JAKARTA — Perum Percetakan Uang Republik Indonesia (PERURI) mengambil langkah strategis dalam memitigasi eskalasi ancaman digital dengan mempercepat integrasi sistem keamanan siber ke dalam seluruh siklus operasional bisnis. Langkah ini diambil seiring dengan perluasan mandat BUMN tersebut yang kini bertransformasi menjadi pilar utama penyedia keterpaduan layanan digital pemerintah (GovTech).
Investigasi internal dan evaluasi infrastruktur teknologi menunjukkan bahwa ketergantungan pada perimeter pertahanan tradisional tidak lagi memadai untuk menahan serangan siber yang kian canggih. Oleh karena itu, pendekatan security by design kini diterapkan secara ketat mulai dari tahap perancangan, pengembangan peranti lunak, hingga distribusi layanan digital publik.
Kronologi Penguatan Arsitektur Keamanan Siber PERURI
Transformasi sistem pengamanan data yang digulirkan PERURI berjalan melalui sejumlah tahapan krusial guna memastikan seluruh kanal digital memiliki daya tahan tinggi:
- Audit Menyeluruh Sistem Warisan (Legacy Systems): Melakukan asesmen kerentanan secara mendalam terhadap seluruh arsitektur basis data dan infrastruktur digital pencetakan dokumen sekuriti negara.
- Implementasi Paradigma DevSecOps: Menyematkan protokol keamanan otomatis sejak baris kode pertama ditulis, memastikan tidak ada celah kerentanan (vulnerability) yang lolos ke tahap produksi.
- Penerapan Prinsip Zero Trust: Membatasi hak akses secara ketat melalui autentikasi berlapis bagi setiap pengguna internal maupun eksternal yang terhubung ke jaringan korporasi.
- Penguatan Pusat Operasi Keamanan (SOC 24/7): Meningkatkan kapabilitas deteksi ancaman secara real-time berbasis kecerdasan buatan untuk merespons anomali lalu lintas data seketika.
"Keamanan siber bukan lagi sekadar pelengkap operasional teknologi informasi, melainkan fondasi utama kedaulatan digital nasional. Integrasi keamanan ke dalam setiap proses kerja adalah keharusan mutlak untuk menjaga kepercayaan publik," tegas perwakilan manajemen PERURI dalam keterangannya.
Fokus Proteksi Data dan Layanan Publik Terpadu
Sebagai penggerak ekosistem digital terpercaya, PERURI memusatkan perhatian pada standardisasi sertifikasi keamanan global. Penguatan ini mencakup sertifikasi ISO/IEC 27001 untuk sistem manajemen keamanan informasi, perlindungan identitas digital, serta tanda tangan elektronik tersertifikasi.
Langkah penguatan ini juga menyasar perlindungan terhadap ancaman rekayasa sosial (social engineering) yang kerap menargetkan celah kelalaian manusia. Oleh karena itu, PERURI menggelar program peningkatan kesadaran keamanan informasi secara berkala bagi seluruh karyawan dan mitra strategis.
- Enkripsi End-to-End: Mengamankan transaksi data sensitif pemerintahan dengan standar kriptografi tingkat tinggi.
- Mitigasi Serangan Siber Proaktif: Melakukan simulasi peretasan berkala (penetration testing dan red teaming) guna menguji ketangguhan sistem pertahanan.
- Kolaborasi Antarlembaga: Bersinergi dengan Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) dalam pertukaran intelijen ancaman digital nasional.
Dengan integrasi sistem yang komprehensif ini, PERURI berupaya memastikan seluruh layanan publik digital yang dikelolanya tetap andal, kebal terhadap manipulasi data, dan mampu mempertahankan kedaulatan informasi strategis negara.
Comments (0)