Aug 24, 2026
Bisnis

Gerak Hijau 2026 Jadi Ajang Kolaborasi untuk Lingkungan

Ribuan warga membanjiri kawasan Car Free Day (CFD) Sudirman, Jakarta, pada Minggu pagi (26/7/2026) untuk mengikuti Gerak Hijau 2026, sebuah festival lingkungan yang menghadirkan kolaborasi antara peme...

Gerak Hijau 2026 Jadi Ajang Kolaborasi untuk Lingkungan

Ribuan warga membanjiri kawasan Car Free Day (CFD) Sudirman, Jakarta, pada Minggu pagi (26/7/2026) untuk mengikuti Gerak Hijau 2026, sebuah festival lingkungan yang menghadirkan kolaborasi antara pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat. Acara yang diprakarsai oleh beberapa kementerian bersama dengan perusahaan swasta dan komunitas lingkungan ini mengusung tema 'Bersih, Sehat, Lestari' dengan tujuan mendorong perubahan perilaku menuju gaya hidup ramah lingkungan.

Menyatukan Visi untuk Bumi

Berdasarkan data Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Indonesia menghasilkan sekitar 68,5 juta ton sampah pada tahun 2025, dengan sekitar 20% di antaranya merupakan sampah plastik yang seringkali berakhir di lautan. Gerak Hijau 2026 hadir sebagai bentuk respon nyata terhadap ancaman pencemaran lingkungan dengan menggalang partisipasi massal dari seluruh elemen bangsa. Menurut Ketua Panitia, Fajar Prasetyo, kolaborasi lintas sektor menjadi kunci untuk mempercepat gerakan ini.

'Kami tidak bisa bekerja sendiri. Pemerintah membuat kebijakan, perusahaan berinovasi dengan produk hijau, dan masyarakat menjalankan aksinya sehari-hari. Hari ini adalah perayaan dari sinergi itu,' ujar Fajar di sela acara.

Pemerintah Perkuat Regulasi Hijau

Dalam festival ini, Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi serta Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan membuka stan edukasi mengenai kebijakan pengurangan emisi dan pengelolaan sampah berbasis sirkular. Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan hadir secara virtual dan menyampaikan bahwa pemerintah menargetkan penurunan sampah plastik sebesar 70% pada tahun 2030 melalui program 'Indonesia Bebas Sampah Plastik'.

Di sisi lain, Direktur Jenderal Pengelolaan Sampah, Limbah, dan B3 menjelaskan bahwa program insentif pajak bagi perusahaan yang menerapkan ekonomi sirkular telah mulai berlaku sejak Januari 2026. 'Kami melihat peningkatan jumlah perusahaan yang mendaftar hingga 35% dibandingkan tahun lalu. Ini menunjukkan gerak positif dunia usaha,' katanya.

Dunia Usaha Tampilkan Inovasi Ramah Lingkungan

Sebanyak 47 perusahaan dari berbagai sektor ikut meramaikan Gerak Hijau 2026 dengan memamerkan produk-produk inovatif. Mulai dari kendaraan listrik, kemasan biodegradable, hingga bahan bangunan daur ulang. Salah satu yang mencuri perhatian adalah stan PT. Eco Synergy yang mendemonstrasikan mesin pengolah sampah organik menjadi pupuk dalam waktu 24 jam. 'Teknologi ini bisa mengurangi volume sampah rumah tangga hingga 60%,' jelas Rina, Product Manager perusahaan tersebut.

Tidak hanya pameran, beberapa perusahaan juga menandatangani komitmen bersama untuk mengurangi penggunaan plastik sekali pakai dan meningkatkan penggunaan energi terbarukan dalam proses produksi mereka. Bank BUMN X juga meluncurkan program kredit hijau dengan bunga rendah untuk UMKM yang ingin beralih ke bisnis berkelanjutan.

Masyarakat Bergerak dari Tingkat Akar Rumput

Ribuan keluarga hadir bersama anak-anak mereka untuk mengikuti rangkaian aktivitas, termasuk workshop membuat kerajinan dari sampah plastik, demo memasak tanpa limbah, dan sesi yoga pagi. Selain itu, komunitas-komunitas pecinta lingkungan seperti 'Bersih Indonesia' dan 'PapuGreen' turut mengajak pengunjung untuk berdonasi bibit pohon dan membersihkan sampah di sepanjang jalur CFD.

Ratna, seorang ibu rumah tangga asal Bekasi yang datang bersama dua anaknya, mengaku sangat terinspirasi. 'Saya baru tahu bahwa sampah deterjen bisa diolah jadi sabun cair lagi. Ini akan saya coba di rumah,' ungkapnya. Sementara itu, komunitas pesepeda 'Bike to Earth' melakukan konvoi sepeda sambil membawa spanduk bertuliskan 'Jangan Wariskan Sampah' yang mendapat sambutan meriah dari peserta lainnya.

Dukungan Angka dan Hasil Konkret

Berdasarkan catatan panitia, total sampah yang terkumpul dari kegiatan pilah sampah selama event mencapai 1,2 ton, di mana 85% di antaranya berhasil didaur ulang oleh bank sampah setempat. Selain itu, terkumpul donasi untuk penanaman 10.000 bibit mangrove yang akan ditanam di pesisir Jakarta Utara pada bulan depan.

Dr. Andika, seorang pakar lingkungan dari Universitas Indonesia yang hadir sebagai pembicara, menekankan pentingnya konsistensi. 'Event seperti ini efektif meningkatkan kesadaran, tapi harus diikuti program jangka panjang. Pemerintah dan swasta perlu memastikan infrastruktur daur ulang tersedia di setiap kecamatan,' katanya.

Tantangan dan Jalan ke Depan

Di satu sisi, antusiasme tinggi di CFD Sudirman menunjukkan adanya potensi besar gerakan gaya hidup hijau di perkotaan. Namun, menurut pengamatan dari LSM Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi), masih terdapat kesenjangan di daerah-daerah pedesaan yang minim akses edukasi dan teknologi pengelolaan lingkungan. 'Pemerataan program adalah kunci, jangan hanya fokus di kota besar,' kritik Nia, Koordinator Walhi Jakarta.

Panitia Gerak Hijau 2026 berjanji akan memperluas jangkauan acara ini ke berbagai kota lain di Indonesia, termasuk Surabaya, Medan, dan Makassar, pada paruh kedua tahun 2026. Harapannya, semakin banyak pihak yang terlibat dan secara kolektif menciptakan dampak lebih luas.

Acara ditutup dengan penampilan musik dari band-band lokal yang menggunakan instrumen dari barang bekas, dan pelepasan simbolis 2026 balon biodegradable sebagai penanda komitmen untuk bumi yang lebih baik. Gerak Hijau 2026 telah membuktikan bahwa ketika pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat bergerak bersama, aksi nyata untuk lingkungan bukanlah sekadar wacana.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS admin

Comments (0)

User