Ducati Dikritik Bak 'Timnas Spanyol', Ini Respons Tegas Tardozzi

Kontroversi merebak usai Ducati memastikan duet pembalap Spanyol musim depan. Kritik tajam yang menyamakan tim pabrikan asal Italia itu dengan "Timnas Spanyol" langsung direspons keras oleh Manajer T

Jul 07, 2026 - 22:47
0 0
Ducati Dikritik Bak 'Timnas Spanyol', Ini Respons Tegas Tardozzi

Kontroversi merebak usai Ducati memastikan duet pembalap Spanyol musim depan. Kritik tajam yang menyamakan tim pabrikan asal Italia itu dengan "Timnas Spanyol" langsung direspons keras oleh Manajer Tim Davide Tardozzi. Ia menegaskan, pemilihan pembalap murni berdasarkan performa dan bukan dari negara asal.

Melalui laporan yang diterima media kami, konfirmasi bergabungnya Pedro Acosta ke Ducati Corse mulai musim depan memang memicu perdebatan publik. Pemuda 20 tahun itu akan menjadi tandem Marc Marquez, yang notabene juga berasal dari Spanyol. Duo ini menggantikan posisi Francesco Bagnaia, yang telah memutuskan hengkang ke Aprilia. Bagnaia, juara dunia dua kali bersama Ducati, memilih petualangan baru setelah bertahun-tahun menjadi andalan pabrikan Borgo Panigale.

Dengan kepergian Bagnaia, Ducati sejatinya sempat dikaitkan dengan beberapa nama besar, termasuk bintang Italia lainnya. Namun, keputusan memanggil Acosta dari satelit GASGAS Tech3 justru menimbulkan tudingan bahwa tim terlalu "berbau" Spanyol. Kritik itu mencuat di kalangan penggemar dan media Italia, yang khawatir Ducati kehilangan identitas nasionalnya sebagai kebanggaan Italia di pentas MotoGP.

Tardozzi Tegaskan Prioritas Kualitas

Menanggapi tudingan tersebut, Tardozzi memberikan klarifikasi tanpa ragu. Ia menyebut keputusan merekrut Acosta tidak ada hubungannya dengan kewarganegaraan, melainkan murni hasil analisis performa dan potensi pengembangan pembalap muda tersebut. Baginya, filosofi tim selalu sederhana: pembalap terbaik yang tersedia, tanpa memandang dari mana asalnya.

"Saya paham ada sentimen seperti itu. Ini bukan tentang negara asal. Kami tidak mendirikan 'Timnas Spanyol'. Kami memilih pembalap berdasarkan bakat, kecepatan, dan kemampuan beradaptasi dengan motor kami. Pedro adalah talenta luar biasa, begitu pula Marc. Mereka kebetulan sama-sama orang Spanyol, tapi itu bukan faktor utama dalam keputusan kami," ucap Tardozzi dalam pernyataan resmi yang dikutip media kami.

Pernyataan tersebut menegaskan kembali komitmen Ducati untuk tetap kompetitif di era regulasi teknis terbaru. Direkrutnya Acosta, yang dianggap sebagai salah satu prospek paling cemerlang di MotoGP saat ini, adalah langkah berani untuk memastikan masa depan tim tetap cerah. Di sisi lain, Marc Marquez diharapkan membawa pengalaman dan mental juara yang matang untuk memaksimalkan potensi motor Desmosedici GP.

Kritik "Timnas Spanyol" ini sejatinya bukan kali pertama menerpa tim pabrikan. Sejarah mencatat, duet sesama rekan senegara kerap menimbulkan kekhawatiran akan manajemen internal dan dinamika garasi. Namun, Tardozzi percaya bahwa profesionalisme kedua pembalap akan meredakan semua keraguan. Ia menekankan, target utama tetaplah memenangi gelar juara dunia konstruktor dan pembalap, apa pun latar belakang pembalapnya.

Kini, publik menanti bagaimana duet Acosta-Marquez akan berjalan di lintasan. Sementara itu, Ducati telah meninggalkan jejak bahwa di era MotoGP modern, loyalitas kepada bakat lebih utama daripada loyalitas kepada bendera. Respons tegas Tardozzi ini diharapkan meredam polemik dan mengalihkan fokus kembali ke persaingan ketat musim 2026 yang sudah di depan mata.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
yudi-kurniawan

Editor Politik. Editor dinamika politik dan kekuasaan.

Comments (0)

User