Gempa M 4,5 Terjadi di Melonguane Sulut

Beritadua.com, Jakarta - Wilayah Melonguane, Kabupaten Kepulauan Talaud, Sulawesi Utara, diguncang gempa bumi tektonik pada dini hari tadi. Berdasarkan laporan yang diterima media kami dari Badan M

Jul 07, 2026 - 23:32
0 0
Gempa M 4,5 Terjadi di Melonguane Sulut

Beritadua.com, Jakarta - Wilayah Melonguane, Kabupaten Kepulauan Talaud, Sulawesi Utara, diguncang gempa bumi tektonik pada dini hari tadi. Berdasarkan laporan yang diterima media kami dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), gempa berkekuatan Magnitudo 4,5 tersebut terjadi tepat pada hari Senin, 29 Juni 2026, pukul 00.57 Waktu Indonesia Barat.

Hasil analisis BMKG menunjukkan bahwa episenter gempa bumi terletak pada koordinat di laut, tepatnya sekitar 225 kilometer arah Barat Laut dari pusat kota Melonguane. Mengenai kedalaman sumber gempa, BMKG mencatat bahwa pusat getaran berada pada kedalaman 10 kilometer di bawah permukaan laut. Parameter yang tercatat ini langsung diinformasikan oleh BMKG melalui kanal komunikasi resmi mereka kepada publik.

"Gempa Mag:4,5," demikian keterangan singkat yang dirilis oleh BMKG.

Jika ditinjau dari sisi ilmiah, kedalaman gempa yang hanya 10 kilometer mengklasifikasikan kejadian ini sebagai gempa bumi dangkal. Umumnya, gempa dangkal dihasilkan oleh aktivitas patahan aktif atau zona subduksi di dasar laut. Melihat titik lokasi yang berada di perairan Barat Laut Melonguane, sangat besar kemungkinan getaran ini dipicu oleh aktivitas tektonik yang bersumber dari interaksi lempeng di sekitar Laut Maluku dan Lempeng Laut Filipina. Wilayah Sulawesi Utara dan sekitarnya sendiri memang dikenal sebagai kawasan dengan seismisitas yang cukup aktif karena berada di jalur pertemuan beberapa lempeng tektonik utama dunia.

Meskipun episenternya terletak di laut, masyarakat di sekitar wilayah Kepulauan Talaud diimbau untuk tetap tenang dan tidak terpancing oleh isu yang tidak bertanggung jawab. Berdasarkan parameter magnitudo dan karakteristik mekanisme sumbernya, gempa bumi berkekuatan M 4,5 pada umumnya tidak berpotensi menimbulkan gelombang tsunami. Getaran dengan skala tersebut biasanya hanya dirasakan dalam intensitas ringan hingga sedang, berupa getaran halus yang dirasakan oleh beberapa orang atau benda-benda ringan yang bergoyang, terutama di lokasi yang dekat dengan episenter. Sejauh ini, belum ada laporan resmi dari pihak berwenang setempat mengenai kerusakan bangunan atau korban jiwa akibat peristiwa alam ini.

BMKG selaku otoritas resmi kebencanaan geofisika nasional terus memonitor perkembangan aktivitas seismik di seluruh wilayah Indonesia. Media kami, Beritadua.com, akan terus menyampaikan informasi terkini dan akurat kepada pembaca seputar perkembangan situasi pasca-gempa jika terdapat data terbaru atau adanya laporan dampak dari lapangan. Publik diharapkan selalu mengakses informasi resmi dari BMKG untuk memastikan validitas data dan menghindari informasi palsu yang kerap beredar pasca-bencana.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
arif-budianto

Editor Ekonomi. Editor analisis pasar dan bisnis.

Comments (0)

User