Bestari PSI Balas Deddy Sitorus dengan Sebutan Kutu Busuk: Tidak Berkelas

Jakarta - Ketua DPP PSI Bestari Barus merespons keras pernyataan Ketua DPP PDIP Deddy Sitorus yang sebelumnya menyinggung istilah "kutu loncat" dan "maju tak gentar membela yang bayar." Bestari mem

Jul 08, 2026 - 05:56
0 0
Bestari PSI Balas Deddy Sitorus dengan Sebutan Kutu Busuk: Tidak Berkelas

Jakarta - Ketua DPP PSI Bestari Barus merespons keras pernyataan Ketua DPP PDIP Deddy Sitorus yang sebelumnya menyinggung istilah "kutu loncat" dan "maju tak gentar membela yang bayar." Bestari membalas sindiran tersebut dengan menyebut Deddy Sitorus sebagai "kutu busuk," menandai eskalasi perang retorika antara dua politikus senior dari partai berbeda.

Bestari mengaku terkejut saat mengetahui Deddy Sitorus menanggapi pernyataannya dengan cara yang dinilainya tidak pantas. Ia sebelumnya bermaksud memberikan pemahaman kepada Deddy, namun justru menerima respons yang dianggapnya mengecewakan.

"Saya kira tidak berkelas. Artinya, saya kaget dia menanggapi seperti itu, tanggapannya lemah. Mengatakan memakai kata-kata kutu segala, kutu loncat. Kalau bergabung dengan satu partai diakui sebagai hak privat, seharusnya dia tidak perlu mengucapkan kata kutu loncat," ujar Bestari saat dihubungi media kami, Sabtu (20/6/2026).

Bestari menegaskan bahwa keputusan seseorang untuk bergabung atau berpindah partai politik merupakan hak individu yang dijamin secara demokratis. Ia menilai penggunaan istilah "kutu loncat" merendahkan hak politik warga negara dan menunjukkan pola pikir yang tidak menghormati dinamika demokrasi.

"Kalau ada perbedaan pandangan, ya bicarakan secara substantif, jangan pakai istilah-istilah yang tidak mendidik publik. Ini kan panggung nasional, bukan pasar tradisional," tegasnya.

Lebih lanjut, Bestari melontarkan balasan pedas dengan menyebut Deddy Sitorus sebagai kutu busuk. Menurutnya, istilah itu lebih tepat disematkan kepada politikus yang hanya mencari kesalahan orang lain tanpa memberikan kontribusi positif bagi bangsa.

"Kalau dia bicara kutu loncat, saya bilang dia itu kutu busuk. Kutu busuk itu yang suka menebar bau tak sedap, mengganggu kenyamanan politik kita. Kalau sudah tidak bisa berdebat secara sehat, keluar bau-bau yang tidak enak," serunya.

Bestari juga menyayangkan pernyataan "maju tak gentar membela yang bayar" yang dilontarkan Deddy. Ia menafsirkan pernyataan itu sebagai tuduhan tidak berdasar yang mencerminkan ketidakmampuan membaca realitas politik secara jernih.

"Dia tidak paham konteks. Kalau bicara bayar-membayar, itu logika dagang, bukan logika perjuangan. Saya berpolitik karena panggilan hati, bukan karena ada yang membayar," tutupnya.

Hingga berita ini diturunkan, Deddy Sitorus belum memberikan tanggapan resmi atas balasan dari Bestari Barus tersebut. Situasi ini menambah daftar panjang ketegangan antara elite partai politik yang kerap mewarnai panggung nasional menjelang kontestasi politik mendatang.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
nadia-rahmawati

Reporter Nasional. Reporter isu nasional dan kebijakan publik.

Comments (0)

User