Dari Modal Nol, Nirin Kini Jadi Penggerak Usaha Ayam Petelur Berkat Dukungan KUR
Dari Pengangkut Pakan Hingga Pemilik Ribuan Ekor Ayam Perjalanan hidup Nirin Samsudin (47) berubah drastis berkat kandang ayam petelur yang kini berdiri kokoh di samping rumahnya. Warga Kampung Cis
Dari Pengangkut Pakan Hingga Pemilik Ribuan Ekor Ayam
Perjalanan hidup Nirin Samsudin (47) berubah drastis berkat kandang ayam petelur yang kini berdiri kokoh di samping rumahnya. Warga Kampung Cisaat, Desa Kertarahayu, Kecamatan Setu, Kabupaten Bekasi, ini membangun usahanya benar-benar dari titik nol. Bermodal keberanian dan prinsip sederhana menjaga kepercayaan, Nirin perlahan merintis peternakan yang kini menampung 1.000 ekor ayam petelur.
Cerita ini bermula dari pekerjaan lamanya sebagai pengangkut pakan ternak. Setiap hari, ia bergelut dengan karung-karung pakan, bolak-balik mengantarkan ke para peternak di wilayahnya. Dari balik karung itulah Nirin mengamati dan belajar. Ia melihat langsung bagaimana peternak di sekitarnya menjalankan usaha ayam petelur, memahami siklus produksi, hingga membaca peluang pasar yang menjanjikan. Pengamatan diam-diam itu kelak menjadi bekal berharganya.
KUR BRI Jadi Titik Balik Usaha
Keyakinan Nirin semakin bulat ketika ia mendapatkan akses Kredit Usaha Rakyat (KUR) dari BRI. Suntikan modal tersebut menjadi titik balik yang memungkinkannya mewujudkan impian memiliki kandang sendiri. Tahap demi tahap ia bangun, mulai dari skala kecil hingga akhirnya mencapai kapasitas seribu ekor seperti sekarang.
Lebih dari sekadar sumber penghidupan bagi keluarganya, usaha Nirin kini telah menjelma menjadi motor penggerak ekonomi warga sekitar. Melihat keberhasilannya, sejumlah tetangga mulai mengikuti jejaknya menekuni usaha serupa. Nirin pun tak segan berbagi pengalaman dan ilmu yang ia kumpulkan sejak masih menjadi pengangkut pakan. Prinsip menjaga kepercayaan yang ia pegang teguh terbukti membawanya melampaui sekadar kesuksesan pribadi, namun juga mampu menularkan semangat kemandirian kepada komunitasnya.
Kisah Nirin menjadi bukti bahwa modal utama sebuah usaha bukan selalu berupa uang, melainkan kemauan belajar, keberanian memanfaatkan peluang, dan konsistensi menjaga integritas. Dengan dukungan pembiayaan yang tepat seperti KUR, usaha rumahan pun dapat berkembang menjadi penggerak ekonomi lokal yang berdampak luas. Laporan lengkap mengenai perjalanan Nirin dan program pendanaan usaha lainnya dapat disimak melalui kanal resmi Beritadua.com.
Comments (0)