BNPB Gunakan Metode Khusus untuk Padamkan Api di TPA Jatiwaringin

Kebakaran di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Jatiwaringin masih belum padam sepenuhnya setelah lebih dari sepekan sejak awal kejadian. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengerahkan sejumlah

Jul 08, 2026 - 18:11
0 0
BNPB Gunakan Metode Khusus untuk Padamkan Api di TPA Jatiwaringin

Kebakaran di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Jatiwaringin masih belum padam sepenuhnya setelah lebih dari sepekan sejak awal kejadian. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengerahkan sejumlah pendekatan khusus karena karakteristik lahan yang unik dan sulit diatasi dengan metode pemadaman konvensional.

Direktur Koordinasi Pengendalian Operasi Darurat BNPB, Brigjen TNI Djohan Darmawan, menjelaskan bahwa upaya penanganan kebakaran di lokasi tersebut memerlukan teknik yang berbeda dari kebakaran lahan biasa. Menurutnya, tumpukan sampah di TPA menyerupai lahan gambut, tempat api cenderung tidak muncul di permukaan melainkan menyala di bagian dalam secara membara.

“Upaya pemadaman kebakaran lahan TPA ini membutuhkan penanganan khusus karena jenis lahan menyerupai lahan gambut di mana api tidak berada di permukaan, namun membara di dalam tumpukan sampah. Upaya pemadaman dilakukan dengan berbagai metode,” ujar Brigjen Djohan dalam keterangan yang diterima media kami, Rabu (8/7/2026).

Untuk menangani api yang bersembunyi di bawah permukaan, satuan tugas darat BNPB menerapkan teknik injeksi. Metode ini memungkinkan air atau bahan pemadam mencapai titik api yang tersembunyi di antara lapisan sampah yang padat. Sementara itu, api yang masih terlihat di permukaan diatasi dengan penyemprotan langsung. Pendekatan dua arah ini diyakini lebih efektif dibandingkan hanya mengandalkan siraman dari atas, karena air sering kali tidak mampu menembus ke inti pembakaran yang berada di kedalaman.

Tidak hanya mengandalkan kekuatan darat, BNPB juga mengerahkan satuan tugas udara untuk melakukan water bombing. Helikopter pengebom air menjangkau titik-titik api yang sulit diakses dari darat serta membantu membasahi area yang lebih luas. Operasi udara ini dikombinasikan dengan pemantauan untuk memastikan tidak ada perluasan area kebakaran yang dapat mengancam permukiman sekitar.

Kondisi di TPA Jatiwaringin memang menghadirkan tantangan tersendiri. Material sampah yang menumpuk bertahun-tahun menciptakan lapisan padat dengan kandungan gas metana yang mudah terbakar. Api yang sudah berada di dalam tumpukan bisa terus menyala meskipun permukaannya tampak basah. Hal ini membuat durasi kebakaran menjadi lebih panjang dan memerlukan kesabaran serta strategi berlapis dari tim di lapangan. Hingga saat ini, BNPB bersama instansi terkait terus bekerja memaksimalkan semua sumber daya yang ada agar kebakaran dapat segera tertangani.

Laporan lengkap mengenai perkembangan situasi dan teknik pemadaman yang digunakan ini dihimpun Beritadua.com dari keterangan resmi BNPB dan pemantauan di lokasi.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
sarah-anjani

Fact Checker. Memverifikasi klaim politik dan narasi publik.

Comments (0)

User