Industri Fashion dan Tekstil Nasional Terus Bangkit Pasca Pandemi

JAKARTA — Industri fashion dan tekstil nasional menunjukkan tanda-tanda kebangkitan yang signifikan setelah terpuruk akibat pandemi COVID-19. Berdasarkan data Kementerian Perindustrian, sektor ini men

Jul 23, 2026 - 06:36
0 0
Industri Fashion dan Tekstil Nasional Terus Bangkit Pasca Pandemi

JAKARTA — Industri fashion dan tekstil nasional menunjukkan tanda-tanda kebangkitan yang signifikan setelah terpuruk akibat pandemi COVID-19. Berdasarkan data Kementerian Perindustrian, sektor ini mencatat pertumbuhan produksi sebesar 6,2% pada kuartal pertama tahun 2024 dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Peningkatan ini didorong oleh pemulihan permintaan domestik dan ekspor ke pasar global, terutama Amerika Serikat dan Eropa.

Kontribusi terhadap Ekonomi Nasional

Industri tekstil dan produk tekstil (TPT) merupakan salah satu sektor andalan Indonesia yang menyerap jutaan tenaga kerja. Menurut Badan Pusat Statistik (BPS), pada tahun 2023 sektor ini menyumbang sekitar 1,2% terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) nasional dan mempekerjakan lebih dari 3,5 juta orang. Subsektor fashion, khususnya busana muslim dan batik, menjadi primadona ekspor dengan nilai mencapai USD 8,5 miliar sepanjang tahun lalu.

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menyatakan optimisme terhadap prospek industri ini. "Kami terus mendorong hilirisasi dan digitalisasi agar produk tekstil Indonesia mampu bersaing di pasar global. Selain itu, program restrukturisasi mesin juga telah membantu meningkatkan efisiensi produksi," ujarnya dalam konferensi pers di Jakarta, Selasa (14/5).

Tantangan dan Strategi Pemulihan

Meskipun ada tren positif, industri fashion dan tekstil masih menghadapi sejumlah tantangan. Ketua Asosiasi Pertekstilan Indonesia (API) Jemmy Kartiwa Sastraatmaja mengungkapkan bahwa biaya energi yang tinggi dan fluktuasi harga bahan baku impor menjadi hambatan utama. "Kami membutuhkan kebijakan gas bumi yang kompetitif dan insentif fiskal untuk meningkatkan daya saing," katanya.

Pemerintah telah merespons dengan meluncurkan berbagai program, termasuk insentif pajak untuk investasi baru dan fasilitasi ekspor melalui perjanjian perdagangan bebas. Selain itu, Kementerian Koperasi dan UKM juga mendorong pelaku usaha kecil menengah (UKM) di sektor fashion untuk mengadopsi teknologi digital, seperti pemasaran melalui e-commerce dan penggunaan desain berbasis komputer.

Inovasi dan Keberlanjutan

Inovasi menjadi kunci dalam mempertahankan momentum pertumbuhan. Beberapa perusahaan tekstil nasional mulai mengadopsi konsep fashion berkelanjutan dengan menggunakan bahan daur ulang dan proses produksi ramah lingkungan. Contohnya, PT. Sri Rejeki Isman Tbk (Sritex) telah meluncurkan lini produk berbasis serat daur ulang dari limbah tekstil, yang diminati pasar Eropa.

Direktur Eksekutif Indonesian Fashion Chamber (IFC) Ali Charisma menambahkan, "Kolaborasi antara desainer lokal, produsen, dan pemerintah sangat penting untuk mengangkat citra fashion Indonesia di kancah internasional. Kami optimis tren positif ini akan berlanjut dengan dukungan ekosistem yang kondusif."

Dengan dukungan kebijakan yang tepat dan inovasi berkelanjutan, industri fashion dan tekstil nasional diprediksi akan terus tumbuh dan menjadi motor penggerak ekonomi Indonesia di tahun-tahun mendatang.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User