Curahan Hati Pilu Ibu dr Icha: Anak Saya Meregang Nyawa karena Oknum Tertentu

Jakarta, Beritadua.com — Kehilangan yang dirasakan Nur Azizah, ibunda dari almarhumah dr Eliza Princila Utami Pakaenoni, begitu mendalam. Nur tidak pernah menyangka bahwa putrinya, seorang dokter m

Jul 07, 2026 - 23:25
0 0
Curahan Hati Pilu Ibu dr Icha: Anak Saya Meregang Nyawa karena Oknum Tertentu

Jakarta, Beritadua.com — Kehilangan yang dirasakan Nur Azizah, ibunda dari almarhumah dr Eliza Princila Utami Pakaenoni, begitu mendalam. Nur tidak pernah menyangka bahwa putrinya, seorang dokter muda yang penuh semangat dan dedikasi, akan berpulang dengan cara yang begitu menyakitkan. Ia meyakini, kepergian dr Icha bukanlah sekadar takdir biasa, melainkan akibat dari tekanan dan perlakuan tidak adil yang diduga dilakukan oleh pihak-pihak tertentu. Duka yang menyelimuti keluarga ini kini berubah menjadi tuntutan akan keadilan, karena sang ibu merasa anaknya telah direnggut paksa dari kehidupan yang seharusnya masih panjang.

Kesaksian Penuh Kepedihan

Dalam suasana yang masih diselimuti kabut duka, Nur Azizah mencurahkan isi hatinya melalui wawancara dengan media kami. Suaranya bergetar, air matanya tak mampu ia bendung saat mengenang anak yang begitu dicintainya. Menurutnya, dr Icha adalah sosok yang ceria, pekerja keras, dan selalu berusaha menjalankan tugas profesinya dengan sepenuh hati. Namun, di balik senyumnya, sang ibu menduga ada beban berat yang selama ini disembunyikan oleh almarhumah. Beban tersebut diduga berasal dari lingkungan kerja yang tidak kondusif dan adanya perlakuan yang melampaui batas dari sejumlah oknum yang hingga kini masih menjadi misteri, namun diyakini keluarga sebagai pemicu kehancuran mental sang dokter.

"Saya sangat mengasihi dia, saya sangat mencintai dia. Dalam hidup, saya tidak pernah ini . Bahkan saya tidak pernah mimpi sekalipun hal ini bisa terjadi pada kehidupan anak saya," kata Nur, Selasa (30/6/2026).

Pernyataan itu menjadi cerminan betapa gamang dan hancurnya hati seorang ibu yang harus kehilangan anaknya dalam situasi yang dirasa tidak wajar. Nur mengaku, selama ini putrinya jarang mengeluh, sehingga ia tidak menyadari bahwa sang anak tengah mengalami tekanan psikologis yang demikian berat. Kepergian dr Icha yang mendadak pun meninggalkan trauma mendalam, bukan hanya bagi keluarga inti, tetapi juga bagi rekan sejawat dan para pasien yang pernah merasakan sentuhan tangannya.

Dorongan untuk Ungkap Tabir Keadilan

Pihak keluarga, melalui perwakilan yang mendampingi Nur, kini mulai mengumpulkan bukti dan keterangan untuk mengusut dugaan adanya permainan oknum di balik kematian dr Icha. Mereka mendorong aparat penegak hukum agar tidak tinggal diam dan segera menginvestigasi secara serius kasus ini. Keluarga percaya, ada jejak digital dan komunikasi yang bisa menjadi petunjuk penting untuk mengungkap apa yang sebenarnya terjadi. Bagi Nur Azizah, keadilan bukan sekadar tuntutan, melainkan harga mati agar tidak ada lagi tenaga medis maupun profesional muda lain yang bernasib serupa.

Hingga berita ini diturunkan, media kami masih berupaya meminta tanggapan dari institusi terkait yang diduga menjadi tempat kerja terakhir almarhumah. Sementara itu, dukungan moral terus mengalir dari berbagai kalangan masyarakat dan komunitas kesehatan yang juga berharap agar kasus ini dapat segera terang benderang. Nur hanya bisa berharap, kepergian putri kesayangannya tidak sia-sia dan menjadi pelajaran bagi semua pihak untuk lebih menghargai kesehatan mental serta martabat setiap insan.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
arif-budianto

Editor Ekonomi. Editor analisis pasar dan bisnis.

Comments (0)

User