Sep 18, 2026
Nasional

Wina — Riset Ungkap Bayi Laki-Laki Lahir Akhir Tahun Berpeluang Kidal

BERITADUA.COM, Wina — Misteri di balik faktor penentu kecenderungan kidal pada manusia perlahan terkuak. Investigasi ilmiah terbaru yang dilakukan oleh par

Wina — Riset Ungkap Bayi Laki-Laki Lahir Akhir Tahun Berpeluang Kidal

BERITADUA.COM, Wina — Misteri di balik faktor penentu kecenderungan kidal pada manusia perlahan terkuak. Investigasi ilmiah terbaru yang dilakukan oleh para peneliti di Universitas Wina, Austria, mengungkapkan bahwa musim kelahiran memiliki korelasi kuat terhadap dominasi tangan pada anak laki-laki. Data menunjukkan bahwa bayi laki-laki yang lahir pada rentang bulan November hingga Januari memiliki kecenderungan signifikan untuk bertangan kidal dibandingkan mereka yang lahir pada periode lainnya.

Kronologi dan Metodologi Penyelidikan Ilmiah

Kajian berskala besar ini dipimpin oleh pakar psikologi Universitas Wina, Dr. Ulrich Tran, bersama tim akademisi lintas disiplin. Investigasi empiris tersebut menganalisis rekam jejak ribuan partisipan guna melacak pola biologis dan lingkungan yang memengaruhi perkembangan otak janin.

  1. Tahap Pengumpulan Data Primer (Austria dan Jerman): Tim peneliti memeriksa sampel masif yang mencakup hampir 13.000 pria dan wanita dewasa untuk mengidentifikasi korelasi antara tanggal lahir dan dominasi motorik tangan.
  2. Analisis Statistik: Dari data tersebut, tercatat sekitar 8,8 persen pria dan 7,5 persen wanita secara umum bertangan kidal. Namun, ketika diklasifikasikan berdasarkan bulan lahir, lonjakan persentase pria kidal mencapai puncaknya pada kelompok kelahiran November, Desember, dan Januari.
  3. Pemetaan Embriologis: Tim merekonstruksi fase perkembangan janin di dalam kandungan untuk menghitung pajanan kondisi lingkungan pada trimester kritis kehamilan.
"Hasil penelitian kami memperlihatkan bukti kuat adanya efek musiman musiman yang spesifik terhadap gender. Fenomena dominasi tangan kiri ini tampak nyata pada pria, namun hampir tidak memperlihatkan variasi signifikan pada kelompok wanita," ungkap Dr. Ulrich Tran dalam laporan resminya.

Peran Hormon Testosteron dan Paparan Sinar Matahari

Penjelasan biologis utama dari temuan ini mengarah pada hipotesis Geschwind-Galaburda. Teori neurologis tersebut menyatakan bahwa kadar hormon testosteron yang tinggi selama masa perkembangan janin dapat memperlambat pertumbuhan belahan otak kiri (hemisfer kiri), yang bertugas mengontrol sisi kanan tubuh. Akibatnya, belahan otak kanan berkembang lebih dominan, mendorong kecenderungan anak untuk bertangan kidal.

Faktor lingkungan di belahan bumi utara memegang peranan krusial dalam siklus ini:

  • Puncak Sinar Matahari Musim Panas: Bayi yang lahir antara November hingga Januari mengalami masa kehamilan awal hingga pertengahan pada rentang bulan Mei hingga Juli.
  • Stimulasi Hormonal: Paparan sinar matahari yang intens dan durasi siang hari yang lebih panjang selama musim panas diketahui memicu peningkatan produksi testosteron maternal maupun janin.
  • Diferensiasi Gender: Karena janin laki-laki secara alami memproduksi lebih banyak testosteron dibanding janin perempuan, lonjakan tambahan akibat faktor musiman ini melipatgandakan peluang terjadinya dominasi hemisfer otak kanan.

Kajian ini memberikan wawasan baru bagi dunia medis dan neurosains bahwa kombinasi antara faktor hormonal, waktu konsepsi, dan variasi lingkungan musiman berinteraksi secara kompleks dalam membentuk cetak biru neurologis manusia sejak dalam kandungan.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS sarah-anjani

Reporter Perbankan. Meliput OJK, LPS, dan industri jasa keuangan.

Comments (0)

User