Suasana sunyi di kawasan Kubutambahan, Kabupaten Buleleng, mendadak gempar pada Sabtu dini hari. Ketika sebagian besar warga terlelap dan Made Arpana (53)—penjaga pintu air—tengah khusyuk memanjatkan doa di Pura Batan Nyuh Kelod dan Pura Batan Nyuh Kaje, si jago merah menyergap tanpa peringatan. Rumah dinas yang sekaligus berfungsi sebagai pos operasional penjaga Dam Bulian ludes dilalap api dalam hitungan menit.
Firasat buruk Arpana, yang akrab disapa Kompor, terbukti saat telepon genggamnya berdering keras sekitar pukul 01.20 WITA. Di ujung telepon, seorang saksi mata bernama Gede Selamat menyampaikan kabar mengejutkan bahwa tempat tinggal sekaligus pos penjagaannya telah dikepung kobaran api. Tanpa membuang waktu, Arpana bergegas pulang bersama keluarganya. Namun, jarak dan waktu tak memihak. Sesampainya di lokasi, api sudah membumbung tinggi, menguasai seluruh konstruksi bangunan yang terbuat dari bahan mudah terbakar.
Jejak Waktu dan Respon Darurat Kebakaran
Upaya penyelamatan berlangsung dramatis di tengah kepungan kegelapan malam. Anak korban berinisiatif menghubungi Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Buleleng, sementara Arpana mengontak pihak perangkat desa setempat untuk meminta bala bantuan. Armada pemadam tiba di lokasi kejadian sekitar pukul 01.30 WITA dengan mengerahkan satu unit mobil pemadam kebakaran.
Kondisi bangunan yang cepat hangus membuat petugas harus bekerja ekstra cepat agar api tidak merembet ke area konservasi air maupun fasilitas pendukung di sekitarnya. Setidaknya satu tangki air dikuras habis sebelum si jago merah berhasil dijinakkan total sekitar pukul 02.05 WITA.
| Parameter Kejadian | Detail Informasi |
|---|---|
| Waktu Kejadian | Sekitar pukul 01.20 WITA |
| Respon Penanganan Damkar | 01.30 WITA – 02.05 WITA (1 Unit Mobil Damkar) |
| Dimensi Bangunan | 5 x 8 Meter (Permanen, Atap Seng) |
| Fungsi Bangunan | Rumah Dinas (3 Kamar Tidur, 1 Kamar Mandi) & Kantor DAM Bulian |
| Kerugian Material Utama | 3 Unit Sepeda Motor (Honda Beat, Honda Grand, dll) |
| Korban Jiwa / Luka | Nihil (Kosong saat kejadian) |
Ludesnya Aset Operasional dan Kendaraan Bermotor
Bangunan permanen seluas 5 x 8 meter beratap seng tersebut merupakan fasilitas vital penunjang operasional pengairan Dam Bulian. Bangunan yang terbagi dalam tiga kamar tidur dan satu kamar mandi itu kini hanya menyisakan puing-puing arang. Kerugian tak hanya melanda fisik bangunan, tetapi juga harta benda milik petugas dam yang tersimpan di dalamnya.
Berdasarkan pendataan awal pihak kepolisian dan petugas lapangan, sedikitnya tiga unit sepeda motor yang terparkir di area rumah dinas ludes terbakar tanpa sempat diselamatkan. Kendaraan tersebut mencakup satu unit Honda Beat warna hitam dan satu unit Honda Grand yang menjadi sarana utama mobilitas Arpana dalam memantau debit air dan infrastruktur Dam Bulian. Insiden ini secara mendadak melumpuhkan sarana transportasi operasional di pos penjagaan tersebut.
Penyelidikan Kepolisian dan Kerentanan Fasilitas Publik
Guna mengungkap tabir di balik peristiwa musibah ini, Satuan Reserse Kriminal Polres Buleleng langsung menerjunkan tim untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Kepolisian memastikan tidak ada korban jiwa maupun luka-luka dalam peristiwa tersebut karena rumah dalam keadaan kosong ditinggal beribadah.
Kasi Humas Polres Buleleng, Iptu Yohana Rosalin Diaz, mewakili Kapolres Buleleng AKBP Ruzi Gusman, menyatakan bahwa fokus utama penyidik saat ini adalah mengumpulkan barang bukti dan memeriksa saksi-saksi kunci.
“Penyebab kebakaran masih dalam proses penyelidikan mendalam oleh tim di lapangan. Sejumlah saksi di sekitar lokasi kejadian juga sudah kami mintai keterangan untuk menyusun kronologi lengkap,” tegas Iptu Yohana Rosalin Diaz saat memberikan keterangan resmi.
Secara investigatif, insiden terbakarnya pos penjaga Dam Bulian ini menggarisbawahi kerentanan pos-pos penunjang infrastruktur publik di wilayah pelosok daerah. Dugaan awal kelistrikan kerap menjadi sorotan utama, mengingat bangunan operasional pengairan rentan terkena gangguan arus pendek akibat cuaca maupun instalasi tua. "Evaluasi mendalam terhadap sistem proteksi kebakaran pada aset-aset vital negara menjadi kebutuhan mendesak agar keselamatan petugas dan fungsi kontrol pengairan tetap terjamin," ujar pengamat kebijakan publik daerah.
Comments (0)