Gunung Semeru Erupsi Dini Hari Tadi, Luncuran Lava Pijar Capai 1,3 Km

Gunung Semeru, ikon Jawa Timur yang menjulang 3.676 meter di atas permukaan laut, kembali menunjukkan aktivitas vulkanik signifikan pada dini hari ini. Berdasarkan laporan yang dihimpun media kami, g

Jul 08, 2026 - 18:38
0 0
Gunung Semeru Erupsi Dini Hari Tadi, Luncuran Lava Pijar Capai 1,3 Km

Gunung Semeru, ikon Jawa Timur yang menjulang 3.676 meter di atas permukaan laut, kembali menunjukkan aktivitas vulkanik signifikan pada dini hari ini. Berdasarkan laporan yang dihimpun media kami, gunung yang terletak di perbatasan Kabupaten Lumajang dan Malang itu meluncurkan lava pijar sejauh 1,3 kilometer dari kawah Jonggring Saloko menuju kawasan Besuk Kobokan pada Senin (29/6/2026) dini hari.

Status Gunung Semeru hingga berita ini diturunkan masih berada pada level 3 atau siaga, sebagaimana ditetapkan oleh Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG). Dalam periode erupsi tersebut, tercatat enam kali letusan dengan kolom asap berwarna putih hingga kelabu yang membumbung setinggi 1.100 meter dari puncak. Arah sebaran abu vulkanik terpantau menuju timur dan timur laut, berpotensi membawa dampak bagi permukiman di lereng gunung.

PVMBG mengimbau warga untuk tidak beraktivitas dalam radius 5 kilometer dari kawah, terutama di sepanjang alur Besuk Kobokan yang menjadi jalur luncuran awan panas dan lava.

Erupsi dini hari ini merupakan bagian dari aktivitas vulkanis yang terus berlangsung sejak beberapa tahun terakhir. Gunung bertipe strato ini dikenal sering mengalami erupsi efusif berupa lelehan lava dan awan panas guguran. Data dari pos pengamatan menunjukkan bahwa aktivitas kegempaan masih fluktuatif, dengan gempa letusan dan embusan yang terekam secara kontinyu.

Masyarakat di sekitar Gunung Semeru, khususnya di Desa Supiturang, Pronojiwo, dan Candipuro, diminta untuk meningkatkan kewaspadaan. Meskipun belum ada laporan korban jiwa atau kerusakan parah akibat erupsi kali ini, potensi banjir lahar dingin tetap mengancam seiring mulai turunnya hujan di puncak. Tim gabungan dari BPBD Lumajang, TNI, dan relawan telah bersiaga di titik-titik pengungsian.

Informasi resmi dari PVMBG menyebutkan bahwa kolom abu tidak mengarah ke bandara atau jalur penerbangan, sehingga aktivitas transportasi udara masih normal. Namun demikian, pendaki dan wisatawan dilarang keras memasuki zona terlarang karena risiko erupsi susulan masih tinggi.

Penanganan darurat terus dilakukan sambil memantau perkembangan aktivitas Gunung Semeru. Beritadua.com akan terus menyajikan informasi terkini seputar kondisi gunung api tertinggi di Pulau Jawa ini.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
nadia-rahmawati

Reporter Nasional. Reporter isu nasional dan kebijakan publik.

Comments (0)

User