Oct 08, 2026
Bisnis

Diskon Tiket MotoGP Mandalika Rp 375 Ribu lewat BYOND by BSI

Berdasarkan data Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, kunjungan wisatawan ke Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika, Nusa Tenggara Barat, terus menunjukkan tren pemulihan sepanjang penyelenggar...

Diskon Tiket MotoGP Mandalika Rp 375 Ribu lewat BYOND by BSI

Berdasarkan data Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, kunjungan wisatawan ke Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika, Nusa Tenggara Barat, terus menunjukkan tren pemulihan sepanjang penyelenggaraan event berskala internasional. Di tengah momen tersebut, ekosistem perbankan digital Tanah Air kembali meramaikan layanan gaya hidup (lifestyle) dengan menawarkan potongan harga tiket ajang balap MotoGP Mandalika 2026 hingga Rp 375 ribu bagi pengguna aplikasi BYOND by BSI.

Tawaran Potongan Harga dan Mekanisme Transaksi

Promo ini memberikan peluang kepada masyarakat untuk memperoleh tiket nonton langsung seri balap di Pertamina Mandalika International Circuit dengan harga lebih terjangkau. Nominal potongan yang ditawarkan mencapai Rp 375 ribu, sebuah angka yang cukup signifikan bila dibandingkan dengan rata-rata belanja tiket kelas menengah pada event olahraga internasional sejenis. Dengan kata lain, konsumen dapat menghemat sebagian dana perjalanan untuk kebutuhan akomodasi atau transportasi selama berada di Lombok.

BYOND by BSI sendiri merupakan super aplikasi yang menggabungkan layanan perbankan syariah, pembayaran, hingga katalog produk lifestyle dalam satu pintu digital. Integrasi semacam ini sejalan dengan preferensi konsumen milenial dan Gen Z yang semakin memilih transaksi nirsentuh (cashless) berkat kemudahan serta kecepatan prosesnya. Selain potongan harga, pengguna juga dimudahkan oleh sistem pembayaran yang terhubung langsung ke rekening, sehingga mengurangi friksi saat pemesanan tiket pada saat gelombang permintaan (demand) memuncak.

Perlu dicatat bahwa ketersediaan promo biasanya dibatasi oleh kuota dan periode tertentu. Calon pembaca sebaiknya membaca syarat dan ketentuan secara seksama, termasuk kelas tiket yang berlaku, metode pembayaran yang memenuhi syarat, serta jendela waktu penebusan. Dalam dunia ekonomi, mekanisme semacam ini dikenal sebagai strategi penargetan harga (price targeting), di mana pelaku usaha memberikan insentif kepada segmen konsumen tertentu untuk mendorong volume transaksi tanpa menurunkan harga dasar secara menyeluruh.

Dampak terhadap Ekonomi Lokal dan Sektor Pariwisata

Di satu sisi, insentif harga berpotensi memperluas basis penonton. Semakin banyak orang membeli tiket, semakin besar pula multiplier effect yang diterima daerah: pengeluaran untuk hotel, kuliner, sewa kendaraan, hingga cenderamata akan mengalir ke pelaku usaha mikro dan kecil di sekitar sirkuit. Bank Indonesia mencatat bahwa setiap penyelenggaraan event berskala besar di NTB mampu menggerakkan perputaran uang (velocity of money) yang lebih tinggi dibandingkan periode biasa. Rasio kunjungan wisatawan nusantara dan mancanegara selama race week pun cenderung mengalami kenaikan dibanding minggu-minggu sebelumnya.

Di sisi lain, ada pertanyaan terkait seberapa besar manfaat ekonomi yang benar-benar meresap ke ekonomi lokal (local leakage). Bila sebagian besar tiket dibeli melalui kanal digital berbasis korporasi, nilai transaksi berpotensi terekapitalisasi di pusat, sementara pelaku usaha daerah hanya menerima porsi kecil. Selain itu, lonjakan permintaan akhir pekan berdampak pada kenaikan harga sewa akomodasi, yang kadang membuat wisatawan dengan anggaran terbatas gugur dari pasar. Kondisi ini kerap disebut sebagai efek crowd-out, di mana event besar justru menggeser konsumen reguler.

Perspektif Konsumen: Pro dan Kontra

Pro: bagi masyarakat yang memang berencana hadir, promo semacam ini menurunkan barrier to entry terhadap tontonan kelas dunia. Harga tiket yang lebih ringan meningkatkan daya beli (purchasing power) keluarga muda, sekaligus memperkuat literasi keuangan digital karena pengguna terbiasa mengelola saldo dan melakukan verifikasi identitas dalam aplikasi. Bagi bank, aktivitas transaksi yang meningkat memperkuat basis data perilaku konsumen dan memperbesar likuiditas ekosistem pembayaran.

Kontra: tidak sedikit pengguna yang mengkhawatirkan kumulasi promo berujung pada penumpukan utang konsumtif. Bila fasilitas paylater atau cicilan disandingkan dengan potongan harga, risiko rasio utang terhadap pendapatan (debt-to-income ratio) pribadi bisa melonjak. Penetapan kuota yang terbatas pun kerap menimbulkan kekecewaan ketika antrean digital penuh dalam hitungan menit. Karena itu, konsumen perlu menyusun anggaran perjalanan secara realistis, bukan sekadar tergiur nominal diskon.

Proyeksi dan Catatan Akhir

Secara makro, kolaborasi antara penyedia jasa keuangan digital dengan penyelenggara event olahraga mencerminkan pergeseran strategi bisnis menuju pengalaman terpadu (ecosystem play). Alih-alih bersaing pada suku bunga saja, lembaga keuangan kini bersaing pada keluasan layanan lifestyle. Dari sisi sentimen pasar, promo tiket MotoGP berpotensi mengangkat persepsi publik terhadap aplikasi, meski dampaknya terhadap kinerja keuangan perbankan secara langsung masih tergolong terbatas dibandingkan pendapatan bunga utama.

Bagi calon penonton, langkah paling rasional adalah membandingkan harga akhir di berbagai kanal, memperhitungkan biaya perjalanan menyeluruh, serta memastikan kapasitas keuangan pribadi tetap sehat. Event internasional memang menjadi katalisator ekonomi, namun keputusan konsumen sebaiknya tetap berpijak pada kebutuhan dan kemampuan bayar, bukan semata besaran potongan yang ditawarkan.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS mega-lestari

Data Journalist. Mengolah data ekonomi menjadi narasi. Alumnus Columbia Journalism School.

Comments (0)

User