Biang Kerok Banjir Kepung Surabaya Saat Musim Kemarau

Surabaya disergap banjir dalam periode yang seharusnya kering. Hujan deras yang turun nyaris tanpa jeda selama dua hari berturut-turut memicu genangan di puluhan titik di Kota Pahlawan. Fenomena ini

Jul 08, 2026 - 19:21
0 0
Biang Kerok Banjir Kepung Surabaya Saat Musim Kemarau

Surabaya disergap banjir dalam periode yang seharusnya kering. Hujan deras yang turun nyaris tanpa jeda selama dua hari berturut-turut memicu genangan di puluhan titik di Kota Pahlawan. Fenomena ini mematahkan ekspektasi musim kemarau yang biasanya minim curah hujan ekstrem di wilayah Jawa Timur bagian utara.

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi angkat bicara soal kombinasi faktor yang menjadi biang kerok bencana tersebut. "Saya mohon maaf kepada warga Surabaya atas ketidaknyamanan yang terjadi. Saat ini kami bekerja maksimal di lapangan," ujar Eri. Berdasarkan laporan media kami, sistem drainase perkotaan yang kewalahan menjadi kontributor utama selain intensitas hujan yang tidak biasa. Sedimentasi dan sumbatan pada saluran primer membuat kapasitas tampung menyusut ketika volume air melonjak drastis dalam waktu singkat.

Pemerintah Kota Surabaya mengakui bahwa banyak saluran primer dan sekunder yang belum rampung dinormalisasi. Proyek pengerukan yang sempat tertunda akibat refocusing anggaran ikut memperburuk situasi. Di beberapa lokasi, tumpukan sampah kiriman dari hulu memperparah sumbatan di gorong-gorong dan pintu air, sehingga air meluap ke permukiman padat penduduk.

Kami mendapati bahwa sedimentasi di beberapa ruas saluran mencapai 60 persen dari kedalaman normal. Ini menjadi pekerjaan rumah besar yang harus segera kami selesaikan.

Kejutan hidrometeorologis ini juga dipengaruhi perubahan pola cuaca lokal. Analisis dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika menunjukkan adanya anomali tekanan udara di selatan Jawa yang memicu pembentukan awan konvektif di atas Surabaya dan sekitarnya. Hujan yang biasanya hanya berdurasi pendek di kemarau kali ini bertransformasi menjadi hujan sedang hingga lebat dengan durasi panjang.

Dampaknya langsung terasa di sektor transportasi dan aktivitas ekonomi. Sejumlah jalan protokol terpaksa ditutup sementara, mengakibatkan kemacetan parah yang merambat hingga ke gerbang tol. Puluhan rumah warga di kawasan bantaran sungai terendam air keruh, memaksa penghuninya mengungsi ke balai RW dan posko darurat yang didirikan BPBD setempat.

Pemkot Surabaya menyiapkan pompa portabel tambahan untuk mempercepat penyedotan genangan di titik-titik kritis. Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan Pematusan dikerahkan membersihkan saluran secara manual, sementara Dinas Lingkungan Hidup fokus menangani sampah yang menyumbat aliran. Operasi gabungan ini ditargetkan bisa menurunkan genangan dalam 24 jam ke depan, dengan catatan curah hujan tidak kembali meningkat.

Di balik kejadian ini, pengamat tata kota mendesak evaluasi menyeluruh terhadap masterplan drainase Surabaya. Kapasitas infrastruktur yang dirancang berdasarkan data historis curah hujan perlu disesuaikan dengan realitas iklim yang semakin sulit ditebak. Normalisasi sungai, pelebaran saluran, dan pembangunan kolam retensi dinilai mendesak untuk mengantisipasi kejutan cuaca serupa di masa mendatang. Beritadua.com akan terus memantau penanganan banjir dan langkah antisipatif yang disiapkan pemkot ke depannya.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
mega-lestari

Reporter Internasional. Reporter isu internasional dan geopolitik.

Comments (0)

User