Frans Antony Kirim 168 Kali Uang Hasil Narkoba ke Fredy Pratama, Berikut Rincian Faktanya

Jajaran Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri berhasil mengamankan Frans Antony, seorang individu yang diduga kuat sebagai penghubung keuangan bagi jaringan narkotika internasional yang di

Jul 08, 2026 - 00:13
0 0
Frans Antony Kirim 168 Kali Uang Hasil Narkoba ke Fredy Pratama, Berikut Rincian Faktanya

Jajaran Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri berhasil mengamankan Frans Antony, seorang individu yang diduga kuat sebagai penghubung keuangan bagi jaringan narkotika internasional yang dikendalikan oleh buronan Fredy Pratama. Penangkapan terhadap warga negara Indonesia ini terjadi di wilayah Malaysia, menandai babak baru dalam upaya membongkar pundi-pundi aliran dana hasil kejahatan luar biasa tersebut. Berdasarkan hasil pemeriksaan mendalam yang dihimpun oleh tim penyidik, tersangka FA, demikian inisial yang kerap digunakan, secara konsisten mentransfer sejumlah uang dalam denominasi besar kepada sang gembong. Jika diakumulasikan, total transaksi yang tercatat mencapai angka yang sangat fantastis, yakni sebanyak 168 kali pengiriman dalam periode yang cukup panjang.

Profil Frans Antony

Frans Antony selama ini dikenal sebagai figur kunci dalam struktur organisasi Fredy Pratama, meskipun perannya tidak secara langsung bersentuhan dengan peredaran fisik barang haram. Tugas utamanya adalah mengelola dan 'mencuci' aliran dana hasil penjualan narkotika, memastikan uang tersebut sampai ke tangan Fredy yang hingga kini masih berstatus buron dan diyakini bersembunyi di kawasan Segitiga Emas. Dalam menjalankan aksinya, Frans tidak bekerja sendiri. Ia memanfaatkan jaringan dan orang-orang kepercayaannya untuk menyamarkan transaksi, sehingga gerak-geriknya tidak mudah terlacak oleh otoritas keuangan maupun penegak hukum.

"Tersangka FA merupakan orang kepercayaan Fredy Pratama yang secara spesifik menangani arus keuangan. Dari hasil pendalaman, kami menemukan fakta bahwa ia telah melakukan pengiriman uang dalam jumlah besar sebanyak 168 kali kepada bos besarnya," ungkap Brigjen Eko Hadi Santoso, Dirtipid Narkoba Bareskrim Polri, dalam keterangan resminya kepada media kami.

Periode Pengiriman Uang

Fakta mengejutkan yang terungkap di ruang pemeriksaan adalah durasi aktivitas ilegal ini. Pengiriman uang sebanyak 168 kali itu tidak berlangsung singkat, melainkan terbentang selama kurun waktu sekitar tujuh tahun. Artinya, sejak tahun 2018 hingga akhirnya jaringan ini mulai terkuak, Frans dengan rapi dan disiplin menjalankan perannya sebagai bendahara gelap sindikat internasional. Jika dirata-rata, dalam satu bulan ia bisa melakukan dua hingga tiga kali transaksi pengiriman. Angka ini menunjukkan betapa masifnya perputaran uang dari bisnis haram yang dijalankan oleh kelompok Fredy Pratama, yang diduga kuat menjadi salah satu pemasok utama narkotika jenis sabu dan ekstasi ke berbagai wilayah di Asia Tenggara, termasuk Indonesia.

Dengan tertangkapnya Frans Antony, penyidik kini memiliki momentum kuat untuk membekukan dan merampas aset-aset milik jaringan Fredy Pratama. Langkah ini merupakan bagian dari strategi follow the money yang selama ini gencar diterapkan untuk memiskinkan para gembong narkoba. Penelusuran terhadap 168 transaksi tersebut diharapkan mampu menguak pihak-pihak lain, termasuk kemungkinan keterlibatan oknum dalam negeri, yang selama ini membantu melancarkan aliran dana haram tersebut. Saat ini, proses ekstradisi dan koordinasi dengan pihak berwenang Malaysia terus dilakukan untuk mempercepat proses hukum terhadap tersangka.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
sarah-anjani

Fact Checker. Memverifikasi klaim politik dan narasi publik.

Comments (0)

User