Gempa M 6,5 Mindanao Filipina Picu Guncangan di Sangihe Sulut, BMKG Ungkap Pemicunya

Jakarta - Sebuah gempa bumi tektonik berkekuatan signifikan mengguncang wilayah Mindanao, Filipina, pada Senin sore, dan getarannya berhasil dirasakan hingga ke sejumlah daerah di Sulawesi Utara (S

Jul 07, 2026 - 23:41
0 0
Gempa M 6,5 Mindanao Filipina Picu Guncangan di Sangihe Sulut, BMKG Ungkap Pemicunya

Jakarta - Sebuah gempa bumi tektonik berkekuatan signifikan mengguncang wilayah Mindanao, Filipina, pada Senin sore, dan getarannya berhasil dirasakan hingga ke sejumlah daerah di Sulawesi Utara (Sulut), Indonesia. Berdasarkan laporan media kami, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengonfirmasi bahwa gempa terjadi tepat pada pukul 18.43 Waktu Indonesia Barat (WIB).

Dalam keterangan resminya yang diterima di Jakarta, hasil analisis BMKG menunjukkan adanya pembaruan parameter kekuatan gempa. Dari identifikasi awal yang sempat tercatat sebagai Magnitudo 6,8, BMKG kemudian melakukan pemutakhiran data dan menetapkan parameter terkini gempa bumi tersebut dengan kekuatan Magnitudo 6,5. Penyesuaian ini merupakan bagian dari prosedur ketelitian analisis seismik yang lazim dilakukan pasca kejadian gempa besar.

Secara spesifik, episentrum gempa bumi terletak pada titik koordinat 5,40° Lintang Utara (LU) dan 125,23° Bujur Timur (BT). Jika dilihat dari peta geografis, titik pusat gempa berlokasi di laut, tepatnya sekitar 200 kilometer arah Barat Laut dari Tahuna, yang merupakan ibu kota Kabupaten Kepulauan Sangihe, Sulawesi Utara. BMKG juga memastikan bahwa hiposentrum gempa ini berada pada kedalaman 31 kilometer dari permukaan laut.

Pengaruh Zona Subduksi Picu Gempa Dangkal

BMKG menjelaskan secara rinci pemicu terjadinya fenomena alam ini. Berdasarkan analisis mekanisme sumber, gempa bumi yang terjadi di perairan timur laut Indonesia itu dikategorikan sebagai gempa bumi dangkal. Pemicu utamanya adalah aktivitas subduksi atau penunjaman lempeng di wilayah tersebut, yang secara tektonik mencatatkan aktivitas gempa dengan mekanisme pergerakan mendatar naik atau oblique thrust. Jenis aktivitas ini memang menjadi karakteristik khas di jalur pertemuan lempeng Filipina dan lempeng Eurasia.

"Dengan memperhatikan lokasi episentrum dan kedalaman hiposentrumnya, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi dangkal akibat adanya aktivitas subduksi. Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa bumi memiliki mekanisme pergerakan mendatar-naik," jelas Kepala Pusat Gempa Bumi dan Tsunami BMKG dalam keterangan resminya, seperti dikutip media kami.

Lebih lanjut, BMKG mengklarifikasi dampak yang dirasakan oleh masyarakat. Berdasarkan estimasi peta guncangan dan laporan warga yang dihimpun, gempa ini berhasil dirasakan di sejumlah wilayah dalam skala intensitas tertentu. Di Kepulauan Sangihe, khususnya di Tahuna, getaran terasa dalam skala intensitas II hingga III MMI (Modified Mercalli Intensity), di mana getaran dirasakan nyata dalam rumah seakan-akan ada truk besar yang berlalu. Sementara itu, di beberapa titik di Kota Bitung dan Manado, gempa juga terasa meski dengan intensitas yang lebih ringan, yaitu sekitar skala II MMI.

Masyarakat sempat dihebohkan dengan guncangan yang terasa secara tiba-tiba, terutama di Kabupaten Kepulauan Sangihe yang secara geografis paling dekat dengan pusat gempa. Meski demikian, BMKG dengan tegas menyatakan bahwa gempa bumi dengan karakteristik seperti ini tidak berpotensi menyebabkan tsunami. Pihaknya mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.

Peristiwa ini menjadi pengingat akan posisi strategis Indonesia, khususnya wilayah Sulawesi Utara, yang berada tepat di jalur cincin api Pasifik yang sangat aktif secara seismik. Hingga berita ini diturunkan, BMKG terus memonitor perkembangan aktivitas gempa susulan dan meminta warga di daerah terdampak untuk tetap waspada serta menghindari bangunan yang retak atau mengalami kerusakan struktural akibat goncangan tersebut.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
lukman-hakim

Editor Analisis. Editor analisis mendalam isu publik.

Comments (0)

User