Debut Perdana Perminas Garap Logam Tanah Jarang dengan Mitra India

Perusahaan BUMN yang baru saja dibentuk di bawah naungan Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) langsung tancap gas mengamankan proyek strategis. PT Perusahaan Mineral Nasion

Jul 08, 2026 - 08:11
0 0
Debut Perdana Perminas Garap Logam Tanah Jarang dengan Mitra India
Perusahaan BUMN yang baru saja dibentuk di bawah naungan Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) langsung tancap gas mengamankan proyek strategis. PT Perusahaan Mineral Nasional (Perminas) resmi menjalin kemitraan strategis dengan dua entitas tambang asal India, yakni Midwest Limited dan Non-Ferrous Materials Technology Development Centre (NFTDC). Nota kesepahaman kerja sama ini diteken dalam momentum pertemuan bilateral antara Perdana Menteri India Narendra Modi dan Presiden Prabowo Subianto di Istana Merdeka, Jakarta Pusat. Pembentukan Perminas sendiri merupakan langkah strategis pemerintah dalam mengonsolidasikan tata kelola mineral nasional, terutama dalam rantai pasok logam yang bernilai tambah tinggi. Dengan langsung mendapatkan mitra internasional di tahap awal operasionalnya, Perminas menempatkan diri sebagai pemain kunci dalam ekosistem hilirisasi mineral kritis di Indonesia. Kerja sama dengan India yang memiliki pengalaman pengolahan logam dan riset material non-ferrous ini diyakini akan mempercepat transfer teknologi di dalam negeri. Kepala Badan Industri Mineral (BIM), Brian Yuliarto, menegaskan bahwa agenda utama dari kolaborasi ini adalah penjajakan teknologi pemisahan dan pemurnian mineral tanah jarang atau rare earth element (REE). "Kami bersama Perminas saat ini sedang mendalami aspek teknologi hilirisasi yang mencakup proses kompleks pemisahan dan pemurnian rare earth. Ini komoditas yang sangat vital untuk industri masa depan," ujar Brian. Logam tanah jarang merupakan komponen kritis dalam rantai pasok industri teknologi tinggi, mulai dari manufaktur kendaraan listrik, perangkat elektronik mutakhir, peralatan pertahanan, hingga teknologi energi terbarukan seperti turbin angin dan panel surya. Selama ini dominasi pengolahan REE masih terpusat di beberapa negara, sehingga kemitraan lintas negara menjadi kunci untuk membangun rantai pasok yang lebih tangguh dan beragam. Dengan menggandeng India sebagai mitra teknologi, pemerintah berharap dapat mempercepat pembentukan pusat pengolahan rare earth di dalam negeri. Langkah ini sejalan dengan visi Presiden Prabowo untuk mengejar hilirisasi sumber daya alam secara agresif, tidak lagi bergantung pada ekspor bahan mentah. Perminas nantinya akan berperan sebagai kendaraan utama untuk mengintegrasikan rantai pengolahan dari hulu hingga ke produk antara yang siap digunakan industri. Pertemuan bilateral antara Modi dan Prabowo menjadi panggung strategis bagi penandatanganan berbagai kesepakatan dagang dan investasi, dengan kerja sama mineral tanah jarang sebagai salah satu sorotan utamanya. Kemitraan ini mencerminkan semakin eratnya hubungan ekonomi kedua negara yang sama-sama memiliki potensi besar di sektor sumber daya alam dan teknologi pendukungnya. Lebih lanjut, dari sisi teknis, pengembangan fasilitas pemurnian rare earth membutuhkan penguasaan teknologi pemisahan kimiawi yang sangat tinggi mengingat sifat mineral tanah jarang yang kompleks. Kehadiran NFTDC sebagai pusat riset non-ferrous di India diharapkan mampu mengisi celah teknologi yang selama ini menjadi tantangan utama pengembangan hilirisasi REE di Indonesia. Sementara Midwest Limited membawa pengalaman operasional di sektor pertambangan mineral strategis. Pemerintah melalui BIM dan Perminas akan melanjutkan penjajakan secara lebih detail mengenai lokasi dan skala proyek yang akan dikerjakan bersama. Targetnya, Indonesia tidak hanya menjadi pemasok bahan baku mineral tanah jarang, tetapi juga mampu menghasilkan produk turunan bernilai tambah yang siap diserap pasar global. Laporan ini dirangkum dari konfirmasi yang diterima tim media kami, Beritadua.com.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
sarah-anjani

Fact Checker. Memverifikasi klaim politik dan narasi publik.

Comments (0)

User