Sep 23, 2026
Nasional

IHSG Anjlok 1,69% Sentuh Zona Merah, Energi Jadi Biang Keladi

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali mengalami tekanan hebat pada penutupan perdagangan Senin, 22 September 2026. Mayoritas saham di Bursa Efek Indon

IHSG Anjlok 1,69% Sentuh Zona Merah, Energi Jadi Biang Keladi

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali mengalami tekanan hebat pada penutupan perdagangan Senin, 22 September 2026. Mayoritas saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) bergerak di zona merah, menyeret indeks utama melemah 1,69% atau sekitar 129 poin ke level 7.583. Aksi jual besar-besaran investor asing dan domestik menjadi pendorong utama penurunan signifikan ini.

Timeline Pergerakan IHSG Sepanjang Hari

Pergerakan IHSG sejak sesi pembukaan pagi hari sudah menunjukkan sinyal kehati-hatian dari pelaku pasar. Berikut kronologis perjalanan indeks sepanjang hari perdagangan:

  1. Sesi I (09.00-11.30 WIB): IHSG dibuka melemah 0,35% di level 7.759. Investor asing langsung melakukan aksi jual agresif di saham-saham kapitalisasi besar.
  2. Sesi II (13.30-14.15 WIB): Tekanan semakin intens. Indeks merosot tajam 1,2% dalam waktu kurang dari satu jam. Sentimen negatif dari harga minyak mentah global memperburuk situasi.
  3. Sesi III (14.15-15.00 WIB): IHSG mencapai titik terendah hari ini di 7.568 atau melemah 1,96%. Panic selling terjadi di sektor energi dan pertambangan.
  4. Sesi Penutupan (15.00-16.00 WIB): Indeks sedikit membaik namun tetap ditutup di zona merah 1,69% di level 7.583. Volume transaksi hari ini mencapai Rp14,39 triliun.

Sektor Energi Jadi Penyebab Utama

Sektor energi mencatatkan pelemahan paling tajam sebesar 3,8% di antara seluruh sektor yang diperdagangkan di BEI. Penurunan ini dipicu oleh anjloknya harga minyak mentah Brent yang turun ke bawah level US$72 per barel akibat kekhawatiran berlebihnya pasokan global.

Beberapa saham unggulan di sektor energi mengalami penurunan signifikan. PT Pertamina Persero (sebagai holding BUMN energi) dan anak usahanya terimbas langsung dari fluktuasi harga komoditas energi global. Investor bereaksi cepat terhadap berita bahwa produsen minyak utama dunia berencana menambah kuota produksi dalam pertemuan OPEC+ berikutnya.

"Tekanan di sektor energi sangat masif hari ini. Investor taking profit karena berita OPEC+. Kami melihat ini koreksi teknikal yang sempat terlalu dalam," ujar analis pasar modal dari salah satu sekuritas kenamaan.

Net Sell Asing Capai Rp1,2 Triliun

Data dari BEI menunjukkan bahwa investor asing mencatatkan net sell Rp1,2 triliun sepanjang hari perdagangan. Angka ini menjadi yang tertinggi dalam tiga pekan terakhir. Foreign flow yang keluar dari pasar saham Indonesia ini mengindikasikan masih lemahnya kepercayaan investor global terhadap prospek ekonomi domestik dalam jangka pendek.

Total frekuensi transaksi hari ini mencapai 1,2 juta kali dengan volume perdagangan 38,5 juta lot. Kontribusi terbesar berasal dari transaksi saham-saham blue chip di indeks LQ45 yang rata-rata melemah 1,8%.

Respons BI dan Prospek Pasar

Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo belum memberikan komentar resmi terkait pergerakan IHSG hari ini. Namun, pasar menunggu kebijakan moneter yang mungkin diambil BI dalam rapat dewan gubernur minggu depan untuk meredakan volatilitas pasar keuangan nasional.

Analis memprediksi bahwa IHSG berpotensi menguji support level di 7.500 jika tekanan jual masih berlanjut. Namun, banyak pihak yang meyakini bahwa koreksi ini bersifat sementara dan akan berbalik jika sentimen global membaik.

  • Faktor eksternal: Harga minyak global menurun, ketidakpastian kebijakan moneter The Fed
  • Faktor internal: Neraca perdagangan surplus tipis, nilai tukar Rupiah bergerak stabil di Rp15.400/USD
  • Proyeksi: Koreksi teknikal normal setelah rally panjang selama Agustus-September 2026

Pelaku pasar diimbau untuk tetap tenang dan melakukan diversifikasi portofolio investasi. Koreksi pasar saham merupakan hal yang wajar dalam siklus investasi jangka panjang. Investor disarankan memantau perkembangan harga komoditas global dan kebijakan moneter bank sentral dunia untuk pengambilan keputusan investasi yang lebih tepat sasaran.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS arif-budianto

Reporter Energi. Fokus pada kebijakan energi, transisi hijau, dan industri ekstraktif.

Comments (0)

User