Sebuah peristiwa kebakaran hebat melanda kawasan permukiman di Desa Ambengan, Kecamatan Sukasada, Kabupaten Buleleng. Insiden tragis yang berlangsung pada Selasa sore tersebut menghanguskan bangunan rumah tinggal, dapur, serta kandang ternak dengan estimasi nilai kerugian material mencapai Rp1 miliar. Berdasarkan hasil investigasi awal di lokasi kejadian, sumber petaka bermula dari aktivitas pembakaran limbah sampah domestik yang luput dari pengawasan di tengah kondisi cuaca berangin kencang.
Kronologi Insiden di Desa Ambengan
Penyelidikan di tempat kejadian perkara (TKP) mengungkap rentetan peristiwa sebelum kobaran api membakar habis seluruh kompleks bangunan milik korban bernama Sunarso:
- Pukul 16.30 WITA: Pemilik rumah, Sunarso, menyalakan api untuk membakar tumpukan sampah di area belakang yang berdekatan langsung dengan kandang ayam.
- Pukul 16.38 WITA: Hembusan angin kencang memicu percikan bara api melompat ke material kering di sekitarnya. Seorang tetangga sempat melayangkan teguran dan memperingatkan bahaya angin kencang, namun api terlanjur membesar.
- Pukul 16.45 WITA: Kobaran api menjalar tak terkendali ke struktur kandang ayam dan langsung menyambar atap dapur utama. Warga setempat berusaha memadamkan api dengan peralatan ember dan selang seadanya, namun gagal menahan laju rambatan.
- Pukul 17.00 WITA: Mengingat eskalasi kebakaran kian berbahaya, perangkat desa melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Sukasada, yang kemudian meneruskan panggilan darurat ke pos komando pemadam kebakaran.
Mobilisasi Unit Damkarmat dan Penanganan Lapangan
Merespons laporan darurat yang masuk, Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Kabupaten Buleleng segera memberangkatkan armada tempur ke lokasi untuk mencegah perambatan api ke pemukiman padat lainnya.
“Kami langsung mengerahkan dua unit kendaraan pemadam ke lokasi begitu menerima laporan dari Polsek Sukasada. Petugas bergerak cepat melakukan isolasi area dan pendinginan guna menjinakkan kobaran api,” ujar Kepala Damkarmat Buleleng, I Gede Arya Suardana.
Arya Suardana menambahkan bahwa cuaca kering dan angin kencang menjadi faktor utama yang melipatgandakan risiko pembakaran terbuka. Bara api yang melayang di udara dapat dengan mudah mendarat di atap atau material kayu kering yang mudah tersulut.
“Kami terus mengimbau masyarakat agar tidak membakar sampah secara sembarangan, khususnya saat cuaca berangin kencang. Bara pembakaran sampah sangat rentan terbang dan memicu kebakaran skala besar di lingkungan sekitar,” tegasnya.
Dampak Kerusakan dan Taksiran Kerugian
Dari pendataan dan verifikasi fisik yang dilakukan tim Damkarmat Buleleng usai pembasahan total, sejumlah aset vital dilaporkan musnah terbakar:
- Bangunan Utama: Satu unit rumah tinggal berukuran 6 x 9 meter persegi ludes rata dengan tanah.
- Fasilitas Penunjang: Bangunan dapur tradisional dan kandang ayam hangus terbakar.
- Luas Area Terdampak: Total luasan area yang terbakar mencapai sekitar 3 are (300 meter persegi).
- Perabotan & Dokumen: Seluruh perabot rumah tangga, barang elektronik, dan dokumen berharga di dalam rumah tidak sempat diselamatkan.
Hingga saat ini, pihak kepolisian dan aparatur desa setempat terus melakukan koordinasi guna memberikan bantuan tanggap darurat bagi keluarga korban yang kehilangan tempat tinggal.
Comments (0)