Dunia Hari Ini: Setidaknya 18 Orang Tewas Akibat Gelombang Panas di Eropa
Jakarta - Anda sedang membaca laporan Dunia Hari Ini edisi Rabu, 24 Juni 2026. Laporan utama kami hadirkan dari gelombang panas yang menerjang sejumlah negara di benua Eropa. Kondisi ekstrem ini tela
Jakarta - Anda sedang membaca laporan Dunia Hari Ini edisi Rabu, 24 Juni 2026. Laporan utama kami hadirkan dari gelombang panas yang menerjang sejumlah negara di benua Eropa. Kondisi ekstrem ini telah merenggut korban jiwa dan memicu kekhawatiran akan dampak perubahan iklim yang semakin nyata.
Berdasarkan data yang dihimpun oleh tim redaksi Beritadua.com, sedikitnya 18 orang meninggal dunia di Prancis. Para korban sebagian besar berasal dari kelompok rentan, termasuk lanjut usia dan mereka yang memiliki riwayat penyakit kronis, yang kesehatannya memburuk secara drastis akibat paparan suhu tinggi yang berkepanjangan.
Kondisi ini memecahkan rekor historis di beberapa kota besar Eropa. Otoritas setempat telah mengeluarkan peringatan darurat dan membuka tempat-tempat penampungan berpendingin udara bagi warga yang membutuhkan.
Otoritas kesehatan di Prancis menjelaskan bahwa suhu udara di beberapa wilayah melonjak hingga melampaui 40 derajat Celsius pada siang hari, sebuah angka yang jauh di atas rata-rata normal untuk periode Juni. Lonjakan suhu ini membuat pemerintah setempat memberlakukan "level waspada merah", yang mengharuskan penutupan sementara sekolah-sekolah dan penundaan berbagai kegiatan luar ruangan.
Di sisi lain, Inggris turut bersiap menghadapi potensi bencana panas serupa. Para peramal cuaca di negara itu menyampaikan bahwa suhu di beberapa bagian Inggris diperkirakan mampu memecahkan rekor tertinggi sepanjang sejarah untuk bulan Juni pada akhir pekan ini. Badan meteorologi setempat terus memantau pergerakan massa udara panas dari Afrika Utara yang diyakini menjadi pemicu utama fenomena ini.
Tim kami di lapangan melaporkan bahwa rumah-rumah sakit di kawasan Eropa selatan mulai kewalahan menampung pasien yang mengalami heatstroke atau dehidrasi akut. Masyarakat diimbau untuk memperbanyak konsumsi air putih dan menghindari aktivitas di luar rumah, terutama pada jam-jam puncak terik matahari. Pemerintah di berbagai negara Eropa kini tengah berkoordinasi guna mencegah jatuhnya lebih banyak korban jiwa di tengah cuaca yang kian tidak menentu ini.
Comments (0)