Sep 16, 2026
Nasional

DPR Sahkan Pagu Anggaran KKP 2027 Sebesar Rp16,65 Triliun

Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) secara resmi menyetujui pagu anggaran Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) untuk tahun an

DPR Sahkan Pagu Anggaran KKP 2027 Sebesar Rp16,65 Triliun

Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) secara resmi menyetujui pagu anggaran Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) untuk tahun anggaran 2027 sebesar Rp16,65 triliun. Keputusan krusial tersebut diambil dalam rapat kerja pengambilan keputusan tingkat komisi yang berlangsung intensif di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta.

Persetujuan pagu alokasi ini menandai komitmen parlemen dalam memperkuat sektor maritim nasional, terutama dalam rangka mengakselerasi implementasi lima program prioritas berbasis ekonomi biru (blue economy) yang digagas pemerintah di bawah kepemimpinan Menteri Kelautan dan Perikanan, Sakti Wahyu Trenggono.

Kronologi dan Dinamika Pembahasan Anggaran di Senayan

Proses pembahasan anggaran sektor kelautan dan perikanan melalui serangkaian tahapan evaluasi dan telaah mendalam dari para legislator. Berikut rekam jejak pembahasan sebelum palu persetujuan diketok:

  1. Penyampaian Rancangan Kerja dan Anggaran: KKP memaparkan proyeksi kebutuhan operasional, belanja modal, serta program intervensi nelayan pesisir untuk proyeksi tahun anggaran 2027.
  2. Pendalaman Komisi IV DPR RI: Anggota dewan mengkritisi alokasi bantuan langsung bagi nelayan tradisional, pengawasan laut terpadu, hingga optimalisasi Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) dari sektor perikanan tangkap.
  3. Konsolidasian Pagu Indikatif Menjadi Pagu Definitif: Penyesuaian angka belanja prioritas dilakukan bersama Badan Anggaran (Banggar) DPR RI sebelum akhirnya disepakati angka pagu sebesar Rp16,65 triliun.
  4. Ketok Palu Persetujuan: Komisi IV dan jajaran pimpinan KKP menandatangani berkas kesepakatan pagu anggaran sebagai dasar penyusunan nota keuangan final.

Fokus Alokasi: Akselerasi Ekonomi Biru dan Kesejahteraan Nelayan

Alokasi anggaran bernilai belasan triliun rupiah ini ditargetkan menyentuh aspek-aspek paling fundamental dalam tata kelola kelautan nasional. KKP menyatakan porsi belanja akan difokuskan pada beberapa pos strategis, antara lain:

  • Pengawasan Sumber Daya Kelautan: Modernisasi armada kapal pengawas dan integrasi sistem pemantauan satelit radar untuk memberantas praktik Illegal, Unreported, and Unregulated (IUU) Fishing.
  • Pengembangan Budi Daya Berkelanjutan: Pembangunan kawasan modeling tambak udang terintegrasi, budi daya lobster, kepiting, dan rumput laut berdaya saing ekspor.
  • Infrastruktur Pelabuhan Perikanan: Peningkatan fasilitas higienitas, rantai dingin (cold chain), dan pasokan logistik bahan bakar bagi nelayan kecil.
  • Perlindungan Kawasan Konservasi Laut: Memperluas luasan zona lindung laut guna menjamin pemulihan ekosistem terumbu karang dan padang lamun.

Respons Menteri Trenggono dan Catatan Kritis Parlemen

Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono menyampaikan apresiasi atas dukungan penuh Komisi IV DPR RI terhadap arah transformasi kelautan Indonesia. Trenggono menegaskan bahwa transparansi dan akuntabilitas pemanfaatan anggaran menjadi prioritas utama kementerian.

"Kami menyampaikan terima kasih atas persetujuan pagu anggaran 2027 sebesar Rp16,65 triliun ini. Setiap rupiah dari alokasi APBN ini akan kami pertanggungjawabkan untuk memastikan ekologi laut terjaga sekaligus mengangkat derajat ekonomi nelayan dan pelaku usaha perikanan di seluruh penjuru Tanah Air," ujar Sakti Wahyu Trenggono dalam forum rapat kerja.

Meski demikian, parlemen memberikan sejumlah catatan kritis pengawasan. DPR meminta KKP memastikan serapan anggaran berjalan tepat waktu dan tidak menumpuk di akhir tahun. Selain itu, distribusi bantuan seperti benih, pakan, dan alat tangkap ramah lingkungan dituntut harus tepat sasaran langsung kepada nelayan skala kecil dan koperasi pesisir guna meminimalisasi ketimpangan sosial di wilayah pesisir.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS mega-lestari

Data Journalist. Mengolah data ekonomi menjadi narasi. Alumnus Columbia Journalism School.

Comments (0)

User