang layar. Ia tidak pernah hadir dalam wawancara media atau tampil di sampul majalah. Aktivitas utamanya adalah mengelola program sosial Yayasan Bina Bhakti Wanita, yang fokus pada pemberdayaan ibu-ibu prajurit dan janda-janda veteran. Melalui yayasan ini, ia mendirikan 12 koperasi perempuan dan panti asuhan yang masih beroperasi hingga sekarang.
Semasa Wiranto menjabat Menko Polhukam (2016-2019), Rugaiya Usman rutin menggelar pengajian bulanan di Rumah Dinas Menteng yang terbuka untuk masyarakat umum. "Beliau yang menyediakan semua konsumsi sendiri, tidak mau merepotkan staf," tutur Letkol (Purn) Budiman, mantan ajudan Wiranto. Pada periode inilah ia mendorong pendirian Rumah Singgah Cinta Kasih untuk anak-anak terlantar di sekitar Tanah Abang, yang kini menampung 85 anak.
Momen-Momen Genting Bersama Wiranto
Dedikasinya tidak hanya terlihat di masa damai. Pada 10 Oktober 2019, saat Wiranto ditusuk oleh terduga teroris di Pandeglang, Banten, Rugaiya Usman adalah orang pertama yang mendampingi di RSPAD tanpa tidur selama dua hari. Saksi mata menyebut ia terus membacakan Surat Yasin di samping tempat tidur suaminya tanpa meneteskan air mata, meskipun raut wajahnya menampilkan kekhawatiran mendalam.
Setelah peristiwa itu, ia semakin aktif dalam forum-forum dialog antaragama dan aktif menolak ekstremisme dengan narasi keibuan yang lembut. Pada peringatan Hari Ibu 2022, ia menerima penghargaan "Bintang Dwija Pratama" dari Kementerian Pemberdayaan Perempuan atas jasanya membangun ketahanan keluarga di lingkungan TNI.
Wafatnya Sang Bunga Rampai
Informasi yang dihimpun menyebutkan Rugaiya Usman telah berjuang melawan kanker ovarium selama tiga tahun terakhir. Meski menjalani perawatan di beberapa rumah sakit, ia menolak untuk dirawat di luar negeri. "Saya ingin dekat dengan tempat saya dilahirkan dan di mana anak-cucu saya hidup," demikian pesan yang ia sampaikan kepada keluarga, seperti diungkapkan menantunya saat prosesi pemakaman di Taman Makam Pahlawan Kalibata secara militer. Presiden Prabowo Subianto, Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, serta para purnawirawan TNI dan tokoh nasional hadir memberikan penghormatan terakhir.
Warisan Keibuan yang Abadi
Wafatnya Rugaiya Usman menutup satu era keistimewaan seorang pendamping pemimpin militer yang tak pernah silau oleh kekuasaan. "Beliau adalah contoh langka: istri pejabat tinggi yang memilih menjadi ibu bagi semua orang, bukan menjadi selebritas politik. Itu lebih sulit di era sekarang," ujar sejarawan Bonnie Triyana dalam catatan duka cita yang disampaikan melalui media sosial. Dari perempuan Yogyakarta sederhana inilah lahir teladan bahwa kekuatan sejati seringkali bukan pada siapa yang berdiri di podium, melainkan pada mereka yang menopang dengan tak kenal lelah di belakang layar.
[SOCIAL_TWEET]: Innalillahi. Sosok istri Jenderal Wiranto, Rugaiya Usman, telah berpulang. Lebih dari lima dekade mendampingi dengan setia, beliau meninggalkan warisan sosial yang tak ternilai: dari panti asuhan hingga koperasi janda veteran. Selamat jalan, Ibu. #RugaiyaUsman #Wiranto #BeritaDuka[SOCIAL_TG]: 🕊️ Istri Jenderal Wiranto, Hj. Rugaiya Usman, meninggal dunia di usia 77 tahun. Perjalanannya luar biasa: dari Yogyakarta mendampingi Wiranto hingga jadi ibu bagi janda veteran dan anak yatim. Dimakamkan secara militer di Kalibata. Baca selengkapnya di sini.
Comments (0)