Oct 08, 2026
Bisnis

Coaching Clinic Dorong Mentalitas Wirausaha Mahasiswa di Lampung

Berdasarkan data Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah serta Badan Pusat Statistik per awal 2025, rasio kewirausahaan Indonesia masih berada di kisaran 3,4 persen dari total populasi, jauh ter...

Coaching Clinic Dorong Mentalitas Wirausaha Mahasiswa di Lampung

Berdasarkan data Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah serta Badan Pusat Statistik per awal 2025, rasio kewirausahaan Indonesia masih berada di kisaran 3,4 persen dari total populasi, jauh tertinggal dibanding Malaysia yang menyentuh 4,7 persen dan Singapura di angka 8,6 persen. Angka ini menjadi latar penting mengapa berbagai program pembinaan wirausaha muda terus digalakkan, termasuk di daerah. Provinsi Lampung, dengan tingkat pertumbuhan ekonomi 4,8 persen year-on-year pada triwulan ketiga 2024, menyimpan potensi besar sekaligus tantangan struktural bagi generasi muda yang ingin menekuni dunia usaha.

Ketika Praktisi Berbagi Pengalaman ke Ruang Kampus

Sebuah kegiatan coaching clinic yang menyasar mahasiswa pengusaha di Lampung menjadi contoh konkret bagaimana transfer pengetahuan dari praktisi ke akademisi berjalan. Dalam forum tersebut, seorang pelaku usaha berpengalaman membagikan tips sukses sekaligus pengalaman jatuh bangun membangun bisnis kepada mahasiswa yang sudah merintis usaha sendiri. Pendekatan semacam ini dinilai penting karena dunia usaha menuntut kompetensi yang tidak selalu tersedia di bangku kuliah, mulai dari manajemen likuiditas, negosiasi dengan pemasok, hingga membaca sentimen pasar secara cepat.

Di satu sisi, kehadiran mentor dari kalangan praktisi memberi nilai tambah signifikan. Mahasiswa tidak hanya belajar teori kewirausahaan, tetapi juga mendapatkan gambaran riil mengenai dinamika lapangan, termasuk bagaimana menghadapi penolakan investor, mengelola arus kas saat penjualan menurun, dan menjaga fundamental bisnis di tengah ketidakpastian ekonomi. Pengalaman semacam ini sulit direplikasi hanya melalui buku teks atau jurnal akademik.

Di sisi lain, sejumlah pengamat pendidikan ekonomi mengingatkan bahwa program mentoring bersifat sporadis kerap kurang berdampak jangka panjang. Tanpa pendampingan berkelanjutan, semangat yang muncul pasca-kegiatan berpotensi surut ketika mahasiswa kembali berhadapan dengan keterbatasan modal, akses pasar, dan birokrasi perizinan. Artinya, coaching clinic perlu menjadi bagian dari ekosistem pembinaan yang lebih luas, bukan sekadar acara seremonial.

Membaca Peluang dan Tantangan dari Sisi Data Makro

Dari kacamata makro, Lampung memiliki sejumlah indikator yang menarik dicermati. Sektor pertanian masih menyumbang sekitar 24 persen terhadap Produk Domestik Regional Bruto provinsi, sementara sektor perdagangan dan industri pengolahan masing-masing berkontribusi di kisaran 17 persen dan 15 persen. Struktur ini menunjukkan bahwa peluang wirausaha muda terbuka lebar di sektor agribisnis hilir, pengolahan pangan, hingga logistik daerah. Namun, tingkat pengangguran terbuka di provinsi ini masih berada di kisaran 4,5 persen, dengan porsi terbesar berasal dari kelompok usia muda, sehingga penciptaan lapangan kerja melalui wirausaha menjadi semakin relevan.

Pro: pembinaan kewirausahaan mahasiswa berpotensi menekan angka pengangguran terdidik sekaligus mendorong pertumbuhan usaha mikro baru yang menyerap tenaga kerja. Kontra: tanpa akses pembiayaan yang memadai dan pasar yang jelas, banyak usaha rintisan mahasiswa berhenti di tahap awal, sehingga dampaknya terhadap perekonomian daerah cenderung terbatas.

"Kewirausahaan bukan soal keberanian semata, melainkan kemampuan mengelola risiko secara terukur dengan data dan disiplin keuangan," kata seorang praktisi dalam forum tersebut, menggambarkan pentingnya literasi finansial bagi wirausaha muda.

Implikasi bagi Ekosistem Kewirausahaan Daerah

Bagi mahasiswa pengusaha, sejumlah pelajaran praktis dari kegiatan semacam ini mencakup pentingnya menjaga rasio utang terhadap modal tetap sehat, memisahkan keuangan pribadi dan usaha sejak awal, serta membangun portofolio pelanggan yang beragam agar tidak bergantung pada satu segmen pasar. Selain itu, pemahaman terhadap valuasi usaha dan proyeksi arus kas menjadi bekal krusial ketika mereka berhadapan dengan calon investor atau lembaga pembiayaan.

Pemerintah daerah dan kampus diharapkan dapat memperkuat sinergi, misalnya melalui inkubator bisnis, akses pembiayaan berbunga rendah, dan program pendampingan berjenjang. Tanpa itu, coaching clinic berisiko menjadi stimulan sesaat yang tidak mengubah struktur kewirausahaan secara fundamental. Dengan kata lain, keberhasilan program semacam ini tidak diukur dari banyaknya peserta, melainkan dari jumlah usaha yang bertahan dan bertumbuh dalam jangka menengah.

Ke depan, tren kewirausahaan digital dan ekonomi hijau berpotensi menjadi sektor yang menjanjikan bagi mahasiswa Lampung. Namun, sentimen pasar yang fluktuatif dan potensi capital outflow dari sektor rintisan menuntut kehati-hatian. Pada akhirnya, kombinasi antara bimbingan praktisi, data yang akurat, dan kebijakan yang mendukung akan menentukan apakah geliat wirausaha mahasiswa di daerah ini mampu menjadi fondasi pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS arif-budianto

Reporter Energi. Fokus pada kebijakan energi, transisi hijau, dan industri ekstraktif.

Comments (0)

User